Viral Sopir Mobil Box Dihajar Massa

Gegara Dipicu Senggolan dengan Rombongan Pengantar Jenazah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu potongan tragedi persekusi sopir mobil box di Jalan Sasak yang video viralnya tersebar di berbagai media sosial.
Salah satu potongan tragedi persekusi sopir mobil box di Jalan Sasak yang video viralnya tersebar di berbagai media sosial.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejak Minggu (9/7/2023) hingga Senin (10/7/2023), wilayah Ampel Surabaya mendadak viral di media sosial. Ini setelah sebuah video viral yang menunjukkan satu unit mobil boks dirusak massa di Jalan Sasak, Ampel, Surabaya. Video berdurasi dua menit itu pun langsung dibagikan berulang kali di Twitter, TikTok dan Instagram oleh sejumlah akun.

Dari video yang dilihat Surabaya Pagi, yang diunggah di akun Twitter @lhayesno, menyebutkan peristiwa warga memersekusi sopir mobil boks di Jalan Sasak Surabaya, diduga mobil box itu melewati kerumunan orang antar jenazah.

"Infonya: Karena melewati kerumunan orang yang mau antar jenazah... sopir box yang mau antar barang ini di pukuli, segitu terganggu kah.. Apakah sebrutal ini bangsa ini?" twitt akun @lhayesno, yang sudah terverifikasi oleh Twitter ini.

Video viral persekusi mobil box itu diunggah @lhayesno pada Minggu (9/7/2023) pukul 14:11 WIB kemarin. Hingga Senin (10/7/2023), video viral itu telah ditonton 626 ribu kali, dan telah di retweet 1.219 kali, 3.180 kali di likes, serta 1.504 orang telah berkomentar.

Berkembang isu melalui komentar warganet di unggahan itu bahwa peristiwa itu dipicu tabrak lari melibatkan mobil mobil boks tersebut hingga warga mengejar sang sopir dan merusak mobilnya.

Sementara, Kapolsek Semampir Surabaya Kompol Nur Suhud membenarkan terjadinya peristiwa persekusi terhadap sopir mobil boks di sekitar Wisata Religi Sunan Ampel, Semampir, Surabaya.

Nur Suhud mengoreksi narasi di video. Menurutnya, perisitiwa itu terjadi di perempatan Jalan KH Mas Mansyur menuju Jalan Sasak, Surabaya. Selain itu, peristiwa itu bukan tabrak lari.

"Betul, itu kejadiannya Minggu (9/7/2023) sore kemarin. Tapi itu bukan tabrak lari," ujar Suhud, Senin (10/7/2023).

 

Salah Paham

Suhud menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula saat rombongan pengiring jenazah melintasi kawasan Jalan Sasak Surabaya. Di saat yang sama mobil boks itu melintas.

Salah satu rombongan pengiring jenazah pun senggolan mobil tersebut. Suhud menjelaskan bahwa sebenarnya pengemudi mobil boks itu berusaha meminggirkan mobil di bahu jalan.

Saat itulah terjadi salah paham. Rombongan pengiring jenazah justru meneriaki mobil boks itu dan mengundang keramaian sehingga rombongan pengiring jenazah dan warga sekitar emosi. "Dikiranya mau kabur, padahal tidak. Itu juga bukan tabrak lari, memang ada yang tertabrak saat itu, tapi pengemudinya mau bertanggung jawab," katanya.

 

Massa Emosi

Gegara emosi usai massa meluruk pengemudi mobil boks itu lalu beberapa di antara mereka mulai merusak kaca depan mobil hingga memukuli sopir yang tak berkutik di dalam mobil.

Warga setempat termasuk salah satu warga pembawa bendera palang merah tanda kematian sempat meredam emosi warga lainnya. Masalah diselesaikan di Polsek Semampir.

Suhud menjelaskan bahwa permasalahan itu saat ini sudah selesai. Diselesaikan oleh masing-masing pihak yang terlibat secara kekeluargaan.

 

Sopir Luka Ringan

Sopir mobil boks dianiaya rombongan pengiring jenazah. Rombongan pengiring jenazah itu juga merusak kaca mobil itu hingga pecah. Kedua pihak yang sempat terlibat keributan di Perempatan Jalan KH Mas Mansyur, Surabaya itu sudah saling bertemu dalam proses mediasi. Peristiwa itu mengakibatkan sang sopir mengalami luka ringan dan kaca depan mobil itu pecah.

Dalam mediasi yang dilakukan di Polsek Semampir, sopir mobil boks itu mengakui kesalahannya dan siap bertanggung jawab terhadap salah satu rombongan pengiring jenazah yang tertabrak mobilnya.

 

Sepakat Damai

Mediasi yang dilakukan polisi itu disaksikan juga oleh perangkat kampung setempat. Pada saat mediasi itulah kedua belah pihak bersepakat untuk saling berdamai dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

"Pas ketemu kemarin dalam mediasi di kantor (Polsek Semampir) disaksikan (Ketua) RT dan RW juga. Akhirnya damai saat mediasi," ujar mantan Kapolsek Pabean Cantian

Karena sudah damai dan menyelesaikan secara kekeluargaan, polisi tidak memproses hukum pidana para pengiring jenazah yang menganiaya sopir mobil boks itu.

 

Masih Hubungan Keluarga

Sementara, dalam proses mediasi itulah akhirnya diketahui fakta baru. Salah satu dari rombongan pengiring jenazah mengaku kenal dengan sopir mobil boks itu. Ternyata sang sopir masih ada hubungan keluarga dengan para pengiring jenazah.

"Pas ketemu di sini (Polsek Semampir) kemarin, ada yang bilang ternyata masih satu keluarga dengan pengemudinya. Dari situ akhirnya disepakati berdamai saja, diselesaikan secara kekeluargaan, saling maaf-maafan di sini," kata Suhud.

Setelah proses mediasi itu para pihak yang terlibat dalam keributan di Perempatan KH Mas Mansyur itu lantas saling bersalaman lalu meninggalkan Polsek Semampir Surabaya.

Suhud memastikan, kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan dengan saling memaafkan dan mengganti kerugian masing-masing pihak.

"Sudah diselesaikan sendiri setelah dari Polsek, keduanya menyadari sama-sama terbawa emosi. Setelah bertemu dan dibicarakan sudah selesai dengan sama-sama ganti biaya pengobatan dan kerusakan," tutup dia. ril/rmc

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…