Sejarah Sumur Jobong Surabaya, Peninggalan Majapahit yang Mistis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu turis yang sedang mengunjungi Air Sumur Jobong di Pandean, Peneleh, Surabaya. SP/ SBY
Salah satu turis yang sedang mengunjungi Air Sumur Jobong di Pandean, Peneleh, Surabaya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejarah peninggalan dan sekilas cerita mistis memang kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa kalangan. salah satunya, pejabat Ganjar Pranowo yang sempat tertarik untuk mengunjungi Air Sumur Jobong di Pandean, Peneleh, Surabaya lantaran sumur tersebut dipercaya sebagai peninggalan Majapahit dan sering dipakai untuk lelaku spiritual. 

Sumur Jobong yang diketahui berada di area pemukiman, tepatnya di tengah jalan kampung RT 1, RW 13, Pandean Gang I ini memiliki sumur yang berada di bawah jalan. Ada dua lempeng besi bundar sebagai penanda lokasi. 

Saat ada pengunjung, besi berdiameter kurang dari 1 meter tersebut dibuka. Ketika dibuka, tampak ruangan 2 x 2 meter. Di lantai ruangan rahasia itulah bibir sumur tersebut berada, namun saat besi ditutup, ada asap tipis yang keluar dari celah. Aromanya harum. Bau tersebut kian menyengat setelah dibuka. 

Juru kunci Sumur Jobong Agus Santoso mengatakan, dupa itu sengaja dibakar dan ditaruh di dalam area sumur. Bukan karena alasan mistis. Melainkan agar tidak ada serangga yang masuk. ’’Kan tambah wangi juga,’’ ucapnya, dikutip Minggu (14/05/2023).

Batu-batuan kali ditempatkan di bibir sumur. Agus menjelaskan, Sumur Jobong dibuat beberapa lapis. Lengkungan bulat juga bukan dari besi atau beton. Melainkan dari tanah liat.

Uniknya, kedalamannya kurang dari 1 meter. ’’Paling bawah itu pasir. Air menyembur dari situ,’’ terangnya.

Meski diameter sumur sekitar 83 sentimeter dengan kedalaman kurang dari 1 meter, air di Sumur Jobong tidak pernah habis. Bahkan, saat disedot dengan mesin pompa pun tidak bisa habis. Ditemukan pada 31 Oktober 2018, tempat itu memiliki energi yang sangat kuat.

Selain itu, menurutnya beberapa tamu selain pejabat juga kerap datang untuk melakukan ritual. Sejumlah komunitas Kejawen juga menggelar ritual di area sumur. 

Menurut Agus, sebagian dari mereka datang ke Sumur Jobong setelah dari makam Eyang Kudo Kardono. Yakni, seorang panglima Majapahit yang dimakamkan di Jalan Cempaka, Tegalsari.

Asal Usul Sumur Jobong

Sumur Jobong ditemukan secara tidak sengaja. Persisnya saat pengerjaan box culvert di kampung. Tapi, seminggu sebelum penemuan, Juru kunci Sumur Jobong Agus Santoso sempat bermimpi melempar batu kepada seseorang berbaju putih.

Namun, yang muncul adalah belut putih. Anehnya, setelah ditangkap lalu dilepas ke kali, belut tersebut kembali. Hingga akhirnya, tepat saat magrib, penggali jalan untuk box culvert menemukan benda seperti tanah liat yang melingkar.

Di sekitar lingkaran itu juga terdapat beberapa tulang manusia dan hewan. Tulang tersebut diuji karbonnya dan DNA-nya di Australia. Hasilnya, pemilik tulang tersebut diperkirakan meninggal tahun 1430-an.

Beberapa warga asli yang sudah senior juga diambil DNA-nya. Termasuk orang tua Agus. Hasilnya, ada kecocokan 90 persen bapak Agus dengan tulang tersebut.

Sumur Jobong diduga kuat peninggalan Majapahit. Keberadaannya juga menguatkan Peneleh sebagai kampung tua. Agus mengungkapkan, energi di sumur memang kuat. Beberapa orang menyebut ada sosok macan hingga naga. Pernah juga ada orang yang hendak mengambil pusaka, tapi gagal. dsy/jp

Berita Terbaru

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…

Muncul Bintik Hitam pada Susu Bubuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Penyebab dan Cara Menyikapinya

Muncul Bintik Hitam pada Susu Bubuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Penyebab dan Cara Menyikapinya

Selasa, 03 Nov 2026 15:12 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menemukan bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman pada susu bubuk anak bisa membuat orang tua khawatir. Apalagi, produk tersebut d…

Misa Arwah Grand Heaven Surabaya Dihadiri Ratusan Umat, Toleransi Lintas Agama Menguat

Misa Arwah Grand Heaven Surabaya Dihadiri Ratusan Umat, Toleransi Lintas Agama Menguat

Selasa, 03 Nov 2026 15:09 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ratusan umat Katolik memadati Rumah Duka Grand Heaven Surabaya untuk mengikuti Misa Arwah dalam rangka memperingati Hari Arwah S…

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan, Ning Ita Tekankan Pencegahan Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan, Ning Ita Tekankan Pencegahan Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Selasa, 03 Nov 2026 15:07 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyadari pentingnya menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Mojokerto terus…