Misteri Pasar Setan Gunung Lawu, Tak Mau Transaksi Akan Sial dan Disesatkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasar Setan atau Pasar Dieng konon diyakini sebagai tempat jual-beli antara makhluk gaib yang tinggal di Gunung Lawu. SP/ SBY
Pasar Setan atau Pasar Dieng konon diyakini sebagai tempat jual-beli antara makhluk gaib yang tinggal di Gunung Lawu. SP/ SBY

i

Jangan Mendaki Melebihi Jam 6 Sore, Menjelang Magrib di Gunung Lawu

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Misteri Pasar Setan yang berada di Gunung Lawu, lebih tepatnya berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur mengandung segundang cerita mistis yang banyak dipercaya masyarakat.

Pasar Setan yang ada di Gunung Lawu ini sering menjadi perbincangan para pendaki terutama yang melintasi jalur pendakian via Candi Cetho.  Masyarakat di sekitar Gunung Lawu pun sangat percaya, jika di dunia ini manusia tidak hanya hidup sendiri, ada dimensi lain yang ada di Bumi, termasuk di wilayah Gunung Lawu.

Berdasarkan mitosnya, Pasar Setan digambarkan seperti lapangan luas yang dipenuhi tumpukan bebatuan. Biasanya kegiatan pasar gaib ini akan dimulai ketika malam hari, khususnya pada malam Jumat.

Terkadang warga atau pendaki yang berada di area Gunung Lawu bisa mendengar dan merasakan ramai layaknya suasana sebuah pasar. Di pasar ini juga menjual berbagai macam hal, mulai dari menjual makanan, minuman, dan beberapa kebutuhan lainnya.  

Tak jarang juga mereka yang merasakan pasar ini dipenuhi makhluk-makhluk tak kasat mata yang saling berinteraksi satu sama lain, dan sebagainya. Anehnya, dalam transaksi ini bahasa yang digunakan bukanlah bahasa manusia. 

Tidak Mau Transaksi, Pendaki Akan Ditimpa Kesialan atau Dibuat Tersesat

Menurut para pendaki, di Pasar Setan tersebut mereka seperti diajak bertransaksi dan masyarakat percaya orang tersebut harus membeli barang-barang yang ada di pasar gaib, walaupun penjual yang terlihat oleh manusia berwujud batu, tanah, atau benda-benda yang ada di sekitar.  

Sementara pembayaran yang digunakan untuk bertransaksi yaitu cukup membayar dengan beberapa lembar daun yang ada di sekitar. Daun tersebut sebagai alat transaksinya. Caranya, tinggal melemparkan daun tersebut ke arah makhluk yang sedang bergadang. 

Akan lebih parah apabila orang tersebut tak melakukan hal tersebut. Sebab, katanya orang yang enggan melakukan transaksi di pasar tersebut hidupnya akan ditimpa kesialan atau bahkan bisa dibuat tersesat di Pasar Setan. Alhasil dari cerita misteri ini dibuat peraturan yang mengharuskan pendaki untuk tidak mendaki melebihi pukul 6 sore.

Pengalaman Pendaki Melihat Pasar Setan Gunung Lawu

Faris, seorang pendaki asal Tangerang menceritakan pengalamannya saat mendaki gunung tersebut. Disebutnya jika dia ditawari makhluk halus penghuni Pasar Dieng atau yang kerap disebut Pasar Setan itu.

Menurutnya, salah satu yang membuatnya tertarik untuk mendaki gunung itu adalah karena gunung tersebut dikenal sebagai gunung purba.

“Sedangkan Gunung Lawu, saya belum literasi karena saya memang belum pernah dengar. Kata orang itu adalah gunung purba, dua saya skip langsung saya ke Gunung Lawu,” ujarnya, dikutip Senin (17/07/2023).

Pagi hari sekitar pukul 09:00 WIB, dirinya bersama rekannya melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu, dari awal pendakian hingga ke pos dua semuanya berjalan lancar. Saat tiba di Pos 3 Gunung Lawu, Fariz melihat sosok perempuan yang mirip perempuan yang dilihatnya di awal pendakian.

“Aduh kenapa dia ikuti lagi, perasaan dia di candi kethek udah ada. Ya udahlah gak papa, yang penting teman saya nggak lihat,” cerita pendaki ini.

Meski merasa ada yang mengikuti, Fariz tetap melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Lawu. Tiba di pos 4 pendaki ini melihat sosok orang berbadan besar berjalan ke suatu tempat membawa senjata seperti palu besar.

“Senjata itu bawaknya sambil dipinggul menuju ke suatu tempat, aduhhh ini beneran aluh atau benar tapi nyata saya lihat sendiri, alhamdullilah dia tidak melihat kita berempat,” tuturnya.

Pukul 19:00 WIB, rombongan pendaki itu memutuskan untuk menginap di jalur pendakian Gunung Lawu tepatnya di bawah plat pasar dieng. Disinilah pendaki ini mendapatkan pengalaman horor yang tak dapat melupakannya. Dimana setengah sepertiga malam, awalnya dirinya bersama rekannya mendengar suara alunan musik Jawa.

“Suaranya enak didengar tapi bisa merusak spirit dimana makhluk gaib ini mulai beraktivitas sekitar jam 11 malam hingga jam 3 pagi,” ujarnya.

Saat hendak buang air kecil, pendaki memberitahukan temannya jika ingin membuang air kecil, saat membuka tenda dirinya dikejutkan dengan situasi yang awalnya malam berubah 180 derajat menjadi terang.

“Nah itu di luar logika saya, yang seharusnya malam ya tetap malam tapi ini siang tiba-tiba,” ujarnya.

Tak hanya mengalami kejadian aneh itu saja, saat pendakian ini melihat ke depan sekitar 10 meter dari lokasi dirinya, pendaki ini melihat pasar yang ramai seperti pasar tradisional umumnya.

Melihat hal yang aneh tersebut, pendaki ini bergegas untuk kembali ke tenda, namun saat dirinya berbalik, tenda yang awalnya ada kini hilang dari pandangan matanya.

“Saat itu saya sendiri, akhirnya ditanya salah satu makhluk halus berwujud mbok-mbok. Kenapa kamu ada di sini, ini bukan dunia kamu, bagaimana kamu bisa ke sini,” ceritanya.

Dagangan yang Dijual di Pasar Setan Diluar Nalar, Menyeramkan

Saat di pasar makhluk halus ini, pendaki ini dikejutkan dengan barang dagangan yang dijual makhluk halus ini. “Itu ada tangan, usus, ada mata, “ ujar Faris, seorang pendaki asal Tangerang.

Di dunia gaib ini, pendaki ini juga melihat sosok yang lebih menyeramkan lagi dimana memiliki gigi taring yang keluar, serta telinga besar dan bertubuh besar, dan melotot melihat dia. “Makhluk halus ini menawarkan saya untuk tinggal disini, karena takut saya lari dari lokasi pasar ini,” tuturnya.

Beruntung dirinya bertemu sosok makhluk halus yang berbaik hati, yang mengembalikan dirinya ke dunia nyata. “Alhamdulilah usai itu ketemu tenda saya, saat saya melihat ke belakang hari kembali gelap,” tutupnya. dsy

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…