Prabowo vs Mega dan Anies, Pemenangnya....

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul ini bisa berbau mistis. Pertarungan tiga capres ini masih gaib. Anak bangsa Indonesia belum dapat melihat akal manusia yang biasa. Why?

Prabowo, masih deklarasi di koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) antara Partai Gerindra dan PKB. Sementara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang terbentuk oleh tiga parpol yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mudahkah menyatukan ego Ketua umum Parpol untuk membiarkan salah satu Ketua Umum Parpol lain maju jadi capres dan cawapres 2024?

Apalagi saat wacana membentuk koalisi besar bernama koalisi kebangsaan, tidak merangkul PDIP. Sementara PDIP yang tidak menghadirkan Ketumnya, Megawati, mengusulkan RI-1 harus dari kader PDIP? Lho? Kok gampang banget usulnya PDIP?

Tak sampai satu Minggu pertemuan Ketum lima parpol, tiba tiba Ketua Umum PDIP Megawati bicara politik itu dinamis. Apa yang masuk kriteria dinamisnya politik versi Megawati.

Pada kurun waktu yang sama,Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyatakan kemungkinan dirinya diusung menjadi calon presiden oleh koalisi besar atau Koalisi Kebangsaan pada Pilpres 2024. Nah. Dinamis sekali perkembangan pasca Koalisi Besar yang dibahas lima ketum parpol koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.

Seketika ributnya koalisi perubahan yang mendeklarasikan Anies Baswedan, tenggelam.

Juga PDIP, terkesan "Binggung". Sampai saya membuat catatan ini belum ada parpol lain yang bisa diajak berkoalisi PDIP jelang Pilpres 2024.

Pertanyaannya, apa mencuatnya wacana koalisi besar merupakan strategi sejumlah partai politik untuk "menyikut" capres dari PDIP dan NasDem, PKS dan PKS? Walahualam.

Minggu Minggu ini, PDIP yang selama ini pede dengan kadernya, tiba tiba membuka pintu koalisi.

Puan Maharani, salah satu Ketua DPP PDIP mengatakan akan mengundang koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bertemu di kantor PDIP. Ini bisa masuk jangkauan dinamuka politik.

Megawati yang selama ini lebih suka duduk di singgasananya bak kleting kuning, tiba tiba menyuruh semua kadernya turun ke lapangan. Padahal aksi turun lapangan merupakan tugas setiap legislator saat reses atau hadapi pemilu.

 

***

 

Prabowo usai bertemu Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas di kediamannya, Sabtu (8/4/2023) sudah mengklaim capres koalisi kebangsaan.

Ini dinamika jelang pendaftaran Capres dan Cawapres, 19 Oktober 2023-25 November 2023. PDIP menjadwalkan deklarasi 1 Juni 2023, bersamaan peringatan hari Lahirnya Pancasila.

Siapa kader yang akan dideklarasikan Mega?

Sejauh ini baru Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, yang masuk tokoh politik nyapres 2024 versi banyak lembaga survei.

Dari ruang publik saya membaca sosok Ganjar kurang berkenan di hati Ibu Mega. Sedangkan elaktibilitas Puan Maharani, sulit dikatrol dari rangking bawah? Siapa kader PDIP yang akan disorongkan jadi capres 2024.

Apakah kader itu ayam betina yang dituntut bertelor, atau ayam petarung bernyali Bangkok?

Literasi yang saya baca, ayam “Bangkok”  merupakan ayam yang berasal dari Negara Thailand yang telah diakui memiliki kualitas bagus sebagai ayam petarung. Ayam Bangkok dikenal memiliki sifat yang dapat bertarung sampai mati. Karakternya serupa dengan ayam liar yang sanggup bertarung demi mempertahankan daerah kekuasaannya. Siapa ayam Bangkok dari PDIP?

Berdasarkan kumpulan hasil survei dari sejumlah lembaga survei, saya tidak menemukan ayam petarung dari PDIP yang bisa dijagokan "bertarung" melawan Prabowo dan Anies, kecuali Ganjar Pranowo.

Realita politik wacana Koalisi besar ini , banyak menarik perhatian dari stakeholder Indonesia.

Termasuk para ketum parpol koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.

Pertanyaannya, bisakah Prabowo menjadi motor penggerak koalisi besar?. Ini bila Koalisi Kebangsaan benar terbentuk.

Riil politik saat ini dalam skema Koalisi Besar Prabowo Subianto capres paling populer ketimbang Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar. Apalagi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar.

 

***

 

Ada peristiwa politik aneh saat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyebut kalau aura Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagian telah berpindah ke Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Saya menyebut aneh, Kepala BIN ikut memberi penilaian terbuka tentang figur politisi.

Sebagian publik tau sosok Budi Gunawan? Ia pernah jadi ajudan Megawati. Dan anaknya juga kader PDIP. Konon Budi juga termasuk elite PDIP.

