India Catat 24 Ribu Kasus Kematian dan Kerugian Akibat Gelombang Panas Ekstrem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suhu panas ekstrem di India sebabkan korban jiwa hingga kematian, salah satu warga sampai menggunakan payung agar terhindar dari terik matahari. SP/ IND
Suhu panas ekstrem di India sebabkan korban jiwa hingga kematian, salah satu warga sampai menggunakan payung agar terhindar dari terik matahari. SP/ IND

i

SURABAYAPAGI.com, India - India kembali dihantam gelombang panas yang sangat ekstrem. Sebanyak 13 orang di India yang dinyatakan meninggal dunia karena gelombang panas tahun ini.  

Pada tahun lalu, gelombang panas ekstrem ini menyebabkan puluhan orang tewas. Kondisi ini menambah panjang catatan kematian akibat gelombang panas yang terjadi di India.

Sehingga tercatat ada 24 ribu kasus orang yang meninggal akibat gelombang panas yang terjadi dalam 30 tahun terakhir. 

Selain menyebabkan korban jiwa, kondisi ini juga menyebabkan kerugian lainnya, seperti memangkas hasil panen, hingga menyebabkan tempat pembuangan sampah di Delhi terbakar dan menimbulkan asap beracun.

Bahkan, di negara bagian Uttar Pradesh, suhu bisa mencapai 115 derajat Fahrenheit atau 46,1 derajat Celcius. Kondisi ini juga memicu 300 kasus kebakaran hutan di seluruh India.

Dalam penelitian terbaru, disebutkan bahwa India memiliki risiko panas esktrem yang lebih besar dibandingkan negara lain. Peneliti juga menilai pemerintah setempat masih menganggap remeh ancaman tersebut.

Akibat hantaman gelombang panas tersebut, 90 persen negara India menjadi lebih rentan terhadap risiko masalah kesehatan masyarakat. Berbagai ancaman, mulai dari sengatan panas, kekurangan makanan, hingga kematian pun mengintai penduduknya.

Selain ancaman kesehatan, peneliti juga menilai kondisi tersebut bisa menghambat perekonomian dan tujuan pembangunan negara.

"Gelombang panas menyebabkan beban yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kesehatan masyarakat, pertanian, dan sistem sosial-ekonomi dan budaya. India saat ini menghadapi benturan berbagai bahaya iklim kumulatif," tulis peneliti Cambridge, dikutip Rabu (26/04/2023).

Bahkan, hantaman gelombang panas yang terjadi di India juga membuat sekolah terpaksa ditutup. Hal ini dikarenakan suhu di siang hari bisa mencapai 104 derajat F (40 derajat C) dalam beberapa hari berturut-turut. dsy/dc

Berita Terbaru

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) menegaskan aturan ketat…