Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Malang Gencarkan Program Urban Farming

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Malang H. Sutiaji saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian di Grand Mercure Kota Malang, Rabu (15/02/2023).
Walikota Malang H. Sutiaji saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian di Grand Mercure Kota Malang, Rabu (15/02/2023).

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang terus berupaya menguatkan ketahanan pangan Kota Malang. Maka dari itu, Dispangtan Kota Malang menggelar kegiatan penyusunan program penyuluhan pertanian di Grand Mercure Kota Malang pada Rabu (15/02/2023) siang.

Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko di tahun 2024. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan kota yang berdaulat dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Guna memaksimalkan ketahanan pangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini tengah menggencarkan program urban farming mengingat ketersediaan lahan pertanian di Kota Malang yang cenderung terbatas. Dispangtan Kota Malang mengungkapkan bahwa luas lahan pertanian produktif di Kota Malang hanya tersisa seluas 803 hektar.

Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk menyusun program penyuluhan pertanian tahun 2024 mendatang.

“Kira-kira dari masing-masing bidang itu apa saja program dan kegiatan untuk 2024 mengacu pada apa yang menjadi prioritas dari Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang. Salah satunya penguatan ketahanan pangan dan urban farming,” kata Slamet, Rabu (15/2/2023).

Slamet menuturkan bahwa para pelaku urban farming akan mendapatkan bantuan berupa bibit tanaman.

“Yang menjadi prioritas, kita menguatkan urban farming. Penguatan urban farming di tahun ini akan memberikan bibit tanaman cabai lagi,” ujarnya.

Terkait dengan urban farming agar hasil yang didapat lebih optimal, ia menyebut bahwa pihaknya berupaya mengembangkan mini food terintegrasi. Di mana dalam hal ini artinya, ada kegiatan urban farming secara hidroponik. Skema pengembangan urban farming akan dilakukan dengan mengintegrasikan bersama peternakan dan perikanan.

Hal tersebut, lanjut Slamet, akan didorong untuk dikembangkan di wilayah Kota Malang agar ketahanan pangan di tingkat keluarga, RT dan RW, dapat tertanggulangi.

"Itu kita dorong untuk dikembangkan di Kota Malang. Agar ketahanan pangan di tingkat keluarga, RT dan RW dapat tertanggulangi," tuturnya.

Saat ini, hampir seluruh kelurahan di Kota Malang telah memiliki pelaku urban farming. Dispangtan pun secara rutin menggalakkan lomba urban farming demi memaksimalkan ketahanan pangan di Kota Malang.

“Kemarin yang kita ikutkan lomba di masing-masing kelurahan ada perwakilan, jadi ada 57 kelurahan. Tapi yang di luar lomba juga masih banyak pelaku urban farming, hampir seluruh kelurahan ada. Kemarin yang juara ada di kelurahan Lesanpuro,” jelasnya.

Selain bagi pelaku urban farming, pihaknya mengaku telah menjadwalkan pemberian bantuan untuk petani tanaman pangan berupa benih jagung dan padi. Di samping itu, ia juga akan melengkapi beberapa kebutuhan sarana dan prasaranan (sarpras) penunjang.

“Di kegiatan pertanian tanaman pangan padi, kami memberikan fasilitasi benih padi, jagung, sarana prasarana, seperti mesin traktor, kemudian ada power weeder, kemudian jaring untuk melindungi bulir-bulir padi agar tidak rusak oleh burung, juga pemberian racun tikus. Ini akan kita lakukan terus menerus dan berkelanjutan di setiap tahunnya,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga menyinggung terkait usulan pemberian insentif terhadap lahan pertanian sekaligus pemberian subsidi kepada para petani.

“Subsidi pertanian ada pupuk, traktor, bantuan alat-alat lainnya, dan benih juga. Tadi kita usulkan pemberin insentif, jadi lahan yang dilindungi nanti ada insentifnya,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan bahwa terdapat keluhan dari para petani terkait penurunan harga gabah kala panen raya. Namun, ia menilai jika beberapa keluhan dari para petani tersebut nantinya akan dapat teratasi.

