SURABAYAPAGI.COM, Makkah - Menjelang puncak Haji, Wukuf di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) mulai tanggal 25 Juni hingga 2 Juli, suhu di kota suci Makkah mencapai 45 derajat celsius.
Jamaah haji Indonesia terus berdatangan ke Kota Makkah Al-Mukarramah, baik dari Madinah maupun Jeddah. Sampai Jumat (16/6/2023) kemarin, tercatat ada 370 kelompok terbang (kloter) dengan 140.669 jemaah haji yang sudah tiba di Makkah.
Bahkan, Sampai Jumat (16/6/2023) siang, Kota Makkah semakin padat mendekati puncak haji, jamaah haji dari seluruh dunia terus berdatangan ke tanah suci.
Begitu juga dengan jamaah haji Indonesia terus berdatangan ke Kota Makkah baik yang
Demikian dilaporkan Abdullah, salah satu Jamaah Jogja, dari Makkah Jumat (16/6/2023) sore.
Abdullah melaporkan, padatnya lalu lintas di Makkah jelang Wukuf menjadi kendala utama penghentian sementara.
Distribusi katering akan dihentikan selama tiga hari, tanggal 26 Juni, 3 dan 4 Juli. Setelahnya, layanan katering akan kembali normal.
Skema Puncak Haji
Ketua PPIH Arab Saudi 2023 Subhan Cholid mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan skema penyelenggaraan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
"Kami telah membentuk sebuah struktur yang kita sebut Satop (Satuan Operasional) Armina," ujar Subhan usai memimpin rapat bersama para Kepala Bidang layanan di Jeddah, Rabu, (14/6/ 2023).
PPIH akan bentuk tiga satuan tugas (satgas), yaitu Satgas Arafah untuk Daerah Kerja (Daker) Bandara, Satgas Muzdalifah untuk Daker Makkah, dan Satgas Mina untuk Daker Madinah. Subhan mengatakan setiap Satgas akan dibentuk tim adhoc, masing-masing 11 tim. Setiap tim adhoc bertugas memberikan layanan kepada seluruh jemaah selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ada Petugas Layanan Lansia
Tim adhoc ini, kata Subhan, beranggotakan petugas pelindungan jemaah (linjam), tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah (PKP3JH), petugas kesehatan, petugas layanan lansia, serta tim bimbingan ibadah.
"Insyaallah kebutuhan layanan kepada jemaah akan kita berikan melalui titik-titik adhoc," ujar Subhan.
Selain itu, PPIH akan menempatkan sejumlah personil pada 70 maktab yang ditempati jemaah haji Indonesia. Mereka bertugas mengawasi Maktab dalam memberikan layanan akomodasi jemaah. Selain itu, ada personel yang akan melakukan pengawasan layanan katering.
"Jemaah akan mendapat layanan katering sebanyak 16 kali makan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Layanan ini disiapkan oleh maktab. Kita siapkan tim yang melekat untuk melakukan pengawasan," sebut Subhan.
Layanan di Mina
Khusus di Mina, kata Subhan, selain tim adhoc yang ditempatkan pada 11 titik area tenda jemaah, disiapkan juga tim Jamarat. Tim ini disiapkan pada 10 titik, lima titik pada rute jamarat bagian atas, dan lima titik pada rute jamarat bagian bawah.
Khusus di Mina, kata Subhan, selain tim adhoc yang ditempatkan pada 11 titik area tenda jemaah, disiapkan juga tim Jamarat. Tim ini disiapkan pada 10 titik, lima titik pada rute jamarat bagian atas, dan lima titik pada rute jamarat bagian bawah.
"Rute pergerakan jemaah haji Indonesia dari tenda Mina ke Jamarat yang disiapkan Saudi, bisa melalui jalur atas dan ada potensi juga jemaah melalui jalur bawah. Sehingga di atas lima titik dan bawah lima titik untuk pengamanan,” papar Subhan.
Dari Jamarat menuju tenda di Mina, disiapkan delapan pos petugas. Setiap pos ditempatkan sejumlah personel untuk mengawal jemaah selama dalam perjalanan menuju dan pulang dari Jamarat. n abd/dna/rmc
Editor : Moch Ilham