Sidang Anak Pejabat Pajak

Saksi Ahli, Pengacara, dan Jaksa, Berdebat Isi Dakwaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Mario Dandy saat berdiskusi dengan pengacaranya di persidangan pemeriksaan saksi ahli pidana di PN Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2023). SP/Johan Tallo/Liputan6
Terdakwa Mario Dandy saat berdiskusi dengan pengacaranya di persidangan pemeriksaan saksi ahli pidana di PN Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2023). SP/Johan Tallo/Liputan6

i

Hakim: Jaksa Berhak Tentukan Pasal, Hakim yang Menentukan

 

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sidang Mario Dandy, anak pejabat pajak Rafael dan Shane Lukas dalam perkara penganiayaan David Ozora kembali digelar, Selasa (11/7/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan saksi ahli pidana.

Dalam sidang ini, penasihat hukum (PH) kupas unsur pembiaran yang didakwaan Jaksa. PH berdebat dengan saksi ahli, jaksa dan hakim. Kata pengunjung perdebatannya menarik, sebab PH kuasai masalahnya.

Jaksa mendakwa Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan alias Shane melakukan penganiayaan berat berencana terhadap Cristalino David Ozora atau David. Shane didakwa bersama Mario Dandy Satriyo dan anak berinisial AG (15).

"Terdakwa Shane Lukas Rotua Pangondian beserta saksi Mario Dandy Satriyo dan anak AG selanjutnya disebut anak (penuntutan dilakukan secara terpisah) turut serta melakukan kejahatan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu," ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan.

Dalam dakwaan jaksa, Shane adalah teman Mario Dandy. Shane terlibat penganiayaan David karena ditelepon Mario Dandy dan diceritakan perihal hubungan AG dengan David. Mario saat itu meminta Shane mendampinginya.

Shane bertugas merekam ketika Mario menganiaya David. Shane pun menyanggupi permintaan Mario.

"Terdakwa Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan alias Shane diceritakan oleh saksi Mario Dandy Satriyo alias Dandy, sehingga membuat Saksi Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan alias Shane mempunyai satu kesatuan kehendak dengan Terdakwa Mario Dandy Satriyo alias Dandy untuk melakukan kekerasan kepada Anak korban David Ozora alias Wareng dengan berkata: 'Gw kalau jadi lu pukulin aja itu parah Den'," ucap jaksa.

Singkat cerita, Mario, anak AG, dan Shane pun menemui David di rumah teman David di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jaksa mengatakan saat pertemuan itu penganiayaan itu pun terjadi. Mario menganiaya David, Shane merekam aksi Mario, dan AG menyaksikan kejadian itu.

Penganiayaan sadis yang dilakukan Mario adalah dengan melakukan aksi tendangan bebas atau free kick ke kepala David. Saat itu, David sudah tergeletak tidak berdaya.

"Bahwa akibat kekerasan yang dilakukan secara sadis oleh Mario Dandy Satriyo alias Dandy, menyebabkan Anak korban CRYSTALINO DAVID OZORA alias Wareng mengalami penurunan kesadaran (akibat cedera kepala sedang) dan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium hasilnya terdapat infeksi bakteri pada darah Anak korban CRYSTALINO DAVID OZORA alias Wareng," kata jaksa. 

Berdebat Dengan Ahli Pidana

Pengacara Shane Lukas berdebat dengan ahli pidana hukum dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Ahmad Sofian soal unsur pembiaran yang didakwakan terhadap Shane dalam kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora. Adu mulut keduanya pun tak terhindarkan.

Semula, penasihat hukum Shane bertanya apakah dakwaan subsider terhadap Shane yakni Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terdapat unsur pembiaran. Ahmad mengatakan tidak ada.

"Di sini kan ada dakwaan ini yang didakwa kan penganiayaan. Menurut hukum kan percobaan penganiayaan itu tidak dipidana, padahal udah mencoba. Sudah mencoba saja tidak. Nah sekarang pembiaran, di mana unsur pembiaran dalam suatu tindak perbuatan coba ahli jelaskan?" kata pengacara Shane.

"Maksud pertanyaan Saudara apa?" tanya hakim ketua Alimin Ribut Sujono.

"Apa yang menjadi unsur pembiaran? Kan tadi ahli menyebutkan Pasal 76. Dakwaan jaksa dakwaan terakhir. Bagaimana pendapatan ahli terkait unsur-unsur pembiaran mohon ahli jelaskan?" tanya pengacara Shane.

"Tidak ada," jawab Ahmad.

Kendati demikian, kata Ahmad, unsur pembiaran ada dalam pasal objektif dan subjektif yang harus dibedah lagi.

Pengacara Shane lalu memotong penjelasan Ahmad. "Tidak ada unsur kan?" tanya pengacara Shane.

"Tidak ada, yang ada penjelasan terhadap pembiaran, jadi Anda harus membedakan, unsur itu ada dalam pasal objektif dan subjektif. Dalam objektif ada perbuatan kita bedah lagi," jawab Ahmad.

"Jadi Anda jangan tunggu.." tambah Ahmad.

"Dakwaan ini tidak ada unsur?" tanya pengacara Shane memotong penjelasan Ahmad. 

Hakim Tengahi Perdebatan

Perdebatan pun tidak terhindarkan. Ahmad tidak mau menjawab pertanyaan dari pengacara Shane.

"Duh, karena pertanyaannya salah Yang Mulia, saya tidak mau jawab pertanyaan," kata Ahmad.

"Lah justru saudara yang mutar-mutar," timpal pengacara Shane.

Hakim ketua Alimin Ribut pun menengahi keduanya.

Hakim Alimin mengatakan jaksa berhak menentukan pasal yang didakwakan terhadap terdakwa. Tinggal nanti, kata hakim Alimin, bagaimana pembuktiannya di persidangan.

"Sebentar! Sebentar ini kan dakwaan domain dari penuntut umum. Penuntut umum menentukan dakwaan itu alternatif subsideritas atau kah campuran itu hak penuntut umum. Dia bisa menentukan pasal-pasal tertentu sesuai dengan pendapat penuntut umum yang akan dibuktikan itu haknya itu," ujarnya.

"Kita jangan melakukan tanya jawab atau debat yang tidak ada gunanya, pertanyaannya ganti," tegas hakim. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Kapolres Gresik Pimpin Langsung Tes Urine PJU, Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba

Kapolres Gresik Pimpin Langsung Tes Urine PJU, Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba

Sabtu, 21 Feb 2026 19:19 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Dalam upaya memperkuat pengawasan internal serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kepolisian, Kapolres Gresik AKBP R…

Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Ladang Desa Kademangan Kabupaten Blitar

Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Ladang Desa Kademangan Kabupaten Blitar

Sabtu, 21 Feb 2026 15:08 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 15:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Penemuan seorang Kakek dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat 20 Pebruari 2026 sekitar pukul.18.00, oleh J 45 warga setempat…

Perkuat Kebersamaan Ramadan, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Salat Jumat

Perkuat Kebersamaan Ramadan, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Salat Jumat

Sabtu, 21 Feb 2026 13:17 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Untuk mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melaksanakan kunjungan ke Masjid KH A…

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sampang- Pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal tahun ini. Dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo…

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…