Indra Safri, Lebih Nyata, Mestikah Perpanjang STY...?

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 19 Mei 2023 19:58 WIB

Indra Safri, Lebih Nyata, Mestikah Perpanjang STY...?

i

H. Raditya M Khadaffi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jumat (19/5/2023) PSSI mengadakan arak-arakan Tim Nasional U-22 dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, menuju Bundaran HI dan kembali ke Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Fakta, Timnas Indonesia U-22 yang dipercayakan kepada Indra Sjafri, sebagai pelatihnya akhirnya bisa mengakhiri tren buruk skuad Garuda di sepakbola SEA Games. Indra pun menjadi pelatih ketiga yang berhasil membawa Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games.

Baca Juga: Ahli-ahli Beberkan Rasionalitas Dugaan Pemilu tak Jurdil

Beda dengan Shin Tae-yong, selama dikontrak PSSI sejak tahun 2018, baru berhasil mengantar Timnas Indonesia U-23 menyabet medali perunggu di SEA Games 2021 Hanoi. Meski hanya dapat perunggu,

pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong masih layak dipertahankan?

Atau STY layakkah dipertahankan kontraknya?

Pertanyaan saya ini setelah melihat prestasi Timnas U-22 yang dilatih coaching puta Indonesia, Indra Safri.

Shin Tae-yong juga gagal mempersembahkan gelar juara Piala AFF. Termasuk belum mampu meraih medali emas SEA Games yang sudah lama tidak bisa dibawa pulang Indonesia.

Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong baru sampai mengantarkan Garuda Asia lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023.

Sebelumnya, STY juga mengantarkan timnas senior ke putaran final Piala Asia 2023.

Diluar ini, Shin Tae-yong pernah membuat heboh masyarakat Indonesia khususnya pecinta sepak bola Tanah Air.

Kehebohan itu tidak lepas dari pernyataan Shin Tae-yong yang mengaku siap mundur dari kursi kepelatihan timnas Indonesia andai Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, meninggalkan posisinya atas Tragedi Kanjuruhan.

Soal pelatih sepak bola dunia, saya mencatat

Hansi Flick, adalah juru taktik.

Ia ingin mengubah image Der Panzer yang selalu identik dengan nama Joachim Loew. Maklum Joachim Loew, telah memegang kemudi dari 2006 hingga 2021.

Ia telah menunjukan kelasnya sebagai pelatih top dunia. Flick, bahkan pernah mengantar Bayern Munchen menyapu bersih kemenangan di Liga Champions 2019/20 hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Ia delapan musim sebagai tangan kanan Joachim Loew, melatih timnas Jerman. Recordnya ini membuat Flick tidak asing dengan turnamen-turnamen antar negara. Flick bahkan menjadi bagian penting bagi gelar juara Piala Dunia 2014 yang diraih timnas Jerman.

Hansi Flick, adalah Otak di Balik Kejayaan Bayern Munchen.

Flick naik menjadi juru taktik Bayern Munchen saat kondisi kapal Die Roten tengah carut marut. Ada ketidakpastian dalam permainan Bayern saat itu, di mana koordinasi antar tim tidak berjalan dengan optimal sehingga mereka sempat terlempar dari empat besar klasemen Bundesliga. Kisah sukses Hansi Flick, seperti dialami Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri.

Pria asal Padang ini mengungkap rahasia di balik kesuksesannya membawa anak asuhnya menjuarai Piala AFF 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia 2014 U-19 di Myanmar.

Padahal, sosoknya semula relatif tidak banyak dikenal. Dia juga jarang disebut jika dibanding para legenda sepak bola Indonesia.

Namun demikian, setelah tim nasional Indonesia U-19 meraih juara Piala AFF 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia U-19, namanya langsung melejit. Kini menyabet emas Sea Games 2023 di Kambodja.

Masyarakat menyanjungnya setinggi langit. Para pencinta sepak bola kemudian seperti menemukan pahlawan baru di tengah keterpurukan sepak bola Indonesia.

Maklum saja, ini adalah prestasi tertinggi sepak bola Indonesia setidaknya dalam 31 tahun terakhir di tingkat Asia Tenggara dan Asia.

