SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Surabaya Shopping Festival (SSF) dan Pasar Malem Tjap Toendjoengan kembali dihelat selama 1 bulan penuh mulai 1-31 Mei 2023 di seluruh pusat perbelanjaan atau mal di Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pada gelaran SSF akan terdapat potongan harga atau diskon besar-besaran dari berbagai barang kebutuhan. Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 pada 31 Mei 2023 mendatang.
"Jadi warga Surabaya dan luar Surabaya kalau ingin berbelanja silakan datang ke Surabaya. Karena dalam menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ada diskon besar-besar di seluruh mal di Surabaya," kata Eri Cahyadi, Senin (1/5/2023).
Agenda tahunan yang digelar Pemkot Surabaya kali ini dimeriahkan oleh 25 mal yang ada di Kota Pahlawan. Harapannya, melalui SSF ini perputaran ekonomi di Kota Surabaya bisa semakin meluas.
“Harapannya banyak yang hadir di Kota Surabaya untuk membeli beragam produk, otomatis menggerakkan ekonomi Surabaya sekaligus mengenalkan wisata yang ada di Kota Surabaya. Serta bagi wisatawan belanja dari luar kota yang menginap di Surabaya turut meningkatkan okupansi hotel yang ada di Surabaya,” ujarnya.
Maka dari itu, Eri menganjurkan para wisatawan bisa berkunjung bersama keluarga. Pasalnya, Kota Surabaya menawarkan berbagai objek wisata living heritage. Seperti wisata Perahu Susur Sungai Kalimas, Tunjungan Romansa, Kya-Kya, hingga wisata keluarga Adventureland Romokalisari yang menyediakan beragam wahana.
"Belanja ajaklah keluarga karena di Surabaya sekarang sudah banyak tempat wisata untuk keluarga. Ibunya bisa ke mal, lalu anaknya bisa diajak berwisata di kota Surabaya," imbaunya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Surabaya ini menambahkan, perputaran ekonomi pada kegiatan SSF dan Pasar Malem Tjap Toendjoengan ini ditargetkan mencapai Rp 15 triliun. Ia pun mengaku optimis bahwa target tersebut akan terealisasi.
"Dengan dibukanya SSF dalam menyambut HJKS, insyaallah target Rp 15 triliun bisa tercapai dan pergerakan perekonomian kota Surabaya berjalan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jatim, Sutandi Purnomosidi mengatakan, industri retail mall di Indonesia sudah memastikan bahwa pertumbuhan belanja masyarakat sudah stabil. Hal tersebut sudah terlihat dari jumlah pengunjung selama lebaran.
“Setelah kami survei, rata-rata pertumbuhan pengunjung mencapai 15-20 persen dibandingkan 2019 atau sebelum pandemi,” ujar Sutandi.
Menurutnya, hal tersebut benar-benar sesuatu yang menggembirakan. Hal itu membuat pengelola mal untuk menggelar kembali festival belanja seperti Surabaya Shopping Festival.
"Tahun ini, SSF diselenggarakan yang ke-16 kali dan berturut-turut kecuali saat Pandemi COVID-19 kemarin. Alhamdulillah, status PPKM sudah dicabut dan hasilnya luar biasa, terimakasih pada warga Surabaya dan ini menunjukkan ekonomi sudah kembali normal," terangnya.
Ia menuturkan hingga saat ini, APPBI belum mendapatkan angka riil berapa rupiah yang beredar selama Ramadan hingga Lebaran 2023.
”Yang jelas, ketika kunjungan naik, ada peningkatan juga di sisi pendapatan. Ini kami akan hitung kembali,” tuturnya.
Sutandi menjelaskan, perhelatan SSF sebelum pandemi bisa meraup total transaksi sebanyak Rp 12,8 triliun. Namun, tahun ini pihaknya menargetkan bisa menoreh rekor transaksi sekitar Rp 15 triliun.
“Kalau melihat perkembangan kinerja mall beberapa bulan terakhir, kami yakin target tersebut bisa terpenuhi,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pihaknya sengaja mendukung penuh kegiatan HJKS setiap tahunnya. Bahkan, total hadiah Rp 500 juta untuk masyarakat Surabaya juga telah disediakan.
"Event ini kami selenggarakan bersamaan dengan Tjap Tunjungan yang diikuti 59 outlet, termasuk UMKM dan PKL, supaya bisa mewakili semua dan sambutannya luar biasa," tutupnya. sb
Editor : Redaksi