Pernyataan Budi Gunawan soal aura Prabowo, diungkap saat ia memberikan sambutan di acara peresmian Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Papua pada Selasa (21/3/2023) lalu.

Pernyataannya ini berawal ketika Budi Gunawan menyinggung mengenai Prabowo yang akhir-akhir ini sering mendampingi Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan. Kebersamaan dua tokoh nasional itu, kata Budi, membuat aura mereka mulai serupa.

"Seluruhnya mulai melihat ada aura-aura Pak Jokowi yang sebagian sudah pindah ke Pak Prabowo,” ucap Budi disambut gelak tawa tamu undangan yang hadir dalam acara itu.

Akal sehat saya menyebut pernyataan Budi Gunawan, ini memiliki muatan politik yang bukan sekedar basa-basi. Ini saya ukur dari kapasitas Budi, sebagai petinggi lembaga intelijen negara.

Catatan jurnalistik saya menulis Prabowo, termasuk capres yang memiliki elektabilitas serta representasi perolehan kursi di DPR RI.

Membaca hasil survei sampai bulan Maret lalu elektabilitas, Prabowo berada di posisi tertinggi dari seluruh Ketum Partai. Termasuk mengungguli Ketum Partai Golkar yang menempati kursi terbanyak di DPR RI.

Akal sehat saya berbisik dari semua ketua umum dengan elektabilitas paling tinggi dan berpotensi menang lebih kuat ke Prabowo Subianto.

Bersamaan peristiwa ini, ada video yang diunggah akun Instagram @fraksipartaigerindra pada Senin (27/3/2023). Video itu memperlihatkan saat Prabowo naik satu mobil dengan Jokowi. Ini saat kunjungan kerja ke Papua, pertengahan Maret lalu.

Sopan santun Prabowo, diperlihatkan. Ia saat itu hendak menumpangi mobil RI 1. Tampak ia menunggu Jokowi masuk lebih dahulu.

Menariknya, Presiden Joko Widodo meyakini elektabilitas Partai Gerindra dan Ketua Umumnya Prabowo Subiato menjadi yang tertinggi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ini apabila Prabowo, terus mendongkrak kerja-kerja kerasnya.

Keyakinan Jokowi disampaikan  melalui tayangan video di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai Gerindra pada hari ini, Senin, 6 Februari.

 

***

 

Saat ini lawan tanding Koalisi Besar yang nyata adalah Koalisi Perubahan yang diusung Partai NasDem, Demokrat dan PKS.

Ketiganya sudah resmi menandatangani piagam kerja sama sebagai koalisi pengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024.

Kini dengan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ke Mahkamah Agung (MA), elite partai Demokrat mencium sebagai salah satu siasat menghancurkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut upaya peninjauan kembali (PK) dari Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko diajukan setelah PD resmi mengusung Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024. AHY menyebut PK itu diajukan untuk menggagalkan Koalisi Perubahan.

"Sejak awal kami melihat banyak sekali kejanggalan, dalam arti secara hukum tidak ada hal yang menjadi celah. Dan itu sudah kami buktikan, dalam 16 kali sidang kami menang, 16-0 skornya. Tapi meski begitu, terus aja berupaya mengganggu dan memang pengajuan PK itu sehari setelah PD mengumumkan secara resmi, menominasi saudara Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024," beber AHY usai buka puasa.

Kini, AHY akan membawa masalah ini ke publik. Tujuannya agar rakyat tidak lengah dan terus memonitor perkembangan kasus tersebut.

Nah, kini ada tantangan untuk Koalisi Perubahan.  Manakala PK Moeldoko, dikabulkan MA, jumlah suara parpol yang mendukung Koalisi Perubahan, tergerus. Anies diprediksi tak bisa Ikut pendaftaran untuk pemilihan capres cawapres 2024.

Sepertinya peristiwa itu ada politik adu domba. Politik devide et impera, mesti dilihat sebagai sebuah strategi melemahkan Koalisi Perubahan.

Dengan dinamika politik akhir akhir ini, bisa jadi Koalisi besar juga hanya wacana, bukan keniscayaan.

Meski demikian, dari nama-nama elite yang masuk radar survei, tren elaktabilitas Prabowo, terus naik, mengungguli Ganjar, Anies dan apalagi Puan.

Catatan jurnalistik saya menyebut Prabowo pernah menghadapi capres dari PDIP, yakni Jokowi pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Dua kali 'beradu' dengan capres PDIP, Jokowi terpilih sebagai presiden.

Akankah kali ini Prabowo meniru jejak PM Malaysia Anwar Ibrahim, yang akhirnya bisa jadi pucuk pimpinan tertinggi Malaysia. Padahal ia berjibaku bertarung melawan Mahathir Muhammad, rival utamanya.

Prediksi saya bila pembentukan Koalisi Besar melewati wacana, Partai Demokrat AHY kalah di PK, dan Mega masih Ngotot ajukan Puan, pemenang Pilpres 2024 adalah Prabowo Subianto. ([email protected])

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…