SURABAYAPAGI.COM, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Pemprov Lampung menjalin kerjasama terkait misi dagang dan investasi di Hotel Swiss Bellin Lampung, Senin (8/5/2023).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Arinal Djunaedi yang ditandai dengan pemukulan Tambur bedug khas Lampung.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai produk industri mulai dari produk pertanian, perkebunan, perikanan, produk olahan, produk pakaian, dan kerajinan serta produk jasa.
Adapun tujuan dari kerjasama ini adalah sebagai sarana untuk memperluas jaringan pasar produk unggulan daerah untuk menjalin kerjasama strategis di sektor industry, dan memfasilitasi para pelaku usaha untuk mendapatkan bahan substitusi impor guna mengurangi ketergantungan bahan baku impor.
Kemudian, pemenuhan kebutuhan barang pokok dan penting untuk memperkecil disparitas harga antar daerah, mempertemukan para pelaku usaha antar kedua provinsi dan meningkatkan belanja pemerintah terhadap produk dalam negeri.
Khofifah mengatakan,alasan digelarnya misi dagang tersebut lantaran banyak potensi dari berbagai sektor yang cukup strategis dari kedua provinsi tersebut untuk dikembangkan.
"Provinsi Lampung dan Jawa Timur ini saling membutuhkan. Seperti contoh untuk ketersediaan inseminasi buatan di Lampung ada 1,2 juta sementara di Jawa Timur 2,8 juta. Ini salah satu kelebihan yang bisa di manfaatkan," kata Khofifah, Senin (8/5/2023).
Orang nomor satu di Provinsi Jatim ini menuturkan, kegiatan misi dagang dan investasi diikuti sebanyak 127 pelaku usaha dari kedua provinsi. Kerjasama melibatkan 11 organisasi perangkat daerah (OPD), 5 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 10 Asosiasi Pelaku Usaha dari kedua provinsi.
Dalam arahannya, mantan Menteri Sosial itu berharap kerja sama perdagangan ini akan terus berjalan meski misi dagang telah berakhir, seperti menabuh genderang lalu antara penjual dan pembeli akan melakukan proses transaksi mandiri dan kemudian akan dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hingga satu tahun transaksi berjalan.
"Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan kerja sama yang makin produktif. Sehingga, akan sama-sama meningkatkan perdagangan dan pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di kedua provinsi," harapnya.
Adapun hingga Senin (8/5/2023) sore hari, misi dagang dan investasi tersebut berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp285,52 miliar. Dari total transaksi tersebut, beberapa komoditas yang berhasil ditawarkan ke Lampung antara lain hewan ternak sapi, gula merah tebu, olahan ayam, ekspedisi hasil perikanan, produk tembakau, dan SDM Pendidikan Vokasi.
Selain transaksi dagang dan investasi, dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Berikutnya, acara dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) antara Kepala OPD Provinsi Jatim dengan Kepala OPD Provinsi Lampung yang disaksikan oleh Gubernur Khofifah dan Gubernur Lampung Arinal Djunaedi.
Hal ini merupakan sinergitas dan kolaborasi yang akan menentukan signifikansi dari seluruh usaha yang dilakukan.
“Terima kasih semuanya mudah-mudahan kegiatan ini bisa membangun semangat produktivitas diantara kedua provinsi. Mari bangun sinergi dan kolaborasi diantara kedua provinsi ini dengan terus membangun persaudaraan yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kedua provinsi Lampung dan Jawa Timur,” ucapnya.
Menurut Khofifah, misi dagang antara Jatim dengan Lampung memiliki potensi yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan neraca perdagangan dari kedua provinsi mengalami surplus 20,56 triliun.
Hal tersebut dapat dilihat dari data yang dirilis BPS yang mencatat nilai pembelian atau bongkar dari Lampung ke Jatim sebesar Rp 570,92 Miliar. Sedangkan total nilai penjualan atau muat dari Jatim ke Lampung sebesar Rp 20,56 Triliun, sehingga total nilai perdagangan kedua provinsi senilai Rp 21,2 triliun.
“Jawa Timur berkontribusi sebesar 4,63% terhadap total nilai penjualan Lampung dan berkontribusi sebesar 50,48% terhadap total nilai pembelian Lampung,” tuturnya.
Pada Triwulan I 2023 ekonomi Jawa Timur sebesar 4,95 persen (y-to-y). Angka tersebut diikuti dengan kontribusi PDRB Jatim terhadap PDB Nasional senilai 14,29 persen.
Sementara PDRB Jatim triwulan I tahun 2023 Rp 712,63 triliun. Bagi Jawa Timur terdapat tiga sektor yang menjadi penopang utama struktur ekonomi, yaitu sektor industri, sektor perdagangan dan sektor pertanian.
