Kapolda Jatim Sebut Forkopimda dan Masyarakat Perlu Waspadai Kelompok Terror

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto. Foto: SP/Timotius Devan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto. Foto: SP/Timotius Devan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Drs. Toni Harmanto, M.H. menyampaikan bahwa Forkopimda beserta masyarakat Jatim perlu membangun kewaspadaan atas kelompok teror yang menyebarkan keresahan. Kewaspadaan ini penting untuk dimiliki bersama dengan pemahaman atas moderasi.

Irjen Pol. Toni menyampaikan, Pemprov beserta Forkopimda dan masyarakat Jawa Timur perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok teror yang masih menyebarkan paham radikalisme di wilayah Jatim.

“Dari yang kami dapatkan dari Densus 88, aksi-aksi teror dan radikalisme ini terjadi karena beberapa faktor, yang pertama adalah masalah perbedaan paham agama atau ideologi, kemudian juga yang penting ini adalah faktor kemiskinan,” sebutnya, Selasa (12/4/2023).

Paham mengenai radikalisme disebut oleh Irjen Pol. Toni, bisa masuk dengan mudah ke masyarakat dengan perekonomian rendah karena, kelompok tersebut memanfaatkan kondisi mereka yang seakan merasakan ketidakadilan dan memanfaatkan narasi mengenai penyimpangan dari oknum aparat pemerintah yang saat ini sedang ramai.

“Ini yang jadi pencetus sehingga mereka memastikan, aparat pemerintah saja seperti itu, sehingga mereka permu melawan.” kata Irjen Pol. Toni.

Kemudian, ia melanjutkan, faktor lain yang mempengaruhi menyebarnya paham radikalisme yaitu kebijakan politik yang bisa dinarasikan untuk memojokkan kelompok tertentu, isu politik yang berkaitan dengan agama di Negara tertentu, serta kapitalisasi politik identitas yang bisa diidentikkan bisa menciptakan paham intoleran yang akan menjadi cikal bakal dari radikalisme. Semua itu disebut bisa menjadi akar munculnya persoalan intoleran hingga aksi kekerasan, bahkan terorisme yang tidak diinginkan.

“Ibarat sebuah pohon, bahwa kalau memang persoalan intoleransi ini adalah akarnya, kemudian dia akan tumbuh berkembang menjadi batang yaitu radikalisme. Kemudian dari situ memunculkan buah yaitu aksi terorisme ini. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah bisa hadir untuk warga-warga yang kurang mampu ini, sehingga mereka bisa merasakan kehadiran pemerintah bisa juga memperbaiki nasib hidup mereka, memperbaiki sikap berpolitik mereka dan sebagainya,” sebut Kapolda Jatim itu.

Di samping itu, Irjen Pol. Toni juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Khofifah serta Forkopimda Kabupaten/Kota atas perannya turut serta menjaga keamanan Jatim. Diketahui, hingga kini di bawah pimpinan Khofifah, 861 Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) telah direvitalisasi dan dibangun kembali.

"Di bawah kepemimpinan ibu Gubernur di Jatim sudah ada 861 Poskamling yang sudah terbangun kembali. Pengejawantahan terkait revitalisasi sangat diperlukan di Jatim," sebutnya.

Kapolda Jatim pun menekankan bahwa Forkopimda beserta masyarakat Jatim perlu membangun kewaspadaan atas kelompok teror yang menyebarkan keresahan. Kewaspadaan ini penting untuk dimiliki bersama dengan pemahaman atas moderasi.

"Semoga silaturahmi ini menjadi penunjang yang baik untuk kesepakatan bersama atas keamanan Jawa Timur dan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang baik. Kewaspadaan terhadap kelompok teror yang masih menyebarkan keresahan di Jatim harus dibangun. Moderasi memperbaiki sikap dan pandangan politik," tegasnya. dev

Berita Terbaru

Dari Tangki ke Kualitas Air, Electrolux Buka Mata Konsumen soal Pentingnya Pengurasan

Dari Tangki ke Kualitas Air, Electrolux Buka Mata Konsumen soal Pentingnya Pengurasan

Kamis, 29 Okt 2026 12:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 12:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebersihan air untuk mandi tidak hanya bergantung pada sumber air, tetapi juga kondisi perangkat yang digunakan untuk menampung dan m…

Cegah Penyimpangan, Pemkab Pantau Distribusi BBM di SPBU Pamekasan

Cegah Penyimpangan, Pemkab Pantau Distribusi BBM di SPBU Pamekasan

Kamis, 29 Okt 2026 11:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti agar antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tidak terulang kembali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lewat kegiatan Festival Literasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berupaya mendorong minat baca siswa SD dan SMP,…

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Progres pembangunan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) di Kabupaten Jember kini telah rampung. Sebanyak 129 unit KDKMP…

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sesuai tahapan dan ketentuan perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah menyiapkan anggaran Rp450 miliar…

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi dua warga negara Thailand yakni AD (20) dan FK (19), keduanya dipulangkan ke negara asal setelah…