'Ayah, Mengapa Tega Buang Aku di Tepi Hutan,' Itulah Tangisan si Bayi Bila Dapat Bicara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasat Reskrim AKP Tika Pusvita Sari kunjungi si bayi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. SP/Lestariono
Kasat Reskrim AKP Tika Pusvita Sari kunjungi si bayi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Mungkin itu teriakan  si bayi yang waktu itu baru berusia 3/4 hari sejak ditemukan oleh Uji Pangestu (22) ditepi hutan desa Plumbangan Kec.Doko Kabupaten Blitar (29/3-23) pukul 23.30.

Temuan bayi laki-laki oleh Uji Pangestu ditepi hutan desa Plumbangan Kec Doko Kabupaten Blitar adalah sebuah rekayasa UP, untuk kelabui petugas dan keluarganya. Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvita Sari S.IK.

Menurutnya, skenario tersebut diketahui petugas saat UP terungkap adlaha ayah kandung si bayi. Berdasarkan pengakuan UP kepada Unit PPA Reskrim Polres Blitar, ia tega merekayasa penemuan bayi untuk menutupi perbuatannya sehingga keluarga tidak curiga.

"Jadi untuk bikin alibinya (saat kejadian pembuangan) seolah olah UP tidak ada di TKP pembuangan, dirinya lah yang temukan bayi itu, agar keluarganya tidak curiga, setelah dilakukan pendalaman dalam pemeriksaan, ternyata UP sendiri yang buang bayi itu," kata ibu Kasat Reskrim Polres Blitar yang ramah ini.

Masih menurut AKP Tika Pusvita Sari, setelah menerima laporan temuan bayi di tepi hutan Jati Plumbangan, pihaknya segera menindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan, olah TKP sampai termasuk meminta keterangan beberapa saksi, akhirnya Petugas temukan titik terang atas temuan bayi itu.

"Memang kita setelah lakukan pemeriksaan TKP, kita melakukan penyisiran di beberapa Rumah sakit atau Puskesmas seperti di wilayah Kec Wlingi, Puskesmas  Kesamben juga  Puskesmas Doko, bahkan di Puskesmas di Kec Selorejo dan Puskesmas Gandusari, kenyataanya tidak ada persalinan di puskesmas puskesmas itu pada hari Rabu (29/3) atau sebelumnya," tambah AKP Tika seizin Kapolres Blitar AKBP Anhar Arliya Rangkuti S.IK.

Seperti diketahui sebelumnya pada Rabu (29/3) malam sekitar pukul 23.30, Uji Pangestu/UP mengaku telah menemukan bayi yang tergolek di tepi hutan jati di Desa Plumbangan Kec Doko dengan terbungkus selimut, disisi bayi ada seperangkat peralatan bayi, susu dan botolnya, dan pengakuan  UP bayi tersebut dibawa pulang ke rumahnya. (baca SP Kamis, 30/3).

Masih menurut Istri Perwira TNI-AL ini, pihaknya juga melakukan penyisiran di RS wilayah Kota Blitar termasuk RS Aminah, karena pihaknya menerima foto-foto yang diperolehnya tampak UP duduk di bangku ruang tunggu RS Aminah, kenyataannya menunggu AT untuk melahirkan si bayi tersebut.

"Antara UP dan AT ini berselisih dan bertengkar, karena AT menghendaki bayi yang baru dilahirkan itu untuk dititipkan ke Panti Asuhan, rupanya UP tidak setuju, dan berujung pembuangan bayi itu dengan dalih UP, menemukan bayi ditepi Hutan Desa Pumbangan, Kec Doko, kini masih kita lakukan pendalaman atas kasus ini," pungkas AKP Tika Pusvita Sari sambil membopong dan memeluk si bayi tersebut. Les

Berita Terbaru

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Oleh Deni Wicaksono Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur…

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI, Sumenep - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemuda Karang Taruna Laskar Obor menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi…

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…