Nyambi Edarkan Sabu, Kernet Truk di Surabaya Dibekuk Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka peredaran sabu yang berhasil ditangkap anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. SP/Ariandi.
Tersangka peredaran sabu yang berhasil ditangkap anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. SP/Ariandi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Seorang kernet truk bernama Andy Ridwan (22) warga Jalan Kalimas Baru, Perak Utara, Pabean Cantikan, Surabaya diringkus oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya atas kasus peredaran narkotika jenis sabu.

Pelaku ditangkap di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Tambak Asri, Moro Krembangan, Surabaya pada Jum'at (13/01/2023) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri mengatakan bahwa penangkapan itu bermula dari adanya  informasi dari masyarakat bahwa ada seorang kernet truk yang melayani pembelian sabu di sebuah rumah.

"Adanya informasi peredaran narkoba dari masyarakat sangat membantu dalam pengungkapan dan pemberantasan narkotika yang melibatkan seorang kernet truk. Petugas yang berpakaian preman langsung melakukan penyelidikan dan menemukan tersangka berada di lokasi tersebut sehingga berhasil menangkapnya." Kata Daniel kepada awak media, Selasa (07/02/2023).

 “Ia diduga menunggu pembeli, kami ringkus sebelum transaksi dilakukan,” imbuhnya.

Dari penangkapan tersebut, Daniel mengungkapkan bahwa petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik pack berisi sabu seberat 1,16 gram, satu kotak logam bekas rokok, satu bendel plastik klips bekas isi sabu, satu HP, dua sekrop dan uang tunai Rp. 1.200.000.

Daniel menduga, Arif menyimpan sabu dalam bungkus rokok agar sewaktu-waktu ada pembeli, ia tinggal mengambilnya. Selain itu, juga untuk mengelabui polisi agar tidak curiga.

“Tersangka menyimpan sabu ini di dalam kotak tempat rokok. Ia diduga selalu membawa sabu tersebut agar sewaktu-waktu bisa melayani pelanggannya,” tuturnya.

Kemudian, tersangka beserta barang buktinya diamankan dan dibawa ke Polrestabes Surabaya guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka mengaku kepada petugas bahwa barang bukti yang disita adalah miliknya. Ia mengatakan bahwa sabu itu didapatkannnya MUS yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada Jumat (30/12/2022) sekitar pukul 21.00 WIB. Arif memesan sabu sebanyak 5 gram seharga Rp. 4.500.000 dengan diranjau di sekitar Jalan Demak Surabaya.

"Sementara barang tersebut memang dibeli oleh Andy untuk dijual kepada pemesanya dan ia mengaku menjual sabu guna meraup keuntungan lebih besar dan ingin kaya secara instan." ujarnya,

Selanjutnya, Andy mengemas sabu tersebut menjadi poket kecil dan dijual lagi seharga Rp 150 ribu-Rp 200 ribu per poket. Jika sabu habis terjual, maka tersangka akan mendapat keuntungan sekitar Rp 100 per gramnya.

“Sabu itu, oleh kernet truk dijual kepada teman-temannya dengan harga bervariasi mulai dengan harga Rp. 150.000 hingga Rp. 200.000, per poketnya,” ucapnya.

Namun berdasarkan pengakuan tersangka, sabu yang disita oleh petugas adalah sisa yang belum terjual dan belum dibagi oleh tersangka.

Jika sabu yang awalnya sebanyak 5 gram itu laku habis terjual, maka tersangka Andy akan mendapatkan uang hingga Rp 5.000.000, atau tersangka bisa mendapatkan keuntungan Rp. 500.000 per gram.

Apesnya, barang yang baru saja didapat itu belum laku terjual, dirinya sudah tertangkap oleh petugas kepolisian.

“Barang itu belum sempat dijual. Jika lima gram sabu tersebut laku, ia mendapat untung Rp 500 ribu,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Andy harus mendekam di balik jeruji besi. Selain itu, Andy akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) subs Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. ari

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…