SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tahun kabisat adalah tahun yang terjadi 4 tahun sekali, pada saat itu 1 tahun tak lagi terdiri dari 365 hari tetapi ada 1 hari tambahan yang menjadikan tahun kabisat menjadi 366 hari di dalamnya.
Satu hari tersebut adalah tanggal 29 Februari, sehingga orang yang lahir pada tanggal tersebut adalah orang yang sangat unik dan langka, mengingat tanggal lahirnya hanya akan terulang 4 tahun sekali.
Selain itu, mereka yang lahir pada 29 Februari disebut dengan leapling atau leapers. Pasalnya, mereka tidak menunggu 4 tahun untuk merayakan ulang tahunnya. Kebanyakan dari mereka akan merayakan ulang tahunnya pada 28 Februari atau 1 maret.
Seperti yang hari ini dilakukan oleh Fibriyanti (46), warga Perumahan Griya Permata Meri, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Wanita yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Sekretaris Daerah Kota Mojokerto mendapat kejutan perayaan dari seluruh bawahannya.
Sebelumnya ibu tiga anak ini juga mendapat pesta kejutan saat melaksanakan dinas luar di Kabupaten Berau Kalimantan Timur.
Bahkan Yanti sapaan akrabnya, mendapat kesempatan spesial merayakan langsung pesta ulang tahun dengan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan seluruh Kepala OPD Pemkot Mojokerto.
"Senang campur malu, karena saat itu Bu Wali dan Kepala OPD ikut menyaksikan prosesi ultah sederhana tiup lilin," ujarnya.
Di hari kelahirannya yang ke 46 tahun, istri dari Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung MS ini berharap selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan tulus. Ia juga berdoa diberi kesehatan, keselamatan dan umur yang panjang.
"Semoga di usia yang tak muda lagi bisa lebih sabar dan bijaksana dalam menyikapi hidup," pungkasnya.
Sekedar informasi, orang yang lahir pada 29 Februari juga disebut spesial. Karena mereka lahir dengan peluang 1 banding 1.461 atau sekitar 0,068 persen. Inilah yang membuat mereka yang lahir pada 29 Februari berjumlah sangat sedikit. Diperkirakan hanya ada sekitar lima juta leapling di seluruh dunia. Dwi
Editor : Redaksi