Krisis Populasi, Warga Hongkong Lebih Pilih Childfree dan Pelihara Kucing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi warga di Hongkong. SP/ SBY
Illustrasi warga di Hongkong. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dilansir dari Hongkong Free Press (HKFP) yang melaporkan bahwa jumlah kelahiran di Hongkong terus menurun drastis. Penurunan angka kelahiran tersebut mengakibatkan Hongkong mengalami krisis populasi setelah warganya kebanyakan tak mau memiliki anak. 

Diketahui, salah satu sebuah survei tahun 2023 oleh Hong Kong Women Development Association (HKWDA) menunjukkan, lebih dari 70 persen responden berusia 18 tahun ke atas tidak memiliki rencana untuk melahirkan.

Asosiasi Keluarga Berencana Hong Kong juga melakukan survei kepada lebih dari 8.000 siswa sekolah menengah pada tahun 2022. Hasilnya terjadi penurunan keinginan untuk memiliki anak di masa depan.

Pada 2011, sebanyak 84 persen anak laki-laki dan 70 persen perempuan ingin memiliki anak. Namun pada 2021 jumlahnya menurun menjadi 70 persen dan 55 persen. Hal itu menandakan terjadinya perubahan sikap untuk melahirkan anak.

Oleh karenanya, pada 2029, populasi usia sekolah berusia 12 tahun diperkirakan turun 16 persen dari 71.600 tahun ini menjadi 60.100. Pada saat yang sama, telah terjadi peningkatan yang mencolok dalam usia rata-rata pernikahan pertama dari 26,2 untuk perempuan dan 29,1 untuk laki-laki pada tahun 1991, menjadi 30,4 dan 31,9, menurut Departemen Sensus dan Statistik.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Pendidikan Kota Christine Choi mengatakan, ada lima sekolah dasar yang tidak akan menerima dana untuk kelas tahun pertama lantaran terlalu sedikit murid yang mendaftar. Lambat laun, sekolah tersebut akan ditutup seiring menurunnya jumlah murid yang mendaftar.

"Jika Anda mengatakan [mencabut subsidi untuk] kelas yang kekurangan satu murid berarti kurangnya kasih sayang, maka hal yang sama dapat dikatakan untuk menariknya dari kelas 14. Apa [ukuran kelas] yang masuk akal, dalam hal ini ?" Choi, dikutip Minggu (21/05/2023).

"Fakta yang tak terbantahkan bahwa populasi usia sekolah menurun," kata Biro Pendidikan dalam dokumen yang diserahkan ke Dewan Legislatif pada bulan Maret.

Penduduk di Hongkong Pilih Pelihara Kucing

Seorang manajer pemasaran berusia 34 tahun bernama Ah Ying mengatakan bahwa ia tidak ingin mempunyai anak, meskipun sang suami terbuka untuk memiliki anak.

Dia memilih keputusan untuk tak memiliki anak karena kerusuhan sosial pada 2019. Kondisi itu terjadi ketika China memperketat pengaruhnya melalui undang-undang keamanan nasional serta melakukan perombakan sistem pemilu untuk memastikan bahwa hanya “patriot” yang memerintah.

Dengan sekolah yang menekankan patriotisme, ia sangat khawatir anak-anak suatu saat nanti akan dicuci otaknya.

Selain itu, faktor biaya membesarkan anak dengan budaya yang kompetitif yang dimulai dari tingkat balita cukup membebaninya.

Dia dan suaminya pun memilih untuk mengadopsi seekor kucing tahun lalu dan menganggapnya sebagai anggota keluarga. Mereka juga tidak membicarakan tentang anak karena sudah digantikan oleh kucing. dsy/dc/ink/p

Berita Terbaru

Idul Adha 1447 H, PDI-Perjuangan Salurkan Sapi Kurban di Wilayah Ponorogo 

Idul Adha 1447 H, PDI-Perjuangan Salurkan Sapi Kurban di Wilayah Ponorogo 

Selasa, 26 Mei 2026 22:38 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 22:38 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi ajang memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong bagi segenap kader Dewan P…

PLN UIT JBM Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada TOP CSR Awards 2026

PLN UIT JBM Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada TOP CSR Awards 2026

Selasa, 26 Mei 2026 21:22 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 21:22 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua p…

Budiono Kawal Penyerahan  Sapi 1,2 Ton dari Presiden Prabowo

Budiono Kawal Penyerahan Sapi 1,2 Ton dari Presiden Prabowo

Selasa, 26 Mei 2026 17:53 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyalurkan sapi kurban berbobot 1,2 ton untuk Pondok Pesantren Modern Al Fatimah…

IIMS Surabaya 2026, Produsen Tawarkan SUV 7-Seater Elektrifikasi untuk Segmen Keluarga

IIMS Surabaya 2026, Produsen Tawarkan SUV 7-Seater Elektrifikasi untuk Segmen Keluarga

Selasa, 26 Mei 2026 17:49 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Segmen kendaraan keluarga berbasis elektrifikasi semakin kompetitif seiring hadirnya berbagai model baru dalam ajang Indonesia I…

Salurkan BLT DBHCHT, Ratusan Buruh Rokok di Bojonegoro Terima Bantuan

Salurkan BLT DBHCHT, Ratusan Buruh Rokok di Bojonegoro Terima Bantuan

Selasa, 26 Mei 2026 17:40 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:40 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (…

Momentum Hari Raya Idul Adha Dongkrak Ekonomi Peternak, Stok Jatim Surplus

Momentum Hari Raya Idul Adha Dongkrak Ekonomi Peternak, Stok Jatim Surplus

Selasa, 26 Mei 2026 17:35 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:35 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pengecekan langsung kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1…