Bupati Magetan: Harga Tembakau Tahun Ini Bagus

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 23 Jul 2023 14:02 WIB

Bupati Magetan: Harga Tembakau Tahun Ini Bagus

i

Kegiatan Gebyar Tembakau Magetan Pethil Sata Tahun 2023 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jum’at (21/7/2023). Foto: Diskominfo Kabupaten Magetan.

SURABAYAPAGI.COM, Magetan - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) menyelenggarakan Gebyar Tembakau Magetan Pethil Sata Tahun 2023 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jum’at (21/7/2023).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Magetan Suprawoto, Ketua DPRD Sujatno, Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Uswatun Khasanah, seluruh jajaran Forkopimda, DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jatim serta para kelompok tani dan warga masyarakat di Dusun Ngrobyong, Magetan.

Baca Juga: Harga Tomat di Magetan Melambung Tinggi, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

Dalam sambutannya, Bupati Suprawoto mengatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun menguntungkan bagi para petani tembakau di Magetan. Pasalnya, harga tembakau tahun 2023 ini dinilai bagus jika dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, harganya untuk tahun ini bagus, tembakau kering 1 kilogram bisa sampai Rp 280 ribu, sedangkan tembakau basah Rp 8 ribu/kilogram. Ini harga yang paling bagus menurut petani,” kata Suprawoto.

Harga kali ini terbilang jauh lebih tinggi ketimbang harga saat masih pandemi. Harga saat masih pandemi Covid-19 pernah mencapai Rp3.000 per kilogram.

“Kemarin saat pandemi sempat turun hingga Rp 3 ribu/kilogram. Ini indikator baik dan dapat menjadi harapan besar bagi para petani untuk tetap menanam tembakau sebagai mata pencaharian di sektor pertanian,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Kang Woto ini menyebut, Andong Kuning merupakan jenis tembakau yang berkualitas bagus serta menjadi favorit yang dihasilkan para petani di Desa Sidomulyo. Dan untuk harganya dinilai paling mahal untuk dijual.

“Hasil panen tembakau yang dihasilkan para petani tembakau di Desa Sidomulyo sangat berkualitas.

Kategori tembakau di Sidomulyo ini masuk tembakau pegunungan. Biasanya dikirim ke sentra atau tempat budidaya tembakau yang ada di Temanggung Jawa Tengah,” jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Pedagang Pasar Sayur di Magetan Tolak Kenaikan Retribusi Baru

Menurutnya, produk tembakau di Magetan sebenarnya masih belum memenuhi kebutuhan pabrik di Indonesia, yakni baru di kisaran 40 persen. Sehingga prospeknya masih luas.

“Justru ada kecenderungan lahan tembakau itu setiap tahun tarun, karena  berbagai kepentingan.

Di antaranya karena juga harus memikirkan tanaman pangan juga luas lahannya pun tidak  semakin bertambah tapi malah semakin berkurang, hal ini yang menjadi perhatian kita ,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Uswatul Chasanah menyampaikan bahwa total lahan tembakau di Kabupaten Magetan saat ini kurang lebih seluas 321 hektar.

Baca Juga: Terlalu Mahal, Aset Pemkab Magetan Enggan Dilirik Peminat

“Hingga saat ini, total luas lahan tembakau di Kabupaten Magetan mencapai kisaran 321 hektar dengan hasil panen 7-8 ton tembakau basah/hektar dengan rendemen sekitar 10-13,” ujar Uswatul Chasanah.

Angka 321 hektar itu, lanjutnya, sangat menurun dibandingkan dulu yang luas lahan tanaman tembakau di Magetan mencapai 800 hektar.

“Memang daerah historis tembakau itu hanya ada di beberapa kecamatan, seperti di Sidorejo, Panekan, Plaosan, Parang, bahkan Poncol itu dulu juga wilayah historis tembakau, tapi karena harga dan minat petani itu turun jadi banyak yang beralih ke tanaman sayur,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Suprawoto juga melakukan dialog dan tanya jawab langsung dengan anggota APTI Magetan serta menyerahkan bantuan pupuk NPK, Mulsa dan bibit pohon cabai kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). mgt

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU