SurabayaPagi, Surabaya - SOI by Luxe Purveyor melelang tas mewah merek hermes dengan harga terjangkau, bahkan salah satunya hanya ada 1 di Asia Tenggara.
Hermes Birkin Faubourg yang dilelang seharga Rp 3,7 Miliar, sedangkan puluhan tas mewah lainnya dengan merek sama dijual mulai harga puluhan juta Rupiah.
Madam SOI, Rita menjelaskan bahwa tuan rumah merupakan pemilik dari tas mewah dan langka tersebut, karena Hermes Birkin Snow Faubourg warna putih dengan jendela motif dan berukuran 20 centimeter di dunia ini hanya ada 50 unit.
“Edisi terbatas dan kurang dari 50 di seluruh dunia. Di Indonesia hanya di SOI,” terangnya di Vasa Hotel Surabaya. Jumat (26/5/2023).
Sebagian tas hermes yang dilelang SOI ini adalah barang koleksi dan langka. Bahkan beberapa diantaranya diburu oleh sosialita yang ingin mengkoleksi tas ini. Seperti Kelly Doll, Birkin Exotic Leather, Mini Kelly Exotic Leather, Mini Kelly Exotic Leather, Constance 18 (Gris Perle Ostrich GHW Z).
Kemudian juga ada Mini Lindy, Kelly 28 Gold Togo GHW U, Lindy 26 Gold Clemence GHW U, Geta (Rose Texas Chevre PHW U), Constance 18 (Tangerine Ostrich PHW Circa E Square), Picotin 14 (Micro Daisy Swift PHW U), Mini Jypsiere (Mushroom Swift PHW U), Kelly HSS (Horse Shoe Stamp) dan Birkin 30 (Fuschia Croco PHW I).
Mini Lindy (Beton Clemence GHW U), Picotin 18 (Rouge H Clemence PHW U), Constance 18 (Rouge Grenat GHW U), Kelly 25 (HSS Azalea/Moutte Epsom BGHW C), Kelly Pochette (Rose Confetti Epsom PHW T) dan Kelly Pochette (Bleu France Swift GHW Z).
“Target lelang saya minimal 3,7 miliar,” tegasnya.
Rita menerangkan, acara lelang ini juga untuk menunjukkan bahwa SOI merupakan platform asal Surabaya mampu memikat penjualan online barang mewah. Dan pembeli bisa langsung melakukan transaksi pembelian maupun penjualan lewat marketplace tersebut.
“SOI adalah platform untuk menjual, membeli sama consigne barang-barang ultra mewah seperti Hermes,” katanya.
Surabaya dipilih untuk acara lelang ini karena kota pahlawan menjadi gudang kolektor sehingga ia mantap meluncurkan platform tersebut.
“Pasar ultra luxury di Surabaya sudah mulai berkembang, beda sama beberapa tahun yang lalu. Surabaya sudah mendekati Jakarta,” kata Rita.
Sementara untuk market preloved, Madam Rita SOI menyebut komposisinya berada di angka 30 persen. Sedangkan barang baru mencapai 70 persen. Pembeli kebanyakan dari Jakarta, Surabaya, Makassar dan Medan.
“Kalau di tempat saya, preloved ada juga cuma kebetulan kalau kita marketnya lebih ke barang baru. Mungkin yang baru 70 persen, preloved 30 persen,” ucapnya.
Pasar terbesar brand ultra luxury sendiri masih dipegang oleh Jakarta. Kemudian Surabaya dan Makassar. Maka, pemilihan produk Hermes sebagai platform unggulan ini karena melihat potensi kolektor.
“Hermes bukan sekedar tas, tapi sebuah benda yang bisa menjadi legacy turun menurun. Bisa ibunya pakai, anaknya dan bisa untuk cucunya,” tambahnya.
Madam Rita SOI sendiri merupakan kolektor sejak lama. Ia bukan pemain baru di dunia rare item ultra luxury.
“Karena saya koleksi dan saya sering ditawari sama butik Hermes tas-tas mereka yang antik, nah makanya dari itu saya mulai jualan juga,” sambungnya.
Pembelian Hermes di SOI dilengkapi dengan sertifikat QR Code SOI sebagai jaminan keaslian.
“Tidak bisa dipalsukan sertifikatnya karena juga ada QR Code nya,” ungkap Madam Rita. Byb
Editor : Redaksi