Pemohon Sertifikat Rumah Belum Diproses, Warga Padikeh Minta Bantuan Kades Dipercepat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Misawa, warga Dusun Jateh laok, Kecamatan Talango Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Misawa, warga Dusun Jateh laok, Kecamatan Talango Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Misawa Dusun Jeteh laok Desa Padike Kec. Talango kab. Sumenep, bermaksud untuk memecah kepemilikan tanah Sertifikat induk atas nama ketiga anaknya.

Tujuannya untuk menjaga turun temurunya agar tidak cekcok masalah pekarangan rumahnya di kemudian hari, namun upaya dan langkah yang dilakukan belum membuahkan hasil sampai kurang lebih satu tahun setengah.

Saat ditemui reporter Surabaya Pagi, Misawa di dampingi anak dan menantunya, mengaku awam dan tidak tahu harus kemana kalau bikin perubahan sertifikat, langkah pertama dilakukan meminta pertolongan kepada Kepala Desa Padike.

"Saya orang awam, gak ngerti urusan sertifikat, makanya saya minta bantuan kepada Kepala Desa Padikeh, agar mencetak sertifikat induk saya menjadi tiga sertifikat atas nama anak saya"

Saya sudah melakukan pemberkasan sesuai yang diinginkan oleh kepala Desa, sertifikat induk kepemilikan asli atas nama, Musarrif bin Sanima, semua berkas ada di Kepala Desa.

"Saya lupa bulan dan tanggal berapa saya menyerahkan berkas kepada Kepala Desa, karena pada saat saya menyerahkan berkas itu disaksikan oleh pak Apel"

Ia juga mengatakan, kalau dirinya pada saat datang ke Balai Desa Padikeh untuk menemui Kepala Desa disaksikan oleh pak Apel, jadi saya minta tolong juga kepada pak Apel agar dibantu dalam pengurusan sertifikat.

"Saya tidak tahu cara mengurus sertifikat, jadi saya dibantu oleh pak Apel dan Kepala Desa, tapi sampai saat ini, belum selesai, saya bingung, harus bagaimana"

Sementara Azwan, menantunya, mengaku peristiwa itu sudah hampir satu tahun setengah, pihak keluarga sudah lama menunggu proses pensertifikatan tersebut, 

Diakui Aswan bahwa, pekarangan rumahnya sudah dilakukan pengukuran ulang oleh pihak BPN, namun sampai saat ini belum ada kejelasan, hanya disuruh menunggu terus, sampai kapan. Ungkapnya

"Pihak keluarga menunggu sertifikat itu sudah lama, hanya dijanjikan terus, namun pastinya kapan belum ada kepastian, jadi semua keluarga bingung"

Namun kata dia, pihak keluarga tidak bisa berbuat apa-apa, selain berharap bantuan kepala Desa Padikeh dan aparatur pemerintahan Desa dalam pembuatan sertifikat.

"Keluarga memohon kepada kepala Desa Padikeh untuk segera menyelesaikan persoalan sertifikat rumah, soalnya sudah terlalu lama prosesnya"

Sementara, kepala Desa Padikeh belum bisa dimintai keterangan, saat didatangi di Balai Desanya yang bersangkutan sedang ada kegiatan diluar. AR

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…