SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Bengkulu, pada Minggu (2/7/2023). Dalam kesempatan itu Khofifah membawa misi dagang dan investasi ke Bengkulu melalui Perjanjian Kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.
Gubernur Khofifah bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU guna memperkuat hubungan kedua provinsi.
Misi dagang ini digelar dengan tujuan untuk memperkuat potensi perdagangan, kerja sama di berbagai sektor, dan membangun partnership dan jejaring bisnis dengan menghadirkan pelaku usaha dan berbagai stakeholder antar kedua provinsi.
"Bengkulu ini provinsi ke 30, jadi tadi pak gubernur nanti bisa ditindaklanjuti dengan penguatan perjanjian kerjasama, " kata Khofifah dalam sambutannya di Balai Raya Semarak Bengkulu, Minggu (2/7/2023).
Mantan Menteri Sosial RI ini mengungkapkan bahwa misi dagang yang dibangun dengan Provinsi Bengkulu ini focus terhadap empat sektor utama yakni sektor pertanian, perkebunan perikanan dan peternakan.
“Penajaman kerjasama di empat sektor yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan ini memiliki potensi besar untuk dibangun partnership oleh kedua provinsi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi kerjasama yang berkelanjutan dan peningkatan transaksi perdagangan yang signifikan antar kedua provinsi.
Melalui kegiatan Misi Dagang ini, Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk terus pro aktif dalam memperluas jejaring kerjasama dengan provinsi mitra melalui berbagi strategi. Salah satunya yakni melalui kegiatan Misi Dagang.
Selanjutnya, MoU antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemprov Bengkulu tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) oleh 13 OPD, 8 BUMD dan 5 Asosiasi dari kedua Provinsi
Inisiatif Gubernur Khofifah untuk menjalin kerjasama di empat sektor itu direspon baik oleh Gubernur Rohidin. Apalagi menurutnya, misi dagang menjadi ajang bertemunya trader dan buyer. Kolaborasi ini dipercaya saling menguatkan potensi yang dimiliki oleh kedua provinsi.
“Misi dagang merupakan instrumen, tapi tidak sekadar bicara bisnis, tapi jauh dari itu yakni bentuk merajut kepentingan anak bangsa,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kerjasama antar daerah ini memang jadi kebutuhan bersama. Sehingga pihaknya menyambut baik akan kedatangan Pemprov Jawa Timur ini.
"Sebagaimana arahan pak presiden, maka mengelaborasi potensi di semua provinsi ini jadi tugas Gubernur, yang jadi perpanjangan tangan presiden. Sekali lagi, kerjasama antar daerah seperti ini, kita sambut bersama. Sekarang memang eranya, tidak ada lagi kata bersaing. Sekarang justru paradigma elaborasi, kita pertemukan keunggulan di masing-masing daerah,” pungkasnya. sb
Editor : Redaksi