SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kedua film yang disinyalir saling bersaing dan sangat kuat di bioskop yakni film "Barbie" karya Greta Gerwig kini sudah mengungguli film “Oppenheimer" karya Christopher Nolan selama tujuh hari terakhir. Bahkan film “Barbie” masih kokoh puncaki rekor box office.
"Barbie" meraup 93 juta Dollar AS, jumlah yang sangat besar di akhir pekan keduanya, menurut perkiraan studio pada hari Minggu (30/07/2023). Sedangkan "Oppenheimer" tetap di posisi kedua dengan pendapatan 46,2 juta Dollar AS.
Menurut Dergarabedian, gabungan kedua film tersebut telah melampaui 1 miliar Dollar AS dalam penjualan tiket di seluruh dunia. Paul Dergarabedian, analis media senior untuk firma data Comscore, menyebutnya sebagai "momen batu ujian bagi film, penonton bioskop, dan bioskop".
“Memiliki dua film dari studio saingan yang terhubung dengan cara ini dan keduanya meningkatkan kekayaan satu sama lain - baik dari segi box-office maupun profil mereka. Saya tidak tahu apakah ada persaingan seperti ini dalam sejarah box-office. Kali ini benar-benar tidak ada bandingannya," katanya, Senin (31/07/2023).
"Barbie" dengan cepat mengumpulkan 351,4 juta Dollar AS di bioskop AS dan Kanada, angka yang akan segera menjadikannya hit box-office terbesar di musim panas. Dalam setiap hari pemutaran, "Barbie" telah menghasilkan setidaknya 20 juta Dollar AS.
Diketahui pada film "Barbie" ini bahkan sudah menghasilkan 122,2 juta Dollar AS secara internasional selama akhir pekan. Penghitungan globalnya telah mencapai 775 juta Dollar AS. Ini adalah jenis bisnis yang mencengangkan bahkan bagi para eksekutif studio veteran.
“Itu angka yang gila,” kata Jeff Goldstein, kepala distribusi Warner Bros. “Hanya ada penonton yang ingin menjadi bagian dari zeitgeist saat ini. Kemanapun Anda pergi, orang-orang memakai warna pink. Pink mengambil alih dunia," tambahnya.
Di tengah hiruk pikuk, "Barbie" sudah menarik banyak penonton bioskop yang menonton berulang. Goldstein memperkirakan bahwa 12 persen dari penjualan adalah orang-orang yang kembali datang ke bioskop dengan teman atau keluarga untuk menonton film ini lagi.
“Pasca-pandemi, tidak ada langit-langit dan tidak ada lantai," kata Goldstein. "Film-film yang dirindukan benar-benar merindukan waktu besar, dan film-film yang berhasil benar-benar berhasil," ujarnya.
Sementara itu, "Oppenheimer" dari Universal Pictures tampil lebih seperti film pahlawan super daripada film berdurasi tiga jam tentang pembicaraan para ilmuwan. dsy
Editor : Desy Ayu