Testimoni Menteri PUPR Hindari Godaan Korupsi

Sebuah Proyek Jangan Ditangani Satu Ditjen Saja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mendatangi kantor KPK, bersama beberapa pejabat di Kementerian PUPR, Kamis (25/5/2023).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mendatangi kantor KPK, bersama beberapa pejabat di Kementerian PUPR, Kamis (25/5/2023).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono datangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/5/2023). Dia dan beberapa pejabat tinggi Kementerian PUPR melaksanakan program Penguatan Antikorupsi bagi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas).

Basuki mengungkapkan sektor infrastruktur sangat penuh dengan godaan korupsi. Apalagi pekerjaan di bidangnya banyak berhubungan dengan perencanaan, pengadaan barang, bahkan sampai dengan pelaksanaan proyek banyak sekali mengalami penyimpangan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Selama hampir 40 tahun berkecimpung di dunia pekerjaan umum. Ini lebih dari seperempat karier pria yang lahir di Solo, 5 November 1954, itu dilewati untuk menjabat sebagai pejabat eselon I. Jabatan dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Inspektur Jenderal, hingga Direktur Jenderal Penataan Ruang.

 

Karier di Eksekutif Moncer

Karier di level eksekutif pun terbilang moncer. Ke mana pun Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke daerah, dapat dipastikan ia berada di sampingnya.

Sejumlah proyek infrastruktur juga berhasil diselesaikan, dari beberapa ruas Tol Trans Jawa seperti Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono; beberapa proyek bendungan; hingga memulai pembangunan Tol Trans-Sumatera.

 

Daendels-nya Indonesia

Tak berlebihan pula bila Jokowi menyebutnya sebagai Daendels-nya Indonesia pada 2018.

Julukan ini karena kepiawaian Basuki dalam menyelesaikan proyek infrastruktur yang dirancang bahkan yang mangkrak.

Menurutnya goda-godaan korupsi ini menyerang banyak pihak. Mulai dari dirinya sebagai menteri, bawahan- bawahannya, bahkan hingga ke keluarga dekat. Maka dari itu dirinya dan pejabat tinggi PUPR lainnya harus memiliki integritas tinggi.

"Untuk itu pasti godaannya sangat besar. Kalau menterinya digoda nggak bisa ke dirjennya, dirjennya nggak bisa mesti ke istrinya. Istrinya nggak ke anak-anaknya, anaknya nggak bisa ke saudaranya," beber Basuki.

"Jadi mereka pasti selalu akan menggoda, tinggal kami-kami sebagai aparat penyelenggara inilah yang harus dibentengi dengan integritas," lanjutnya.

Basuki sempat mengungkapkan salah satu godaan besar seringkali terjadi pada saat proses tender pengadaan barang dan jasa. Menurutnya, bagi pihak yang mau menang tender akan sangat besar menggoda para pejabat untuk memenangkan pihak tersebut dan mendapatkan proyeknya.

"Biasa, kan orang kalau mau menang tender inginnya menang," ujar Basuki.

Namun sejauh ini dia menyatakan dirinya tak pernah mendapatkan godaan semacam itu. "(Pernah dapat godaan langsung?) Nggak," tegas Basuki singkat.

 

Strategi Hindari Korupsi

Apa saja yang dilakukan Basuki untuk membentengi pihaknya dari korupsi?

Salah satu strategi menghindari korupsi yang dilakukan Kementerian PUPR adalah adanya perubahan struktural di PUPR. Hal itu dilakukan dengan cara sebuah proyek tidak akan ditangani oleh satu Direktorat Jenderal (Ditjen) saja.

Dia mencontohkan proyek pembangunan atau perbaikan jalan, Ditjen Bina Marga tidak bekerja sendiri. Sebagai tim kerja teknis, Bina Marga melakukan perencanaan proyek.

Kemudian setelah itu penyediaan barang dan jasanya diberikan ke Ditjen Bina Konstruksi, kemudian setelah proses pengadaan selesai, proyek baru dilakukan oleh Bina Marga.

"Sekarang yang pengadaan barang jasa saya pisah, sehingga Ditjen yang teknis misalnya Bina Marga dia hanya merencanakan setelah direncanakan diberikan ke Ditjen Bina Konstruksi untuk dilelang supaya dapat penyedia jasa. Setelahnya diserahkan lagi ke Bina Marga untuk dikerjakan dan diawasi," papar Basuki.

 

Tiga Garis Pertahanan

Pihaknya juga membuat Direktur Kepatuhan dan Internal di semua Direktorat Jenderal teknis Kementerian PUPR. Unit ini akan melakukan pengawasan internal terhadap semua pekerjaan di setiap unit Direktorat Jenderal.

Kemudian, pihaknya juga menerapkan 3 garis pertahanan. Jadi pengawasan dilakukan di tingkat balai-balai teknis, kemudian naik ke Direktorat Jenderal, terakhir secara luas ke Inspektorat Jenderal.

"Pengawasan internal kita ini ada 3 first line of defence istilahnya. Ada pengawasan di balai-balai kerja, kalau itu tembus baru ke Ditjen, kalau di Ditjen tidak bisa ditangani juga, baru ke Itjen. Jadi bisa kita deteksi lebih dini kalau ada masalah," beber Basuki. n erc/jk/cr3/rmc

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…