Raperda Pertembakauan Jatim Ditunda Karena Terlalu Berpihak ke Industri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aliyadi Mustofa
Aliyadi Mustofa

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengembangan dan Perlindungan Pertembakauan Jawa Timur yang digagas Gubernur sementara tidak bisa dilanjutkan. Komisi B (bidang Perekonomian) DPRD Jawa Timur meminta penundaan pembahasan dengan alasan draft Raperda tidak berpihak kepada petani tembakau.

Penundaan tersebut disampaikan secara resmi melalui sidang paripurna di DPRD Jawa Timur, Senin 24/7/2023. Melalui juru bicara  Achmad Amir Aslichin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Komisi B DPRD Jawa Timur memandang perlu untuk meminta waktu lebih panjang membahas Rancangan Perda ini,” kata politisi yang akrab disapa Mas Iin ini dalam sidang Paripurna, Senin 24/7/2023.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Musthofa membenarkan bahwa laporan penundaah itu adalah keputusan resmi Komisi B. “Kami Komisi B meminta kepada Banmus untuk menjadwal ulang laporan tentang Rancangan peraturan daerah pengembangan dan perlindungan pertembakauan Jatim,” terang Aliyadi, Senin 24/7/2023. 

Aliyadi menjelaskan, draft Raperda tersebut butuh pembahasan lebih mendalam lagi dari komisi dan selebihnya. Termsuk mendengarkan masukan-masukan aspirasi dari berbagai stakholder terkait. Mulai dari Asosiasi petani tembakau hingga masyarakat umum. Karena diharapkan dari Rancangan peraturan daerah pertembakauan ini bagaimana itu benar-benar berpihak kepada masyarakat petani tembakau. “Jangan malah sebaliknya. Hanya menguntungkan industri, tengkulak, pabrikan, gudang dan seterusnya,” ujar Aliyadi.

Hal tersebut menjadi alasan utama Komisi B meminta waktu kepada pimpinan DPRD untuk lebih mendalami detail lagi isi-isi draft Raperda.  “Sebenarnya 80% draft Raperda ini sudah selesai karena raperda ini adalah inisiatif eksekutif atau Gubernur Jatim melalui Dinas Perkebunan,” sebutnya.

Menurut Aliyadi, naskah akademik Raperda ini sudah lengkap. Termasuk siapa saja  tim perumusnya sudah setuju dan mereka sudah siap-siap menyambut Raperda ini segera disahkan. “Tapi sementara kami pending di komisi karena komisi butuh mendalami terlebih dahulu naskah akademiknya,” imbuhnya.

Secara Spesifik, lanjut politisi PKB ini, yang terpenting adalah bagaimana ruh dari raperda yang akan dibahas sesuai kebutuhan Masyarakat pertembakauan di Jawa Timur.  Bukan hanya petani di Madura Tapi juga petani tembakau di seluruh Jawa Timur yang selama ini carut-marut dan selalu banyak persoalan. Mulai dari persoalan pra tanam sulit pupuk, lalu pasca panen setelah jadi tembakau harganya turun. “Itu semua selama ini tembakau selalu dipermainkan sebagian orang. Sehingga disitulah masyarakat petani kita selalu menjerit kepada kita,” terangnya.

Belum lagi masalah Regulasi tembakau impor harus diatur lagi. Karena banyak Pabrik rokok yang lebih masih menggunakan tembakau impor lebih banyak daripada menyerap tembakau dari petani lokal. “Karenanya saya lihat di raperda itu sementara belum ada pasal yang berpihak pada petani tembakau, karena hanya mengatur kepentingan industri dan gudang gudang itu,” tuding Aliyadi yang ingin ada penyesuaian Raperda pertembakauan dengan tidak bertentangan dengan peraturan diatasnya. 

Persoalan lainnya yang perlu dicantumkan adalah terkait dana bagi hasil cukai tembakau (DHCT). Seperti diketahui Provinsi Jawa Timur ini memberikan kontribusi terbesar cukai tembakau ke pemerintah pusat. Akan tetapi kontribusi tersebut tidak sebanding lurus dengan apa yang diberikan pemerintah pusat kepada petani tembakau Jawa Timur. “Begitu dana bagi hasil untuk diberikan kepada Pemprov Jatim dan kabupaten/kota kadang-kadang dana bagi hasil cukai itu tidak tidak sesuai dengan tujuannya,” ungkap Aliyadi.

Karena sangat nyata terlihat, DHCT bukan diberikan kepada petani tembakau. Tapi justru diberikan kepada dinas-dinas yang sama sekali tidak ada urusannya dengan tembakau. Misalnya diberikan kepada Dinas Kesehatan. “Ini kan tidak nyambung, karena Dinas Kesehatan justru lembaga yang menerapkan pelarangan merokok,” sebutnya.

Belum lagi instansi atau lembaga lainnya yang kurang relevan dengan urusan tembakau. “Mestinya di draft raperda itu ada aturan-aturan bagaimana petani tembakau mendapatkan manfaat secara ekonomi dari dana bagi hasil itu. Karena problem petani itu juga banyak sehingga kemiskinan terbesar ada di kalangan pedesaan,” pungkas Aliyadi. rko

Berita Terbaru

Isu AHY di Pusaran MBG, Emil Dardak Pastikan Kader Demokrat Jatim Tidak Percaya

Isu AHY di Pusaran MBG, Emil Dardak Pastikan Kader Demokrat Jatim Tidak Percaya

Sabtu, 13 Jun 2026 20:44 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mencuatnya Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat kader di Jawa Timur ikut…

Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Siapkan Cetak Pemimpin Muda dari Gen Z

Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Siapkan Cetak Pemimpin Muda dari Gen Z

Sabtu, 13 Jun 2026 16:36 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 16:36 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya - Menghadapi tantangan baru era politik digital menjadi perhatian PDI Perjuangan Kota Surabaya dalam rangkaian Peringatan Bung Karno…

Semarak HUT ke-108 Kota Mojokerto, Warga Prajurit Kulon Gelar Senam Bersama

Semarak HUT ke-108 Kota Mojokerto, Warga Prajurit Kulon Gelar Senam Bersama

Sabtu, 13 Jun 2026 12:36 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 12:36 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Semangat hidup sehat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-108 Kota Mojokerto melalui kegiatan Senam Bersama yang digelar K…

Pelepasan Murid SMP Negeri 1 Jabon Angkatan ke-41 tahun 2026

Pelepasan Murid SMP Negeri 1 Jabon Angkatan ke-41 tahun 2026

Sabtu, 13 Jun 2026 10:17 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 10:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Acara pelepasan Murid SMP Negeri 1 Jabon Sidoarjo kelas IX angkatan ke-41 tahun 2026 depan halaman sekolah oleh Kepala SMP Negeri 1…

1000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

1000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

Jumat, 12 Jun 2026 20:40 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri menggelar kegiatan Seleksi dan Pelantikan Pramuka Garuda tingkat Penggalang, P…

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Menjelang peringatan 1 Muharram yang lekat dengan momen malam 1 Suro, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah agresif untuk menjaga…