SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto gencar melakukan promosi terkait pembangunan Taman Bahari Mojopahit (TBM). Proyek strategis nasional yang berasal dari DAK tematik integratif senilai Rp 57 miliar ini dipastikan rampung tahun ini.
"Ada enam Kementrian yang mendukung proyek Taman Bahari Mojopahit. Kita gaungkan supaya semakin viral,” ungkapnya saat Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) bersama puluhan wartawan serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Mojokerto di Kota Semarang pada hari Kamis sampai Jumat (26/5/2023).
Petinggi Pemkot ini mengatakan, TBM di kawasan Sungai Ngotok sepanjang 1,9 KM nantinya bakal disiapkan menjadi pusat wisata sehingga menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kota Mojokerto.
"Selama semua belum terbangun 100 persen, maka kita gencarkan promosi dan publikasi. Saya minta tolong kepada teman-teman Media dan KIM untuk membantu program Pemkot Mojokerto yang ingin menjadikan Kota Mojokerto menjadi kota berbasis wisata budaya dan sejarah," harapnya.
Ning Ita menjelaskan proyek strategis TBM adalah wisata susur sungai dengan 15 unit perahu. Seluruh bangunannya di desain ornamen ala majapahitan yang kental, selain itu juga akan ada wisata petik buah jeruk di sepanjang bantaran sungai Ngotok.
"TBM ini juga akan dibangun plasa kuliner, kami akan memberikan ruang bagi UMKM untuk bisa memasarkan prodaknya asli dari kota Mojokerto," ujarnya.
Ning Ita yang di dampingi Kadis Kominfo kota Mojokerto Santi Ratnaningtyas, Asisten Umum Abdul Rahman Tuwo serta Kepala Bappeda Litbang Agung Mulyono di RM Kampung Laut, Semarang menambahkan, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas seperti untuk tempat konser dan juga tempat camping.
"Pokoknya wisata TBM bakal menjadi ikon wisata di kota Mojokerto” tandas Ning Ita.
Tahun 2023 ini, TBM yang bakal di bangun adalah kapal Mojopahit sepanjang 42 meter dengan anggaran Rp 2,4 miliar. di pinggir Sungai Ngotok, juga pembangunan pagar dan selter dengan pagu Rp 2,1 miliar sebagai pelengkap kawasan Wisata Taman Bahari Majapahit.
“Sebagai aksesnya Infrastruktur TBM, pemerintah pusat juga gelontor DAK fisik Rp 11 miliar untuk peningkatan jalan. Masing-masing pelebaran Jalan Raya Pulorejo Rp 7 miliar dan Jalan Blooto Utara senilai Rp 4 miliar. Selanjutnya, juga ada Pusat Layanan Usaha Terpadu dengan pagu sekitar Rp 18 miliar” pungkasnya.
Sekedar informasi, acara Ngopi Bareng Walikota Ning Ita ini merupakan rangkaian kegiatan Pers Gathering Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto di Kota Semarang.
Kegiatan yang diikuti oleh 78 awak media, influencer serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Mojokerto ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi pemerintah daerah dengan media massa dalam pengembangan wisata berbasis budaya dan sejarah di Kota Mojokerto. Dwi
Editor : Redaksi