SURABAYAPAGI.com, Madiun - Volume air Waduk Dawuhan di Desa Sidomulyo Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun mengalami penyusutan mencapai 35 persen dikarenakan curah hujan yang rendah akhir-akhir ini.
Meski menyusut, sistem pengairan terus dibuka untuk mengairi sawah masyarakat dan air waduk tersebut pun saat ini masih bisa digunakan untuk mengaliri kebutuhan pertanian warga sekitar.
Diketahui, volume air mencapai sekitar 2,6 juta meter kubik dari kapasitas normal 3,9 juta meter kubik. Padahal, ada ribuan hektar lahan yang bergantung pada air di Waduk Dawuhan.
“Sisa sekitar 200.000 meter kubik untuk pemeliharaan Tugu Bendungan. Waduk Dawuhan mengaliri 1.273 hektar lahan pertanian di 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Madiun, Kecamatan Wonoasri, dan Kecamatan Balerejo,” kata Petugas Operasi Waduk Dawuhan Agung Wirasat, Rabu (07/06/2023).
Dari catatanya, Waduk Dawuhan pernah mengalami penyusutan volume air dengan jumlah maksimal ada tahun 2020. Hingga saat itu air waduk tinggal 10.000 meter kubik saja untuk pemeliharaan tugu bendungannya.
“Waktu itu hanya sisa 10.000 meter kubik untuk pemeliharaan Tugu Bendungan. Penyebabnya sama. Mulai kekeringan panjang, kemarau yang lama, dan intensitas curah hujan rendah,” ungkapnya.
Sebagai informasi, dirinya memprediksi jika tahun ini masih akan turun hujan walaupun sudah memasuki musim kemarau. Pihaknya juga akan terus memantau volume air tersebut.
“Kami prediksi kedepan cuaca masih normal. Sambil terus memantau volume debit air agar sawah pertanian tetap dapat aliran dengan baik,” tuntas Agung. dsy
Editor : Desy Ayu