Disadari atau tidak, Indra Sjafri, adalah sosok penting di balik prestasi yang membanggakan PSSI, pecinta sepak bola Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apa rahasia utama di balik keberhasilan itu?

"Mental yang paling cepat menggerakkan kita," kata Indra Sjafri, dengan nada tegas, dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin 28 Oktober 2013 lalu, di sebuah hotel di Jakarta.

Kepada anak asuhnya, Indra selalu menanamkan nilai-nilai bahwa Indonesia adalah negara besar. “Dengan membayangkan bahwa kita negara besar yang penduduknya sekian puluh juta, itu saja sudah cukup,” tandasnya, menyebut salah-satu cara membangun percaya diri para pemainnya.

Selama ini, menurut Indra, ada mental kurang percaya diri yang menghinggapi timnas Indonesia. “Cuma karena di pikiran kita sudah dibangun mental yang selalu di posisikan sebagai orang yang ada di bawah, ya kita akan kalah terus, siapapun lawan kita,” ungkapnya.

Mental seperti itu yang dia rombak habis-habisan. “Kita tidak mau lagi bicara: mudah-mudahan kita bisa mengalahkan Jepang. Tidak itu lagi bahasanya! Kita sudah harus memposisikan kita sejajar dengan mereka. Bahkan kita lebih dari mereka!” tandasnya.

Rasa nasionalisme yang dibangun Indra Safri ini apa dimiliki juga STY? Akal sehat saya menjawab tidak. Maklum Shin Tae-yong, warga negara Korea Selatan. Ia melatih pemain sepak bola Indonesia karena bisnis semata. Dalam pikiran saya Shin Tae-yong, melatih timnas Indonesia tanpa pride seperti Indra Safri. Nyata, emas Sea Games ini dipersembahkan dalam laga yang dramatis. Ada offisial kita yang terluka. Juga beberapa pemain.

Pertanyaan menggelitik saya, dengan ada pelatih Indonesia asli, masihkah kontrak terhadap Shin Tae-yong, yang berakhir Desember 2023 diperpanjang?. Sayang uang negara digunakan membayar pelatih sepak bola asal negara lain tanpa prestasi. Contoh  Shin Tae-yong, Alfred Rield dan Luis Milla.

 

***

 

Dramatis! Skuad Garuda akhirnya keluar sebagai juara dan sukses menyabet medali emas usai terjadi konflik berdarah antar pemain di dalam lapangan dan luar gelanggang. Konflik berdarah ini disertai pemukulan terhadap manajer Timnas Indonesia Kombes Sumardji.

Praktis, timnas Indonesia melakoni pertandingan 120 menit dengan penuh ketegangan. Hasil yang membanggakan, timnas yang dilatih Indra Safri, bisa menumbangkan Gajah Perang dengan skor 5-2.

Penantian itu berakhir sudah. Timnas Indonesia kembali meraih emas sepakbola SEA Games setelah puasa 32 tahun, lewat laga yang diwarnai baku hantam dan cucuran darah.

Praktis, laga final yang berlangsung sengit hingga dua babak extra time itu mendebarkan penggemar sepak bola Indonesia. Ramadhan Sananta mencetak dua gol di babak pertama. Dan tim gajah putih menyamakan kedudukan tepat di ujung injury time babak kedua.

Baca Juga: Saksi Ahli Bisa Temukan Kecurangan, dari Kebenaran Ilmiah

Fakta yang tak terbantahkan, Timnas asuhan Indra Sjafri telah menunjukkan tajinya dengan mendominasi babak tambahan. 3 gol disarangkan lewat Irfan Jauhari, Fajar Faturahman, dan Beckham. Timnas U-22 ini menyudahi puasa panjang medali emas SEA Games.

Keberhasilan timnas ini disambut sukacita seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Presiden Joko Widodo yang turut menyaksikan langsung perjuangan Garuda Muda saat menghadiri peringatan HUT ke-43 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Medan, Sumatera Utara.

Laga yang berjalan dengan tempo tinggi dan sangat intens, juga bikin Jokowi ikut merasakan ketegangan. Ia berjingkrak- jingkrak bak suporter bersama pampaspres.

