Eri Cahyadi Ungkap Biang Kerok Kelangkaan MinyaKita di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Diskominfo Kota Surabaya.
Walikota Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Diskominfo Kota Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Stok minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita masih langka di pasar tradisional Surabaya. Walikota Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui para pedagang pasar tradisional di Surabaya masih menghadapi kesulitan.

Pria yang akrab disapa Cak Eri tersebut mengatakan, selama ini pedagang pasar tradisional mengaku kesulitan mendatangkan minyak goreng bersubsidi merk Minyakita karena terkendala aplikasi. Pasalnya, untuk bisa menjual Minyakita, pedagang harus mendaftar dahulu melalui aplikasi SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).

"Minyakita sudah kami koordinasikan dengan Pak Mendag dan kami rapatkan dengan direkturnya. Ternyata untuk Minyakita itu setiap pengusaha harus mendaftar ke aplikasi. Nah, pedagang ini kan tidak punya kemampuan (mendaftar aplikasi)," kata Eri di Balai Kota Surabaya, Kamis (9/2/2023).

Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Cak Eri menuturkan bahwa pihak Pemkot akan memberikan pendampingan bagi pedagang yang kesulitan mendaftar melalui aplikasi SIMIRAH.

Selain itu, Kemendag juga akan menggelontorkan Minyakita ke pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya sesuai hasil inspeksi ke Pasar Tambahrejo, Surabaya pada Senin (6/2/2023) lalu. Sehingga pedagang bisa menjual Minyakita lagi usai kosong lebih dari satu bulan.

"Pak Mendag juga sudah menyampaikan pihaknya akan menggelontorkan Minyakita itu. Karena pada waktu sidak ke Surabaya terkait beras, kami sudah bisa menahan (menstabilkan) berasnya. Kami sampaikan juga terkait dengan minyak, langsung beliau rapat di pemkot dengan menugaskan direkturnya," terangnya.

Orang nomor satu di Kota Surabaya itu juga memastikan akan terus memonitoring harga bahan pokok (Bapok) khususnya minyak goreng dan beras di lapangan. Termasuk pula melakukan pengawasan pedagang yang menjual produk MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kalau pemkot hanya melakukan cek (monitoring) lapangan, siapa yang menjual MinyaKita di atasnya HET. Tapi yang melakukan penindakan adalah Satgas Pangan (provinsi) dan kita bukan termasuk Satgas. Tugas kita (pemkot) adalah bagaimana ketika ada harga Bapok yang tinggi, maka kita lakukan operasi pasar dan tindakan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan harga Bahan Pokok (Bapok) di pasar tradisional Surabaya stabil. Namun, ia mengakui jika keberadaan MinyaKita mulai langka di pasaran.

"MinyaKita sudah sedikit, harganya Rp15.000, padahal HET itu Rp14.000 paling mahal. Inilah yang kita selesaikan, mudah-mudahan dua minggu mendatang teratasi," ujar Zulhas saat meninjau Pasar Tambahrejo Surabaya pada Senin (6/2/2023).

Menurut Zulhas, langkanya MinyaKita di pasaran disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya karena harganya lebih murah, sehingga warga banyak yang beralih dari minyak premium ke MinyaKita. Di samping itu juga dikarenakan banyak warga yang memborong MinyaKita melalui situs online.

"Mudah-mudahan dua minggu ini bisa diatasi. Satu, jualan daring nanti tidak boleh lagi, karena daring nanti borong. Sekarang akan diutamakan ke pasar dan belinya harus pakai KTP, agar satu orang tidak borong, jual lagi," tegas Zulhas.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menaikkan jumlah produksi MinyaKita untuk mengatasi kelangkaan MinyaKita di pasar tradisional. Zulhas akan mengurangi pasokan MinyaKita ke pasar modern dan lebih dimasifkan ke pasar rakyat.

"Dulu (produksinya) 300.000 ton satu bulan, sekarang dinaikkan menjadi 450.000 ton satu bulan. Mudah-mudahan MinyaKita seminggu mendatang di pasar-pasar sudah beredar lagi," ucapnya. sb

Berita Terbaru

Lima Belas Ketua TP PKK Desa Dilantik, Ketua TP PKK Kecamatan Candi Memimpin Pelantikan

Lima Belas Ketua TP PKK Desa Dilantik, Ketua TP PKK Kecamatan Candi Memimpin Pelantikan

Selasa, 14 Jul 2026 17:09 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Candi resmi melantik lima belas Ketua Tim Penggerak PKK Desa masa bakti 2026–2034 di Pendopo Kec…

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengacara Sugiri Sebut Jaksa KPK Acuhkan Fakta Persidangan

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengacara Sugiri Sebut Jaksa KPK Acuhkan Fakta Persidangan

Selasa, 14 Jul 2026 17:04 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:04 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Tim penasihat hukum Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak …

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Transformasi digital membuka peluang baru bagi pelestarian budaya Indonesia. Melalui MajaCraft.id, karya para pengrajin dan…

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan di Dukuh Karanggayam, Desa Sukosari,…

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS…