Ilmuwan: Cara Unik untuk Mengatasi Malaria

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Tim dari Jawaharlal Nehru University (JNU) India menemukan cara baru memerangi malaria. Mereka menargetkan lipid inang menggunakan obat antitumor.

Lipid adalah komponen penting dari sel yang terlibat dalam berbagai proses vital kehidupan, dan parasit malaria menargetkan beberapa molekul lipid ini untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dipimpin oleh Prof Shailja Singh di Pusat Khusus Pengobatan Molekuler di JNU, tim peneliti menguji agen antitumor dan menemukan bahwa agen tersebut mampu membersihkan sumber parasit, yang pada kemudian menyebabkan kematiannya.

Agen antitumor ini juga digunakan dalam pengobatan kanker karena mampu membunuh sel-sel yang membelah diri dengan cepat. Temuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal American Society for Microbiology menyimpulkan bahwa resistensi terhadap hampir semua obat antimalaria menjadi tantangan para ilmuwan dalam memberantas malaria.

Para peneliti mengatakan, terlepas dari keberhasilan kemoterapi berbasis artemisinin untuk melawan malaria, masih banyak anak yang meninggal karena malaria yang parah. Selain itu, upaya pemberantasan malaria terhalang oleh keterbatasan obat untuk menargetkan parasit gametosit yang dapat ditularkan dan Plasmodium vivax hypnozoites yang tidak aktif di hati.

Terapi yang ditargetkan pada inang dapat menjadi alternatif untuk menargetkan parasit malaria yang resistan terhadap obat. Terapi baru ini bertujuan untuk mengintervensi molekul inang, jalur, atau jaringan yang diperlukan untuk infeksi atau berkontribusi terhadap penyakit.

“Kami telah menggunakan obat antitumor yang telah dikenal untuk menargetkan lipid inang yang diperlukan untuk pertumbuhan dan penularan parasit malaria," kata tim peneliti dalam sebuah pernyataan seperti dilansir India Today, Minggu (12/2/2023).

Dengan penelitian ini, tim telah mengidentifikasi penggunaan medis baru dari agen antitumor yang sudah ada. "Aktivitas antiparasitnya yang kuat (seperti yang ditunjukkan oleh eksperimen) meningkatkan resolusi kami untuk menyediakan target obat baru untuk melawan resistensi obat pada parasit," kata Prof Singh.

Pandemi Covid-19 mengganggu kampanye melawan malaria. Akibatnya, terjadi peningkatan kasus dan kematian yang mengindikasikan bahwa malaria dapat menjadi konsekuensi lain yang mengerikan dari krisis ini. Sakshi Anand, mahasiswa PhD di bawah bimbingan Prof Singh, yang juga merupakan penulis pertama dari makalah tersebut mengatakan bahwa hasil penelitian ini sangat menjanjikan untuk masa depan pemberantasan malaria.hlt/mlr

Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…