Ia pun akan meminta pemerintah pusat untuk memberikan standarisasi harga pasar sehingga tidak merugikan petani.

“Keluhan dari petani itu rata-rata ketika panen raya, harga gabah itu kan turun. Kalau itu kan bukan kebijakan kami. Kami sekedar mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk harus ada standarisasi masalah harga pasar,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Malang ini menambahkan bahwa kendala lain yang dirasakan petani yakni berkaitan dengan inovasi teknologi yang diharapkan terus berkembang sehingga dapat meningkatkan produksi.

Sutiaji menyebut, pihaknya akan berkolaborasi dengan menggandeng berbagai pihak sehingga inovasi teknologi yang masuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di tengah kondisi keterbatasan lahan.

Lebih lanjut, ia juga meminta untuk mengumpulkan para penyuluh agar nantinya bisa menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi.

“Tentu kami harapkan ada inovasi teknologi yang masuk sehingga kemampuan produksi semakin bagus. Ini nanti saya meminta agar dikumpulkan para penyuluh. Terus nanti kita jalin kerjasama dengan perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi yang punya fakultas ilmu pertanian, terutama padi,” ucapnya.

“Dan mungkin, karena ini berbicara ketahanan pangan. Jadi bisa dikembangakan untuk yang lain. Ini tadi kan karena masih ditingkat masalah banyak gerakan kelompok tani (Gapoktan). Itu yang akan kita kuatkan,” pungkasnya. mlg

Berita Terbaru

Hardiknas 2026, Bupati Gus Fawait Kurangi Kemiskinan Lewat Pendidikan

Hardiknas 2026, Bupati Gus Fawait Kurangi Kemiskinan Lewat Pendidikan

Selasa, 05 Mei 2026 06:20 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 06:20 WIB

SURABAYAPAGI : Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jember digelar dengan cara berbeda. Bupati Jember, Gus Fawait, memilih …

Pelepasan Jamaah Haji Jember 2026, Bupati Gus Fawait Tekankan Ibadah dan Kesehatan

Pelepasan Jamaah Haji Jember 2026, Bupati Gus Fawait Tekankan Ibadah dan Kesehatan

Selasa, 05 Mei 2026 06:15 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 06:15 WIB

SURABAYAPAGI : Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pelepasan dan doa bersama bagi 2.956 calon jamaah haji tahun 2026 di Balai Serba Guna Kaliwates, Senin …

Pasar Tradisional Naik Kelas, Wakil DPRD Surabaya Minta PD Pasar Lakukan Rebranding Total

Pasar Tradisional Naik Kelas, Wakil DPRD Surabaya Minta PD Pasar Lakukan Rebranding Total

Selasa, 05 Mei 2026 06:00 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 06:00 WIB

Surabaya Pagi – Upaya memaksimakan pergergerakan ekonomi kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya berkomintmen  membenahi pasar tradisional dengan program re…

Polres Jember Periksa Penyelewengan BBM Subsidi

Polres Jember Periksa Penyelewengan BBM Subsidi

Selasa, 05 Mei 2026 05:55 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI :  Kepolisian Resor (Polres) Jember melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi …

Polda jatim musnahkan 22kilo kokain temuan Sumenep

Polda jatim musnahkan 22kilo kokain temuan Sumenep

Selasa, 05 Mei 2026 05:50 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI : Kepolisian Daerah Jawa Timur memusnahkan narkotika jenis kokain seberat 22,22 kilogram yang ditemukan di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep, …

Partai Ummat : Kegelisahan Amien Rais

Partai Ummat : Kegelisahan Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 22:50 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:50 WIB

SURABAYAPAGI : Amien Rais menyoroti kedekatan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Presiden Prabowo Subianto. Amien menilai kedekatan tersebut…