"Pada periode Triwulan I 2023, sektor industri memberikan kontribusi 31,00 persen terhadap PDRB Jawa Timur, sektor perdagangan 19,13 persen dan sektor pertanian sebesar 10,76 persen. Sedangkan 14 sektor lainnya memberikan kontribusi sebesar 39,11 persen terhadap PDRB Jawa Timur," terangnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, perdagangan antar wilayah memberikan kontribusi yang cukup siginifikan bagi neraca perdagangan barang dan jasa Jatim. Berdasarkan data BPS, surplus perdagangan barang dan jasa Jatim lebih banyak disumbangkan oleh perdagangan antar daerah.
Pada Triwulan IV 2022, ketika net ekspor perdagangan luar negeri defisit Rp 133,3 triliun, justru net ekspor perdagangan antar daerah menunjukkan surplus Rp 323,47 triliun, sehingga secara total neraca perdagangan barang dan jasa Jawa Timur mengalami surplus Rp 190,17 triliun.
"Hal ini tidak terlepas dari peran serta dan kerja sama yang baik dari provinsi-provinsi mitra, dalam mendukung perdagangan antar wilayah dengan Jawa Timur," tukasnya.
Selama ini, terang Khofifah, Lampung menyuplai beberapa komoditas utama antara lain tepung tapioca, ikan hidup, padi, kantong dan karung dari plastik, minyak bahan bakar, truk pengangkut barang dan kain tenun dari sutera ke Jawa Timur.
Sedangkan Jawa Timur banyak menyuplai komoditas cerutu dan sigaret dari tembakau atau pengganti tembakau, struktur dari besi, baja dan alumunium, barang logam, barang dari semen asves, cabe dan paprika, pupuk, bahan kimia, aneka teh, monitor dan proyektor, mobil dan kendaraan bermotor ke Lampung.
Ke depan, Khofifah pun mencoba membangun lebih luas kerjasama dengan Lampung, yakni komoditas kopi dengan sasaran pasar luar negeri. Dicontohkan, seperti Mesir tidak memiliki tanaman kopi, namun Mesir eksportir kopi rempah tidak hanya untuk timur tengah tapi Eropa dan Amerika. Uniknya, 70% kopi yang masuk ke Mesir adalah dari Indonesia dan sebagian besar memang dari Jatim.
“Saya rasa sangat mungkin kopi lampung kemudian berangkatnya ke Mesir melalui Jawa Timur. Begitu juga rempah-rempah. Pada posisi seperti inilah kembali betapa sinergi dan kolaborasi adalah bagian yang sangat penting bagi suksesnya perdagangan diantara kedua provinsi ini,” ungkapnya.
Apalagi, kata Khofifah, ekspor dari Jatim bisa lebih murah karena dari 32 tol laut di Indonesia, 27 di antaranya berbasis Tanjung Perak Surabaya.
Di kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menggarisbawahi mengenai penguatan industri manufaktur dan Desa Wisata.
"Sudah harus mulai ada penguatan industri manufaktur supaya hulu hilirnya bisa dilakukan di Provinsi Lampung. Selain itu, Desa Wisata juga menjadi salah satu kekuatan luar biasa yang barangkali bisa dibicarakan lebih detail," terangnya.
Maka dari itu, ia meminta kepada seluruh pelaku dunia usaha yang hadir baik dari Jatim maupun Lampung, agar meningkatkan sinergitas dan kolaborasi tidak hanya dari sisi volume tetapi juga hilirisasi.
"Mudah-mudahan yang sudah ditandatangani OPD tadi, plan of actionnya bisa dimaksimalkan. Kemudian tentu saja kami menunggu kerawuhan Gubernur Lampung untuk melakukan kunjungan balik dari misi dagang di Lampung ini," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Khofifah sekaligus atas terselenggaranya kegiatan misi dagang dan investasi ini.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan jajaran atas pelaksanaan misi dagang ini. Saya harapkan pada masa yang akan datang, terus meningkatkan kualitas produk-produk dalam negeri," ujar Gubernur Lampung.
Arinal Djunaidi berharap melalui kegiatan Misi Dagang dan kerjasama lainnya yang telah disepakati pada hari ini, kualitas perdagangan antara Lampung dan Jawa Timur semakin berkembang dan terus berlanjut serta terjadi transfer teknologi dari Jatim ke Lampung.
"Gambaran kerja sama kita betul-betul sudah saling mengisi terutama di peningkatan hilirisasi. Saya berharap kualitas semakin menigkat kedepannya dan kontinyu kedepannya," harapnya. bnl
Editor : Redaksi