SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tribhuwana Tunggadewi merupakan putri Raden Wijaya, pendiri sekaligus Raja Majapahit pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M). Pasca tewasnya Jayanegara lantaran dibunuh, sosok Tribhuwana Wijayatunggadewi menjadi salah satu pilihan untuk melanjutkan kepemimpinan di Kerajaan Majapahit.
Slamet Muljana dalam Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya (1979) menuliskan, sang ratu menyandang gelar lengkap Sri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.
Awal pengukuhan raja perempuan ini dianggap hal yang tak lazim di masyarakat Jawa kala itu. Tetapi atas saran Gajah Mada, Tribhuwana Wijayatunggadewi resmi menjadi penguasa perempuan pertama di Kerajaan Majapahit.
Antara Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Gajah Mada memang terjalin hubungan yang saling melengkapi. Sri Ratu Tribhuwana mempercayakan Gajah Mada menempati posisi paling bergengsi di pemerintahan Majapahit. Sementara berkat Gajah Mada, misi sang ratu mulai terlaksana.
Nantinya, Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada di hadapan Tribhuwana Tunggadewi hampir benar-benar terwujud di era selanjutnya, yakni pada masa Hayam Wuruk. Gajah Mada berikrar pantang merasakan kenikmatan duniawi sebelum mempersatukan Nusantara di bawah naungan Kemaharajaan Majapahit.
Naiknya Tribhuwana Wijayatunggadewi sebagai penguasa Majapahit juga membuat langkahnya untuk menikah terbuka lebar. Pasalnya ia dan Pangeran Tumapel Singasari telah bertunangan, namun pernikahan itu tertunda karena keegoisan saudara tirinya.
Pernikahan Tribhuwana Wijayatunggadewi dengan Pangeran Tumapel juga membuka persatuan wilayah-wilayah Majapahit yang saling terpencar, sebagaimana dikisahkan pula oleh Earl Drake "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit". Dikisahkan tak ada seorang pun yang keberatan dengan penyerahan tahta ke Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Sosoknya merupakan orang yang belum pernah terlibat dalam konflik dan tak lain adalah anak dari Raden Wijaya, raja yang dihormati semua pihak. Naiknya Tribhuwana pun akan menyenangkan hati para penduduk Provinsi Kahuripan-Jiwana, tempat Tribhuwana mendulang kesuksesan dalam menjalankan peranannya sebagai putri kerajaan kuno, yang memiliki sejumlah pelabuhan yang maju pesat.
Bahkan, Tribhuwana disebut sebagai pemimpin yang membuka jalan kejayaan Majapahit. Di era kepemimpinannya, ekspansi Majapit diperluas ke segala penjuru. Dengan bantuan panglima perang Majapahit yaitu Gajah Mada, wilayah seperti Bali, Kerajaan Malayu dan sisa-sisa kerajaan Sriwijaya berhasil ditaklukan. Perluasan Majapahit dilanjutkan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, di mana wilayahnya hingga mencapai Lamuri di ujung Barat sampai Wanin di ujung Timur. dsy
Editor : Desy Ayu