Analisa Politik

Gibran - Jokowi, Kayak Sedang Ludrukan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tudingan politikus senior PDIP, Panda Nababan, yang menyebut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka masih anak ingusan, makin terasa.

Ini saya analisis dari munculnya polemik antara Presiden Joko Widodo dan putra sulungnya yang juga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Bapak dan anak ini saling lempar pernyataan. Keduanya saling lempar pernyataan terkait arah dukungan Jokowi yang kini sudah mengerucut kepada satu capres.

Terkait arah dukungan Jokowi, kata Gibran, mengerucut kepada 1 capres.

Dia membeberkan bahwa Jokowi memang sudah memutuskan untuk mendukung salah satu capres tapi tanpa menyebut siapa sosok yang didukung tersebut.

"Sudah," kata Gibran kepada wartawan setelah bertemu dengan relawan Jokowi di Restoran Telaga Sampireun, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2023). Gibran menjawab pertanyaan soal apakah Jokowi sudah memastikan arah dukungan ke salah satu capres.

"Ya entar saja (ciri-cirinya)," lanjutnya.

Gibran mengatakan sudah mengambil sikap terkait pilihannya pada Pilpres 2024. Meski demikian, dia tak ingin mengungkapnya. "Kan kalau saya sudah bersikap, nggak usah ditanyakan lagi," ungkapnya.

Dan setelah itu, giliran Jokowi, merespons pernyataan Gibran. Ternyata, Jokowi, bukan membenarkan atau memberi bocoran siapa yang didukungnya, Jokowi justru melempar kembali hal itu ke Gibran.

"Tanyakan ke Gibran," kata Jokowi sembari tersenyum usai meresmikan Sodetan Ciliwung di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (31/7/2023).

Jokowi menyarankan awak media untuk bertanya langsung siapa sosok yang didukungnya itu ke Gibran. Sebab, bukan dirinya yang mengatakan pernyataan tersebut.

"Yang ngomong bukan saya," lanjutnya.

Pernyataan saling lempar ini bak ludrukan. Ayah dan anak, yang sama-sama penyelenggara negara, tak saling menjaga "privacynya". Paling tidak Jokowi, sebagai bapak.

Ayah (Bapak), dalam bahasa jawa krama, atau jawa halus, terjemahannya adalah Romo.

Ayah (Bapak), dalam bahasa jawa ngoko, atau jawa kasar, terjemahannya adalah Pak'e.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bapak adalah orang yang dipandang sebagai orang tua atau orang yang dihormati.

 

***

 

Panda Nababan, orang Batak. Ini dari kata "Nababan". Mengapa orang seberang pula jawa mengerti kata ingusan?

Menurut KBBI, ingusan itu keluar ingusnya; ada ingusnya; beringus. Ini gambaran seorang anak yang hidungnya ingusan atau umbelen.

Saat saya masih sekolah dasar, dokter bilang saya umbelen atau pilek. Penyebab umbelen karena peradangan lapisan di dalam hidung dan sinus. Hal ini yang membuat hidung mengeluarkan lendir atau ingus.

Gibran, yang sudah jadi Wali kota dan berusia 35 tahun, apa masih pantas disamakan anak SD yang umbelen tak bisa bersihkan sendiri (nyisi)?

Bila Gibran, ingin mengklaim seorang politisi yang bukan ingusan, tahu apa utu fatsun politik.

Dalam fatsun politik ada permainan politik. Tapi permainan yang tidak timbul kegaduhan.

Riil politik, pernyataan Gibran soal pilihan ayahnya ke salah satu bacapres telah mengguncang elite. Seolah Jokowi, sudah punya pilihan capres sebelum hari pencoblosan.

Gibran sepertinya tidak tahu posisi Jokowi di depan publik, bukan sekedar ayahnya, tapi presiden sekaligus kepala negara.

Secara konstitusional Presiden harus netral dalam pemilu. Maklum, posisi presiden dapat berdampak pada kualitas pemilu yang jujur dan adil.

Menurut saya, pagi-pagi, Gibran sudah mengumumkan dukungan terhadap salah satu calon, kesannya tidak etis serta tidak sesuai dengan mandat konstitusi untuk menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jokowi, lalu menetralisir ucapan Gibran, yang clemang-clemong (mengeluarkan kata-kata yang tidak dipikir sebelumnya).

Sebagai Presiden Jokowi, tidak mau diangap tidak netral. Hal ini berpotensi memicu konflik bangsa. Benih ada ketidakadilan serta kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2024 bisa muncul.

Soal pernyataan Gibran, Jokowi arif. Sebagai ayah, ia tidak mau menampar wajah anak sulungnya di depan publik. Akhirnya Jokowi, membuat pernyataan yang kesannya seperti saling lempar. Ini mengingatkan saya saat sedang menonton ludruk di sebuah gedung. Ada aktor yang saut sautan di atas panggung. Saut sautan ini mengundang bahan ketawaan penonton termasuk saya.

Dalam pentasan ludruk sering muncul guyonan saling saut sautan yang bersifat spontan. Maklum, yang saya ingat, bahasa aktor aktor ludruk mudah dimengerti. Apalagi ada selingan guyonan dan gerak yang bisa membuat penonton terpingkal-pingkal.

Sejarahnya, ludruk merupakan kesenian teater rakyat Jawa Timur yang berasal dari kalangan rakyat jelata. Oalah Gibran...Gibran... kok gak mikir clemonganmu. ([email protected])

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …