PDIP, Tetap "Pede" dengan Capresnya 2024

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Sekjen PDIP Yakin akan Ulangi Kisah Sukses Pencapresan 2014 dan 2019

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ditengah riuhnya wacana Koalisi Besar usung Prabowo Subianto, sebagai capres 2024, tak membuat PDIP gentar. Tiga tokoh PDIP yaitu Djarot Saiful Hidayat , Hasto Kristiyanto dan Said Abdullah, yang baru ketemu Megawati, sama-sama percaya diri alias Pede tetap nyapreskan kadernya sendiri.

Sampai Minggu (16/4/2023) sore kemarin, beberapa staf kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro No. 58 Menteng Jakarta Pusat, masih yakin capres PDIP 2024, tetap kader PDIP. "Siapa? Kami belum tahu pasti. Kabarnya Pak Ganjar atau ibu Puan," kata anak muda berjacket merah.

"Pedenya" Megawati, kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, berdasarkan pengalaman ketika mendeklarasikan Jokowi sebagai calon presiden PDIP di 2014 dan 2019. Saat itulah sejumlah partai merapat kepartainya. Hasto meyakini kerja sama politik akan mengerucut setelah PDIP mendeklarasikan capresnya.

 

Tahapan Strategis PDIP

"Dalam sebuah tahapan-tahapan strategis secara empiris maka nanti setelah ibu ketua umum mengumumkan siapa capres dari PDI Perjuangan, dari pengalaman mengumumkan Pak Jokowi di situ akan terjadi konsolidasi pengerucutan dalam kerja sama tersebut," ucap Hasto, Sabtu malam (15/4).

Sebelumnya, Partai Golkar buka suara soal peluang PDIP gabung dengan koalisi besar. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan jika PDIP gabung koalisi besar maka harus ikut aturan main dalam koalisi besar.

"Prinsipnya kita terbuka, hanya saja kita pastikan bahwa kalau terbuka tentu harus ikut dalam aturan main di koalisi besar," kata Ace pada wartawan di Kantor DPP Golkar, Jakbar.

 

Umumkan Capres Lebih Dulu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, tak mau menanggapi pernyataan Ace Hasan Syadzily. Hasto malah mengatakan pihaknya ingin lebih dulu mengumumkan nama calon presiden (capres) yang diusung sebelum membahas masalah koalisi dengan partai lain.

Hasto menuturkan PDIP selama ini sebenarnya pun melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Namun, kata dia, sifatnya bukan untuk melakukan konsolidasi atau membahas koalisi.

"Apa yang dilakukan ujung-ujungnya kan akan berbicara siapa yang menjadi capres, siapa yang menjadi cawapres sehingga dalam konteks komunikasi politik yang dilakukan gagasan kerjasama (koalisi) besar sangat bagus, itu positif. Tetapi konsolidasi dari kerja sama itu akan terjadi setelah nanti diumumkan siapa capresnya dari PDIP," tutur dia di Jakarta, Sabtu (15/4).

Saat ditanya lebih lanjut soal apakah PDIP akan bergabung dengan koalisi atau berjalan sendiri, Hasto tak menjawabnya secara gamblang.

 

Manuver Pragmatis di DPR

Hasto menyebut PDIP memiliki spirit membangun kerja sama dengan gotong royong yang merupakan saripati Pancasila. Ia turut menyinggung pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, proses konsolidasi sedikit terhambat lantaran banyaknya manuver dan kerja sama pragmatis di DPR.

"Kami ingin kerjasama itu didasarkan pada suatu platform agenda pemerintahan, misalnya terakit dengan pangan PDIP mendorong kedaulatan pangan sehingga akan sulit misalnya kerja sama dengan partai yang hobinya adalah impor pangan misalnya," kata Hasto.

’Posisi kita sudah jelas, posisi kita adalah seluruh ustad, seluruh ulama, seluruh dai yang tergabung dalam Baitul Muslimin Indonesia, yang tergabung dalam PDI Perjuangan, betul-betul memperjuangkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat menutup pelatihan, Sabtu (15/4/2023).

 

PDIP Tolak Politik Identitas

Dia menegaskan, PDIP menolak politik identitas. Apalagi menggunakan nilai agama hanya untuk memperebutkan kekuasaan. ’’Menolak politik identitas, dan menggunakan nilai-nilai Islam semata-mata hanya untuk memperebutkan kekuasaan dengan berbagai cara," ucapnya.

’’Kita benar-benar harus mampu membangun toleransi, harga menghargai satu sama lain, membangun ukhuwah islamiyah persaudaraan sesama umat muslim, membangun ukhuwah wathaniyah sesama anak bangsa, dan ukhuwah insaniyah sesama umat manusia, kita dilarang untuk mencaci maki,

menyebarkan berita hoaks, menebarkan kebencian hanya semata-mata merebut kekuasaan,” imbuhnya.

Karena itu, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pelatihan dakwah digital ini penting. DPP PDIP pun menugaskan Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Hamka Haq dan Ketua Badiklat PDIP Daryatmo Mardiyanto, melakukan pelatihan dakwah digital di seluruh Indonesia yang melibatkan seluruh tokoh-tokoh masyarakat.

 

Tak Mau Disebut Partainya Sombong

’’Sehingga benar-benar ketika kita memasuki Pemilu 2024 benar-benar menciptakan Indonesia yang aman, Indonesia yang damai, Indonesia yang menghargai satu sama lain, Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Djarot.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menepis kabar yang menyebut partainya mensyaratkan jatah capres jika bergabung dengan Koalisi Besar. Said enggan partainya dinilai sombong dengan mematok syarat tersebut, kendati PDIP memang memegang tiket penuh pencalonan.

"Enggak ada syarat-syaratan. Duduk dulu lah. Bangsa ini mau ke mana ke depan, karena seakan-akan PDIP sombong karena belum apa-apa bicara syarat. Kami tidak seperti itu," kata Said di kompleks parlemen. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…