Anak Polisi Bunuh Mantan Pacar Secara Kejam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Riko, anak anggota Polri yang membunuh mantan kekasihnya dengan menunjukkan kloset yang dipakainya untuk membunuh, saat ditetapkan tersangka oleh Polres Pandeglang, Banten.
Riko, anak anggota Polri yang membunuh mantan kekasihnya dengan menunjukkan kloset yang dipakainya untuk membunuh, saat ditetapkan tersangka oleh Polres Pandeglang, Banten.

i

SURABAYAPAGI.COM, Banten - Riko (23), anak anggota Polri ditetapkan tersangka pembunuhan mantan pacarnya, Elisa Siti Mulyani (21). Pembunuhan kejam terjadism di semak-semak di Pandeglang, Banten. Keluarga Elisa menyebut Riko sebagai anak seorang polisi.

Razid, paman Elisa, menyebut Riko adalah anak dari A, seorang anggota Polri yang berdinas di Polsek Banjarsari, Lebak. "Iya betul (anak polisi). (Polsek) Banjarsari," jelas Razid.

Informasi mengenai Riko adalah anak polisi, tambah Razid, diketahui dari ayah korban.

 

Tolak Diajak Pacaran Lagi

Elisa Siti Mulyani, mahasiswa Pandeglang dibunuh mantan kekasihnya sendiri, Riko Arizka.

Insiden pembunuhan ini terjadi di Jalan Stadion Badak, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (8/2) malam. Dan menjadi trending di Twitter pada Sabtu, (11/2/2023) pagi.

Ayah pelaku diduga merupakan anggota kepolisian yang bertugas di wilayah hukum Polres Lebak.

Riko tega membunuh mantan kekasihnya lantaran sakit hati korban memiliki kekasih baru usai putus dengannya.

Riko dan Elisa sebelumnya menjadi hubungan asmara selama lima tahun. Menurut informasi yang beredar, korban menolak diajak berpacaran kembali dengan pelaku.

 

Polri Utamakan Transparansi

Polisi angkat bicara mengenai kabar yang menyebut Riko sebagai anak seorang polisi. Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton berjanji pihaknya akan mengutamakan transparansi.

"Intinya kita mengutamakan transparansi mau siapapun orangnya, kalau memang dia terbukti (bersalah) secara hukum, bisa dibuktikan dengan alat bukti yang ada, bisa dibuktikan dengan unsur-unsur perbuatannya, tetap normatif, penegakan hukum," jelas Shilton.

Shilton menyebut pihaknya tidak melihat latar belakang dari pelaku. Bila alat bukti cukup, sesegera mungkin perkara ini akan dilimpahkan ke jaksa dan pengadilan. "Fokus kita perbuatannya disesuaikan unsur pasal dan alat bukti," lanjutnya.

 

Dihantam Kloset 2 Kali

Pembunuhan ini terbongkar setelah ditemukannya mayat Elisa di area semak-semak, Kampung Cidangiang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polisi gerak cepat meringkus Riko di tempat tinggalnya di Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Jumat (10/2/2023).

Hasil penyidikan sampai Minggu, pelaku diduga menghabisi nyawa Elisa pakai kloset. Pelaku menghantamkan kloset ke tubuh Elisa sebanyak 2 kali.

Dalam keterangannya, Riko mengaku tega menghabisi nyawa Elisa dengan kloset jongkok lantaran sakit hati dan cemburu. Pelaku merasa dikhianati oleh korban.

 

Harap Orang Tua Elisa

Kita harapkan polisi objektif yah, meskipun kita tahu, kita dengar pelaku ini anak polisi aktif di Banjarsari (Lebak)," kata Tubagus Hadi Mulyana. "Kami percayakan kepada pihak Ke polisian untuk mengusut tuntas masalah ini. Apakah ini direncanakan, mereka yang lebih tahu itu," tambahnya. Sempat datangi rumah korban Motif pembunuhan di Pandeglang, Banten dikaitkan dengan hubungan asmara antara korban dan pelaku.

Sebelum pembunuhan terjadi, pelaku sempat mendatangi rumah korban di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (8/2/2023) pagi. Kedatangan Riko, untuk Beri Kado Ultah ke Korban.

 

Riko Minta Ayah Elisa

Sekaligus meminta bapak korban, Tubagus Hadi Mulyana menjembatani agar tidak putus dengan Elisa. "Pelaku datang ke rumah keluarga dan meminta bapak korban untuk memfasilitasi agar mereka tidak putus," kata juru bicara keluarga Elisa, Razid Chaniago, Jumat (10/2/2023).

Menurut Razid, saat itu bapak korban tidak berbicara panjang lebar dengan Riko. Hal ini lantaran ia perlu menanyakan masalah tersebut pada korban. "Kata bapak korban 'Nanti diobrolkan dulu dengan Elisa, karena bapak tidak tau permasalahannya'," kata Razid menirukan pembicaraan bapak korban. Riko dan Elisa, saling bertetangga. Jarak rumah keduanya di Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, hanya ratusan meter saja.

Kini Pelaku Menyesal: Saya Khilaf Fakta Pembunuhan Elisa di Pandeglang. n bdn/erk/jk/rmc

Berita Terbaru

Prabowo, Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis

Prabowo, Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis

Jumat, 11 Sep 2026 08:00 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Prabowo menginstruksikan pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. Instruksi tersebut langsung d…

Raisya Bawazier, Dapat Nafkah Pasca Cerai Rp 120 juta

Raisya Bawazier, Dapat Nafkah Pasca Cerai Rp 120 juta

Jumat, 11 Sep 2026 07:57 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com – Aktris Raisya Bawazier menerima total nah pasca-perceraian sebesar Rp 120 juta dari suaminya, Muhammad Zidan. Kesepakatan tersebut d…

Jumat Berkah: Rekayasa Kasus Diharamkan Mutlak

Jumat Berkah: Rekayasa Kasus Diharamkan Mutlak

Jumat, 11 Sep 2026 07:55 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 07:55 WIB

Surat Al-Baqarah ayat 188, Allah dengan tegas melarang manipulasi hukum untuk kepentingan segelintir orang. Ayat ini menegaskan bahwa menggunakan hukum…

PENGADILAN KHUSUS AGRARIA, DIANGKAT DPR, DITOLAK MA

PENGADILAN KHUSUS AGRARIA, DIANGKAT DPR, DITOLAK MA

Jumat, 11 Sep 2026 07:52 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 07:52 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pengadilan Khusus Agraria, dirumuskan dalam RUU Reforma Agraria di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Ikatan Hakim I…

Menkeu, Gaji Kopdes Ditanggung Negara

Menkeu, Gaji Kopdes Ditanggung Negara

Jumat, 11 Sep 2026 07:49 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 07:49 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, gaji kopdes untuk dua tahun pertama ditanggung oleh negara. Purbaya mengaku t…

ADA APA JAKSA PERCAYA AKTE HANTU 061/2018 ERICK WOWOR

ADA APA JAKSA PERCAYA AKTE HANTU 061/2018 ERICK WOWOR

Jumat, 11 Sep 2026 07:47 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 07:47 WIB

Kajari Surabaya Yth, Teknik riset jurnalisme investigasi saya dalam mencari kebenaran antara lain gali dokumen atau jejak material (material/paper trails)…