Malam itu juga, Presiden Jokowi mengajak Paspampres, menteri hingga staf istana makan durian di sebuah cafe durian terkenal di Medan. Jokowi juga menyadari kemenangan ini sebuah penantian selama 32 tahun.

Tak kalah gembiranya dengan luapan senang mantan Ketua Umum PSSI Iwan Bule dan Ketua Umum PSSI sekarang Erick Thohir.

Presiden Jokowi, mengaku sangat bahagia atas kemenangan Timnas sepakbola Indonesia atas Thailand di Sea Games 2023. Jokowi berjanji akan memberikan hadiah kepada para pemain Timnas.

"Hadiah nanti dipikirkan, tapi kita beri nanti, karena ini betul betul ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia, sudah 32 tahun," kata Jokowi seperti disiarkan YouTube Setpres, Rabu (17/5/2023).

 

***

 

Ada banyak catatan, ada banyak kesan, ada banyak duka dan bahagia menikmati final sepak bola sea Games 2023 hari Selasa lalu. Bahagia karena tim kesayangan kita jadi juara .

Lantas apa yang didapat timnas U-22 setelah sukses sebagai tim sepak bola yang terkuat di ASEAN.

Dari sisi public relations (PR) jawabnya citra dan reputasi yang diperoleh. Terlebih pada awalnya squad Garuda diremehkan kesebelasan Thailand, Vietnam dan Malaysia. Mereka tidak yakin bahkan meragukan timnas kita yang berkali kali keok di tingkat ASEAN.

Padahal untuk Indonesia ada nama-nama pemain pilihan pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memiliki harga pasar yang cukup mentereng. Statusnya sebagai pemain termahal datang dari klub papan atas BRI Liga 1.

Menurut beberapa sumber di PSSI, ada juga nama pemain yang nilai pasarnya masih terhitung murah. Sebab, Indra Sjafri memanggil sejumlah nama pemain muda yang statusnya masih belum terlalu mentereng di kancah sepak bola Indonesia.

Ini diluar beberapa pemain di skuad Timnas Indonesia U-22 ini yang memiliki harga pasar yang cukup tinggi. Nominalnya memang terhitung mewah jika mempertimbangkan usia mereka.

Namun, status ini memang cukup relevan.

Pasalnya, para pemain muda ini sudah menjadi pemain yang cukup diandalkan di klubnya masing-masing. Banderol pasar yang tinggi ini juga turut dipertegas dengan latar belakang klubnya yang punya nama besar.

Setidaknya, ada lima nama pemain yang nilainya tak menyentuh angka Rp1 miliar. Nama yang harganya paling rendah ialah Bahril Fahreza (PSIS Semarang) dengan harga pasar Rp173 juta.

Baca Juga: Otto Hasibuan, Komentari Perbandingan Hukum, Mengapa Sedih

Menyusul pemain yang sama-sama dihargai Rp434 juta ialah Satrio Azhar (Persib Bandung) dan Daffa Fasya (Borneo FC). Keduanya memang sama-sama belum mendapat menit bermain di level tertinggi.

Posisi ini kemudian diikuti oleh Salman Alfarid (Persebaya Surabaya) dan Achmad Maulana Syarif (Persija Jakarta). Keduanya dipatok dengan nilai yang setara, yakni Rp869 juta. Hanya saja, kelima pemain yang saya sebut diatas, tidak dibawa ke SEA Games 2023 oleh Indra Sjafri.

Dari seluruh nama yang ada di skuad Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 kemarin, kategori pemain dengan nilai pasar termahal memang didominasi klub-klub papan atas di BRI Liga 1 2022/2023.

Urutan pertama diduduki oleh Rizky Ridho. Kapten Timnas U-22 yang baru saja gabung Persija Jakarta ini nilai pasarnya cukup tinggi karena mencapai Rp5,65 miliar.

Urutan kedua dan ketiga, diduduki oleh Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung) dan Ramadhan Sananta (PSM Makassar). Keduanya sama-sama punya nilai pasar sebesar Rp4,35 miliar.

