Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan dalam rangka menentukan langkah penyelesaian proyek pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-alun Kota Kediri. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, saat konferensi pers di kantor Dinas PUPR, Kamis (5/2/2026).

Menurut Endang, proses hukum proyek RTH dimulai sejak dilakukan konsiliasi antara Pemkot dan pihak penyedia. Selanjutnya, Pemkot mengajukan permintaan LO kepada Kejaksaan Negeri Kota Kediri untuk mendapatkan kepastian hukum atas sengketa yang terjadi.

“Prosesnya kami awali dengan konsiliasi, kemudian kami meminta legal opinion dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri. LO ini harus dipaparkan ke Kejaksaan Tinggi. Secara normal membutuhkan waktu sekitar dua bulan,” terang Endang.

Karena proyek Alun-alun dinilai bersifat strategis dan memerlukan percepatan, lanjutnya, Pemkot telah berkoordinasi intensif dengan Kejaksaan agar proses penerbitan LO bisa lebih cepat.

“Insya Allah bisa dipercepat. Prosesnya dimulai Februari ini, dan kami perkirakan LO dapat keluar sekitar Maret atau April. Setelah itu baru bisa diputuskan langkah selanjutnya,” ujar Endang.

Endang menyatakan, keputusan pasca terbitnya LO akan menjadi dasar penting dalam menentukan apakah proyek akan dilanjutkan, diperkuat, atau dibongkar.

“Yang jelas, keputusan membangun kembali atau tidak itu baru bisa ditetapkan setelah legal opinion keluar. Tahapan dan langkah-langkahnya nanti akan dijelaskan secara rinci di dalam LO tersebut,” ujarnya.

Terkait penggunaan sementara oleh masyarakat, Endang menegaskan kawasan Alun-alun belum diperkenankan untuk digunakan karena statusnya masih dalam sengketa.

“Belum boleh digunakan karena sengketa belum clear. Masih terjadi semacam perang bukti. Kalau digunakan lalu terjadi kerusakan tambahan, itu berpotensi menimbulkan kerugian negara,” katanya.

Dalam pemaparannya, Endang juga menyebutkan hasil kajian teknis yang menunjukkan bahwa struktur utama dua lantai dari bangunan hasil pengerjaan proyek tidak layak.

“Dari penilaian tenaga ahli, mutu beton tidak sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak. Artinya, pekerjaan yang tidak sesuai spek itu tidak boleh dibayar,” tegasnya.

Ia menambahkan, beberapa bagian pekerjaan proyek yang dinilai masih bisa diperhitungkan untuk pembayaran di antaranya saluran, sebagian landscape, sebagian MEP, serta sanitasi.

“Mengenai progres fisik, kita tidak lagi berpatokan pada klaim persentase progres. Yang menjadi acuan adalah hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit ini tidak menilai persentase progres, tetapi menghitung mana pekerjaan yang bisa dibayar dan mana yang tidak,” jelas Endang.

Terhadap klaim penyedia bahwa pekerjaan terpasang hampir mencapai 80 persen dari nilai kontrak sekitar Rp17 miliar, Endang menegaskan bahwa Pemkot Kediri tidak dapat memenuhi klaim tersebut.

“Prinsip kami jelas, pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi tidak bisa dibayar. Inilah yang menyebabkan selisih nilai klaim dengan hasil perhitungan menjadi sangat jauh,” pungkasnya.

Pemkot Kediri menegaskan akan terus menunggu LO dari Kejaksaan sebagai dasar utama untuk memastikan penyelesaian proyek pengembangan Alun-alun Kota Kediri berjalan sesuai aturan hukum dan tidak merugikan keuangan negara. Can

Berita Terbaru

Ditarget Rampung 2027, Wali Kota Prioritaskan Anggaran Fasilitas Pendidikan Surabaya

Ditarget Rampung 2027, Wali Kota Prioritaskan Anggaran Fasilitas Pendidikan Surabaya

Senin, 12 Okt 2026 11:43 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pembangunan sarana dan prasarana sekolah menyusul laporan kekurangan ruangan kelas di SDN Semolowaru IV Kota…

Pemkot Kediri Dorong Pembinaan dan Prestasi Olahraga Catur, Diikuti Ratusan Atlet

Pemkot Kediri Dorong Pembinaan dan Prestasi Olahraga Catur, Diikuti Ratusan Atlet

Senin, 12 Okt 2026 11:36 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya dalam mendorong pembinaan atlet catur termasuk dengan turnamen untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi…

Promosikan Wisata Pesisir, Pemkab Trenggalek Manfaatkan Jambore Komunitas Skuter

Promosikan Wisata Pesisir, Pemkab Trenggalek Manfaatkan Jambore Komunitas Skuter

Senin, 12 Okt 2026 11:07 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Guna mempromosikan destinasi wisata pesisir sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Usulkan Pembangunan Pos Jaga dan Palang Pintu KA, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp1,2 Miliar

Usulkan Pembangunan Pos Jaga dan Palang Pintu KA, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp1,2 Miliar

Senin, 12 Okt 2026 11:00 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka pembangunan pos jaga, palang pintu di empat perlintasan sebidang, serta perangkat pendukung di dalamnya, saat ini…

Dinas ESDM Diminta Tingkatkan Penertiban Tambang Sirtu di Sejumlah Titik

Dinas ESDM Diminta Tingkatkan Penertiban Tambang Sirtu di Sejumlah Titik

Senin, 12 Okt 2026 10:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 10:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah di…

HUT ke-81 Jatim, Blegur Prijanggono Dorong Penguatan Pelayanan Publik

HUT ke-81 Jatim, Blegur Prijanggono Dorong Penguatan Pelayanan Publik

Senin, 12 Okt 2026 10:10 WIB

Senin, 12 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki usia ke-81 pada 12 Oktober 2026, Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan sekaligus memperkuat perannya sebagai…