Bupati Sampang Berhasil Tebarkan Kedamaian Dan Ketenangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Sampang H.Slamet Junaidi saat memberikan pemaparan terkait keberhasilannya mengatasi konflik sosial Syiah-Sunni.
Bupati Sampang H.Slamet Junaidi saat memberikan pemaparan terkait keberhasilannya mengatasi konflik sosial Syiah-Sunni.

i

SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Bupati Sampang H.Slamet Junaidi berhasil menebarkan kedamaian dan ketenangan usai sukses menangani konflik sosial Sunni-Syiah yang terjadi. Atas keberhasilannya itu, Bupati mendapatkan undangan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Undangan khusus tersebut langsung dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Bupati H. Slamet Junaidi diharapkan dapat memberikan sambutan dalam kegiatan Temu Konsultasi Penanganan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Kamis (6/7/2023).

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Kasubit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Kepala Kejati Jatim, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kepala Bakesbangpol Sampang, Ketua MUI Jatim, Ketua MUI Sampang dan sejumlah tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, H. Slamet Junaidi membagikan kisah langkah - langkah keberhasilannya dalam menangani konflik sosial keagamaan Syiah-Sunni di Kabupaten Sampang.

Perlu diketahui bersama bahwa konflik Sunni-Syiah terjadi Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Sampang sempat pecah dan ramai diperbincangkan publik nasional pada tanggal 26 Agustus 2012 silam.

Akibat adanya penolakan dari kelompok Sunni, pengikut syi’ah kala itu diungsikan ke Gedung Olahraga Sampang yang selanjutnya berpindah ungsian ke Rusunawa Jemundo, Sidoarjo sejak tahun 2013.

Dalam tiga tahun kepemimpinannya, H.Slamet Junaidi berhasil memulangkan para pengungsi secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 53 orang dari 14 keluarga eks pengikut Syiah tiba di Kabupaten Sampang tepatnya pada hari Jumat (29/04/2022).

Kemudian, pemulangan tahap kedua kembali dilakukan pada 4 Mei 2023 kepada 60 kepala keluarga (251 orang) eks pemeluk Syiah ke kampung halamannya dengan diantar menggunakan empat unit bus.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Dr. H. Adib, M. Ag. mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang dalam memulihkan keadaan para penyintas Syiah setempat.

“Terimakasih bapak Bupati beserta jajaran yang telah pro aktif menormalisasi saudara-saudara kita yang selama 11 tahun ini di pengungsian sehingga akhirnya bisa kembali ke kampung halaman,” ujarnya.

Pihaknya berharap upaya yang telah dilakulan Pemerintah Kabupaten Sampang menjadi pelajaran bagi sesama untuk mengantisipasi agar konflik serupa tidak terulang kembali di Indonesia.

“Ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita bersama untuk menjaga kerukunan antar anak bangsa,” pintanya.

Menurut Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, keberhasilannya dalam mengatasi konflik sosial Syiah-Sunni tersebut sangat bergantung terhadap komitmen dan kesungguhan dalam mewujudkan harmonisasi sosial di Kabupaten Sampang.

“Kami merasa berdosa sebagai pemimpin ketika saya tidak bisa membantu saudara saudara kami di Jemundo. Ini adalah konsep kami untuk memanusiakan manusia,” katanya.

Untuk mewujudkan komitmennya, H. Slamet Junaidi melakukan berbagai upaya. Seperti melibatkan tokoh agama, masyarakat dan desa, membantu pengurusan berkas administrasi, memberikan bantuan PTSL (Program Sertifikat Tanah Gratis) dan pemenuhan hak lainnya.

Bahkan, H.Slamet Junaidi mengaku telah merogoh kantong pribadinya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak eks Syiah di berbagai pondok pesantren.

“Ini adalah komitmen kami agar masyarakat Sampang seluruhnya dapat merasakan manfaat dari kepemimpinan kami, sejumlah anak-anak penyintas Syiah kami sekolahkan dengan uang pribadi di Tebu Ireng dan Lirboyo,” tandasnya. gan

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…