Ketiga pemain ini memang statusnya mentereng karena berasal dari tiga klub yang menghuni posisi tiga besar klasemen akhir kompetisi BRI Liga 1 2022/2023.

 

***

 

Kemenangan atas kesebelasan Thailand, dapat mewujudkan citra, reputasi, dan mutual understanding. Secara konseptual ilmu komunikasi, PR, citra, dan reputasi saling berkaitan.

Dalam salah satu definisi yang ada, PR diartikan sebagai proses interaktif yang membentuk opini publik, menguntungkan kedua belah pihak, meningkatkan pemahaman, memotivasi, dan meningkatkan keterlibatan publik. Citra merupakan kesan seorang terhadap suatu objek sesuai dengan pengetahuan dan pengertiannya perihal fakta atau fenomena. Cara seseorang menyikapi suatu objek bisa menjadikan petunjuk bagaimana citra objek pada orang tersebut. Perilaku tidak terubah secara langsung melalui komunikasi, namun cenderung mempengaruhi lingkungan dalam membangun persepsi.

Menurut saya, keberhasilan squad Garuda U-22 kali ini telah mewujudkan citra, reputasi, dan mutual understanding. Ini karena PR, citra, dan reputasi saling berkaitan. Dalam salah satu definisi, PR diartikan sebagai proses interaktif yang membentuk opini publik, menguntungkan kedua belah pihak, meningkatkan pemahaman, memotivasi, dan meningkatkan keterlibatan publik. Citra merupakan kesan seorang terhadap suatu objek sesuai dengan pengetahuan dan pengertiannya perihal fakta atau fenomena. Cara seseorang menyikapi suatu objek bisa menjadikan petunjuk bagaimana citra objek pada orang tersebut. Perilaku tidak terubah secara langsung melalui komunikasi, namun cenderung memengaruhi lingkungan dalam membangun persepsi. Reputasi berkembang secara konstan dan dinamis, penilaian dapat dilakukan dengan melihat dan menilai reputasi perusahaan melalui orang-orang yang tidak berhubungan langsung dengan perusahaan. Reputasi dapat diartikan sebagai 'opini publik'. Masalahnya adalah reputasi individu pemain dan organisasi PSSI termasuk pelatih Indra Safri, dapat bervariasi.

Herbig dan Milewicz mendefinisikan reputasi ialah penghargaan yang didapat oleh perusahaan sebab adanya keunggulan pada perusahaan, seperti kemampuan yang dimiliki, kemudian perusahaan akan terus membuat dirinya menciptakan hal-hal yang baru bagi pemenuhan kebutuhan konsumen.

Reputasi berkembang secara konstan dan dinamis. Mengingat penilaian dapat dilakukan dengan melihat dan menilai reputasi PSSI melalui orang-orang yang tidak berhubungan langsung dengan PSSI, misal pelatih sampai sponsornya. Reputasi sepak bola dapat diartikan sebagai 'opini publik'.

Dampak lain dari kemenangan kesebelasan kita di Sea Games 2023 kali ini adalah investasi dan citra jangka panjang. Investasi jangka panjang akan membawa kepercayaan dunia untuk bekerja sama dan menanamkan modal di Indonesia. Sedangkan citra jangka panjang sangat berperan untuk mendapatkan kepercayaan internasional. Pemerintah Jokowi bisa dinyatakan berhasil mengambil hati dan mengubah opini publik dunia atas Indonesia selama ini.

Data dari FIFA menyebutkan prestasi tim nasional Indonesia yang terus mengalami peningkatan ranking FIFA dalam dua bulan kepengurusan PSSI baru dibawah komando Erick Thohir.

Timnas Indonesia saat ini berada di urutan ke-149 dari sebelumnya ada di posisi ke-151 ranking FIFA. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi sejak 10 tahun terakhir dimana peringkat FIFA sulit tembus di bawah 150 ranking dunia.

Selamat kepada Pemain U-22. Selamat juga kepada Ketum PSSI Erick Thohir. Selamat kepada pencinta sepak bola di seluruh Indonesia. Tentu saja selamat kepada sang juara, timnas asuhan pelatih Indra Sjafri, bukan pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong. salamaik udah Indra Sjafri. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU