Total Penukaran Uang Baru di Surabaya Hampir Capai Rp10 T

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penutupan pelayanan penukaran uang drive thru Kantor Perwakilan BI Jatim.
Penutupan pelayanan penukaran uang drive thru Kantor Perwakilan BI Jatim.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang lama dengan uang baru untuk tradisi membagikan angpau masih sangat tinggi menjelang Lebaran.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mempersiapkan total kuota uang baru di sebesar Rp24 triliun sejak awal bulan lalu di Jatim. Separuhnya dialokasikan bagi Kota Surabaya yakni sebesar Rp12 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Bandoe Widiarto mengungkapkan bahwa jumlah transaksi penukaran uang baru sudah terserap 80 persen dari total Rp12 triliun khusus untuk kuota Kota Surabaya saja.

"Kemarin penukaran terakhir, layanan dibuka sejak 25 Maret 2023. Khusus Surabaya kami sediakan Rp12 triliun untuk pemenuhan perbankan dan masyarakat, terserap 80 persen (hampir Rp10 Triliun)," kata Bandoe, Senin (17/4/2023).

Sedangkan sisa 20 persen kuota disiapkan untuk perbankan dalam pecahan besar Rp50.000 dan Rp20.000.

"Pecahan Rp50.000 an nantinya untuk pemenuhan mesin ATM sehingga pada saat libur panjang lebaran tidak ada ATM yang kosong," ujarnya.

Layanan penukaran uang secara drive thru yang dibuka BI sejak tanggal 25 Maret hingga 16 Mei 2023 ini sudah melayani belasan ribu orang.

 "Catatan saya ada sekitar 15 ribu penukar yang dilayani drive thru ini, totalnya (penukaran) hampir Rp60 miliar," tuturnya.

Penukaran uang baru melalui layanan drive thru ini menggunakan dua metode. Yaitu model pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) dan tunai.

Langkah itu sengaja diambil untuk memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut, khususnya bagi para pekerja.

"Kegiatan ini tidak perlu turun dari kendaraan. Jadi cukup di mobil atau di motor masing-masing. Drive thru kami laksanakan setiap Sabtu dan Minggu," ucapnya.

Bandoe menuturkan, memang jumlah penukar yang melalui online paling banyak.

"Ternyata memang sebagian besar menggunakan QRIS karena di hari pertama itu memang kita masih memberlakukan dua sistem, menukar dengan uang cash atau tunai dan dengan kita QRIS," jelasnya.

Setelah dilakukan evaluasi, lanjut Bandoe, ternyata masyarakat sudah paham mengenai QRIS. Sehingga di minggu ketiga, jumlah penukar dengan uang tunai tinggal 5 persen dan di minggu keempat seluruh masyarakat yang menukarkan uang, semuanya menggunakan QRIS.

Artinya, mereka menukarkan saldo melalui QRIS dengan pecahan uang rupiah. Hal itu membedakan penerapan mekanisme pada kegiatan serupa pada tahun lalu.

"Setelah dievaluasi ternyata masyarakat sudah paham pakai QRIS, terbukti pada minggu kedua lima persen yang ‘go show’ atau dengan uang tunai, dan pada minggu ketiga serta keempat full semuanya sudah pakai QRIS. Jadi ini merupakan proses pembelajaran ternyata masyarakat Jatim sudah siap untuk digitalisasi," terangnya.

Sementara itu, layanan drive thru penukaran uang tanpa turun telah ditutup sejak Minggu (16/4/2023). sb

Berita Terbaru

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …

Sidang Perdana Kades Jenangan Ponorogo Diwarnai Kejanggalan, Barbukti Diduga Salah 

Sidang Perdana Kades Jenangan Ponorogo Diwarnai Kejanggalan, Barbukti Diduga Salah 

Senin, 20 Jul 2026 17:10 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Sidang perdana kasus dugaan korupsi tanah kas desa dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Jenangan, Toni Ahmadi Bin Yahmin, di Pengadilan …

Deklarasi Yayasan Pusat Kajian Ketahanan Pangan Desa Mandiri Digelar di Gedung Ki Hajar Dewantara P & K Sumenep

Deklarasi Yayasan Pusat Kajian Ketahanan Pangan Desa Mandiri Digelar di Gedung Ki Hajar Dewantara P & K Sumenep

Senin, 20 Jul 2026 15:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Yayasan Pusat Kajian Ketahanan Pangan Desa Mandiri (PUSAKA Desa Mandiri) resmi menggelar kegiatan deklarasi di Gedung Ki Hajar…

Pusat Pengolahan Sampah Terbesar TPA Benowo Surabaya Ludes Terbakar, Diduga Karena Hal Ini

Pusat Pengolahan Sampah Terbesar TPA Benowo Surabaya Ludes Terbakar, Diduga Karena Hal Ini

Senin, 20 Jul 2026 15:02 WIB

Senin, 20 Jul 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, berada di Blok 1B sisi selatan TPA Benowo, Kelurahan…

Pengamat Hukum: Pengakuan Sekda Soeko Penuhi Syarat Jadi Tersangka Baru

Pengamat Hukum: Pengakuan Sekda Soeko Penuhi Syarat Jadi Tersangka Baru

Senin, 20 Jul 2026 14:59 WIB

Senin, 20 Jul 2026 14:59 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Fakta persidangan dugaan korupsi dengan terdakwa Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dinilai membuka peluang munculnya tersangka baru. …