Kurang Sosialisasi, Warga Desa Ngawen Minta Proyek Parkir Khusus Truk Ditunda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana FGD Sosialisasi Pembangunan Parkir Khusus Truk di Pendopo Kecamatan Sidayu, Rabu (1/3). SP/Grs
Suasana FGD Sosialisasi Pembangunan Parkir Khusus Truk di Pendopo Kecamatan Sidayu, Rabu (1/3). SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik berencana membangun parkir khusus truk dan dump truk di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu. Namun, proyek yang bakal menelan anggaran sekitar Rp3 miliar tersebut dikeluhkan warga lantaran belum ada sosialisasi.

Kepala Desa Ngawen Abdul Ghofur mengaku  beberapa hari ini pihak desa selalu ditanyai warga mengenai proyek di selatan Puskesmas Sidayu. Padahal tak pernah ada pemberitahuan. 

"Kami selalu ditabraki warga soal proyek ini. Padahal kami belum dikabari sama sekali. Kegiatan ini bisa dibilang telat. Sehingga harus sosialisasi di desa," kata Ghofur, saat FGD Sosialisasi Pembangunan Parkir Khusus Truk di Pendopo Kecamatan Sidayu, Rabu (1/3/2023). 

Hadir dalam sosialisasi ini Kabid Tata Kelola Prasarana Perhubungan Dishub Gresik Arditra Risdiansah, anggota DPRD Gresik Mustajab dan Hamzah Takim, Kapolsek Sidayu AKP Khairul Alam, Danramil Sidayu Kapten Inf. Nur Khamim dan perangkat Desa Ngawen. 

Dijelaskan Ghofur, selama ini lokasi proyek parkir sebelumnya sering dijadikan para pemuda Ngawen untuk bermain sepakbola. Belum lagi terkait 12 makam yang terdampak. "Tentu hal ini perlu dipikirkan," ungkapnya. 

"Kami juga meminta agar masyarakat diprioritaskan, khususnya kalau ada lowongan pekerjaan," imbuhnya. 

Anggota DPRD Gresik Mustajab menjelaskan bahwa proyek parkir khusus truk dilatarbelakangi adanya aturan jam bebas operasional kendaraan besar yakni pagi pukul 05.00-08.00 WIB dan sore pukul 15.00-18.00 WIB. Akan tetapi banyak sopir yang melanggar. 

"Beberapa tahun ini sudah tidak terkendali. Pagi-pagi banyak truk. Bahkan tak jarang menyebabkan banyak pengendara sepeda motor kecelakaan. Ada juga truk yang mogok di jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Mudah-mudahan ada penertiban kembali sesuai Perbup Gresik," ujar Mustajab. 

Kepada Dishub Gresik, dia mengingatkan terkait amdal lalu lintas agar dipersiapkan. Termasuk soal saluran air dan retribusi parkir truk dari luar kota. "Untuk itu perlu ada komunikasi antara Dishub Gresik dengan Pemerintah Desa Ngawen. Apalagi nanti terkait fasum maupun fasos," tegasnya. 

Senada, Kapolsek Sidayu AKP Khairul Alam mengatakan pihaknya sempat meminta agar pengerjaan proyek sementara dihentikan terlebih dahulu karena kurang ada komunikasi dan koordinasi. Padahal tujuan dari proyek ini untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi kecelakaan. 

"Saya kemarin minta proyeknya dihentikan dulu. Agar sama keluarga makam ada musyawarah. Termasuk dengan bentuk site plan," ucapnya. 

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan terkait parkir kendaraan saat malam hari. "Petugas dishub jaga sampai jam berapa. Jangan sampai malah membuat kamtibmas terganggu," pintanya. 

Menanggapi keluhan tersebut, Kabid Tata Kelola Prasarana Perhubungan Dishub Gresik Arditra Risdiansah menerangkan, keberadaan parkir khusus di lahan seluas 1,4 hektare tersebut bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat truk melanggar jam operasional. 

"Nantinya pada jam bebas truk, kendaraan akan diarahkan ke parkir khusus yang sedang kami buat ini," terangnya. 

Berkaitan permintaan warga untuk sosialisasi di Balai Desa Ngawen pihaknya berjanji akan segera dilaksanakan. "Segera kami jadwalkan, harapan kami adanya tempat parkir ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir," pungkasnya.

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…