Penting, Pemberian Protein Hewani saat MPASI Cegah Anak Stunting

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi bayi yang sedang MPASI. SP/ SBY
Illustrasi bayi yang sedang MPASI. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan serius yang dihadapi Indonesia. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, stunting bisa mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia di angka 21,6%. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 24,4%. Walaupun menurun, angka tersebut masih tinggi, mengingat target prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14�n standard WHO di bawah 20%.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Ahli Gizi Dr. Andriyanto, SH, MKes., mengatakan, salah satu cara yang dapat dilakukan yakni dengan memenuhi zat gizi anak.

"Berbicara masalah stunting, yang harus kita cegah dan diberantas. Karena itu berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan kualitas pembentukan otak. Maka yang harus diperhatikan ibu-ibu yang punya bayi atau anak adalah memperhatikan zat gizi yang disebut zinc," ucapnya, Jumat (26/05/2023).

Andriyanto menuturkan, jika zinc terdapat pada protein hewani. Seperti daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, dan lain-lain), daging unggas (daging ayam, daging bebek, dan lain-lain), ikan termasuk seafood, telur dan susu serta hasil olahannya.

Ia juga menyebut, jika zinc mempunyai banyak manfaat. Misalnya saja meningkatkan kekebalan tubuh, hingga mendukung pertumbuhan pada anak.

"Ketika anak 0-6 bulan zinc-nya cukup dengan diberi ASI. Tapi ketika anak menginjak usia 6 bulan ke atas sampai 24 bulan itu zinc-nya kurang, dan itu harus didukung dengan MPASI," sebutnya.

"Nah, MPASI yang tepat salah satunya jangan sampai lupa protein hewani," tambahnya.

Agar anak mau mengonsumsi protein, Andriyanto menuturkan, jika penambahan rasa gurih juga diperlukan.

"Itu bisa dari minyak, lemak, atau penambahan kaldu untuk meningkatkan napsu makan anak. Dengan semacam itu, stunting secara perlahan tidak akan terjadi, karena protein hewaninya tercukupi," tutupnya.

Sementara itu perwakilan UNICEF Indonesia, dr. Karina Widowati, MPH., mengungkapkan, salah satu faktor terjadinya stunting karena asupan nutrisi yang kurang pada anak. 

Terkait dengan hal tersebut, ayah maupun ibu harus memiliki pemahaman yang sama dalam pemberian nutrisi melalui MPASI sesuai dengan kebutuhan untuk tumbuh kembang anak.

“Sebelum memberikan MPASI, orang tua harus mengetahui prinsip-prinsip pemberian MPASI. Salah satu prinsip utama, yaitu tetap memberikan ASI yang merupakan kebutuhan makronutrien, selain makanan pendamping dengan harapan bisa mendapatkan asupan mikronutrien. Prinsip selanjutnya adalah orang tua mengetahui tujuan awal pemberian MPASI,” ungkapnya, dikutip Jumat (26/05/2023).

Karina mengungkapkan, pemberian MPASI bertujuan untuk memberi kesempatan anak untuk belajar makan yang benar, menguatkan kemampuan dasar perkembangan serta mempersiapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhan anak. 

Orang tua perlu mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian ASI. Sebagai contoh, ketika orang tua mengajarkan waktu makan sebanyak tiga kali dalam sehari, anak pun akan merasa bahwa dia harus makan dalam waktu tersebut.

“Waktu tepat MPASI biasanya diperkenalkan pada anak saat menginjak usia 6 bulan yang ditandai dengan tanda-tanda neurofisiologi, apakah anak sudah siap MPASI atau belum. Tanda-tanda tersebut termasuk anak bisa duduk tegak, gerakan ekstrusi menghilang, tidak mengeluarkan makanan dari mulut, tertarik makanan orang lain, mulut bergerak melihat orang lain makan, dan mudah lapar,” ungkapnya.

Menurutnya, orang tua juga harus mengetahui apa itu responsive feeding, yaitu ketika anak harus bisa merespons dengan baik setiap makanan yang dimakan. 

Beberapa panduan responsive feeding, yaitu anak disuapi sambil belajar memegang alat-alat makan dan jangan memaksa jika anak menolak makanan. 

Prinsip pemberian MPASI juga termasuk memahami persiapan dan penyimpanan bahan-bahan makanan secara aman. Kemudian tepat jumlah, konsistensi, dan frekuensi. dsy/kmp/unusa/kemkes

Berita Terbaru

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…