Mengganggu dan Berbahaya, Paris Larang Gunakan Skuter Listrik di Jalanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengguna skuter sewaan sedang melewati jalanan di Paris. SP/ SBY
Pengguna skuter sewaan sedang melewati jalanan di Paris. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Paris - Sebagian besar mayoritas warga di Paris melakukan voters untuk memutuskan melarang menggunakan skuter listrik di tengah kota karena mengganggu dan berbahaya. Pernyataan yang akan diajukan dalam mini-referendum di City Hall pada Minggu (02/04/2023) kepada para warga adalah "mendukung atau menentang skuter di Paris?".

Larangan skuter tetap mendapatkan suara lebih banyak dengan jumlah suara antara 85,77% - 91,77% di 20 distrik Paris yang menerbitkan hasil. Pemungutan suara itu tidak mengikat tetapi pemerintah kota telah berjanji untuk mengikuti hasilnya.

Wakil walikota Paris untuk transportasi, David Belliard mengatakan skuter banyak terlibat dalam ratusan kasus kecelakaan. 

Bagi Paris, penggunaan skuter elektrik juga lebih merusak lingkungan daripada berjalan kaki atau naik sepeda atau bus, serta dianggap terlalu cepat untuk berada di tengah kota yang sudah padat. Padahal, Paris adalah kota bersejarah dan kepemilikan ruang di sana sangatlah mahal. 

"Mereka (penggunaan skuter) menciptakan perasaan tidak aman secara keseluruhan di ruang publik, terutama bagi orang yang paling rentan, saya memikirkan manula atau penyandang disabilitas," ujarnya, Rabu (05/04/2023).

Ada kekhawatiran yang muncul soal cara beberapa orang mengendarai skuter, berkelok-kelok melewati lalu lintas, menghindari pejalan kaki di trotoar, dan mencapai kecepatan 17 mph (27 km / jam).

Pengendara sering tidak memakai helm dan anak-anak berusia 12 tahun dapat secara legal menyewa skuter listrik. 

Ada juga kritik bahwa kumpulan skuter listrik yang diparkir mengotori trotoar. Skuter yang terbengkalai juga menjadi masalah yang signifikan di Paris, dengan banyak ditemukan di taman dan alun-alun kota.

Pada tahun 2021, seorang wanita Italia berusia 31 tahun tewas setelah ditabrak oleh skuter listrik yang membawa dua orang. Dia jatuh dan kepalanya membentur trotoar, hingga membuatnya menderita serangan jantung.

Tetapi operator skuter listrik berpendapat bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian kecil dari keseluruhan kecelakaan lalu lintas di kota.

Larangan akan mulai berlaku pada akhir Agustus, ketika kontrak operator skuter kota berakhir. Namun, larangan ini tidak berpengaruh bagi e-skuter milik pribadi.

Sementara itu, operator skuter sewaan dengan cepat menanggapi berita ini.

"Konsekuensi sebenarnya adalah untuk 400.000 pengguna bulanan kami, untuk 800 karyawan Dott di Paris. Kemudian, itu juga untuk penduduk karena, secara matematis, jika kita mengurangi skuter, itu lebih banyak kejenuhan di angkutan umum dan lebih banyak kendaraan pribadi," kata Nicolas Gorse, kepala bisnis operator skuter Dott.

"Skuter telah menjadi musuh terbesar saya. Saya takut pada mereka," kata Suzon Lambert, seorang guru berusia 50 tahun yang tinggal Paris.

"Paris telah menjadi semacam anarki. Tidak ada ruang lagi untuk pejalan kaki," tambahnya.

Warga Paris lainnya mengatakan kepada BFMTV "Ini berbahaya, dan orang-orang menggunakannya dengan buruk. Aku muak," katanya.

Julian Sezgin, remaja 15 tahun, mengatakan sering melihat sekelompok dua atau tiga remaja dengan e-skuter meluncur melewati mobil di jalan yang sibuk.

"Saya menghindari e-skuter dan lebih memilih e-bike karena, menurut saya, lebih aman dan lebih efisien," tutupnya.

Di balik banyaknya yang setuju larangan e-skuter di kota Paris, sebagian suara juga menentang karena mereka terbantu dengan skuter bepergian. dsy/dc/kmp/l6

Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkot Tambah dan Perbaikan Fasilitas Taman Kota Surabaya

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkot Tambah dan Perbaikan Fasilitas Taman Kota Surabaya

Minggu, 13 Sep 2026 14:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya agar masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah ruang bermain, berolahraga, berkumpul, hingga beraktivitas sosial dengan…