Viral Beredar SPF Palsu di Medsos, Begini Bahayanya Menurut Dokter Ahli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penggunaan SPF 50. SP/ SBY
Penggunaan SPF 50. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral unggahan akun TikTok mengenai konten review penggunaan merek sunscreen dengan SPF 50, namun produk tabir surya lokal yang diklaim SPF 50 tersebut nyatanya hanya SPF 6 dan SPF 2.

Sementara itu, dugaan adanya produk sunscreen dengan SPF palsu ini pun meresahkan banyak orang. Sebab, tak bisa dimungkiri, menggunakan produk yang demikian tentunya akan berdampak buruk bagi kulit.

Seperti halnya, dokter spesialis kulit dan kelamin—dr. Matahari Arsy, SpKK, yang juga founder brand skin care GLOEI yang mengatakan, apabila SPF hanya sedikit, jauh berbeda dibandingkan klaim, tentunya kulitmu tak akan terlindungi dari paparan sinar UV.

“Tentunya, kalau menggunakan sunscreen dengan SPF palsu, perlindungannya sudah pasti tidak ada. Jadi, seluruh bahaya dari pajanan sinar UV tentunya akan mengenai kulit,” ujar dr. Matahari, dikutip Senin (21/08/2023).

Produk sunscreen dengan SPF palsu bisa jadi belum terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Alhasil, aman atau tidaknya pun belum terjamin.

“Kemungkinan dari formulanya sendiri tidak lulus BPOM sehingga masih tidak terjamin keamanannya untuk kulit. Bahaya-bahaya dari produk-produk yang tidak sesuai standar BPOM tentunya mungkin terjadi bila menggunakan produk tersebut,” tutur dr. Matahari.

Ciri-ciri Sunscreen SPF Tinggi, Susah Dibedakan

Menanggapi terkait tabir surya yang overclaim tersebut, spesialis kulit dan kelamin dr Darma mengungkapkan bahwa secara kasat mata, sun protection factor (SPF) dalam sunscreen tidak bisa dibedakan. Jadi faktornya bukan sekadar terasa lebih 'lengket' atau lebih 'tebal'.

"Kekentalan nggak bisa, karena beberapa sunscreen SPF tinggi juga bisa nggak lengket. Secara fisik susah dibedakan, yang utama harus dengan uji," katanya.

dr Darma menambahkan besarnya kadar SPF tidak bisa dirasakan secara langsung dan tidak hanya bisa diukur dari kekentalan produk. Sebab sediaan sunscreen saat ini sudah beragam, mulai dari serum, lotion, sampai krim.

"Sehingga ketebalan atau lengketnya bergantung dari sediaan dan bahan dasar dari sunscreen itu sendiri," tambahnya.

Senada, dr Siti Aisyah Devitri dari Surface Skin Habit mengatakan tabir surya dengan SPF tinggi atau rendah tidak bisa hanya dilihat dari sisi white cast atau efek yang timbul setelah memakai sunscreen di wajah.

White cast sendiri biasanya adalah efek dari penggunaan sunscreen yang biasanya terjadi di kulit tubuh yang berwarna lebih gelap.

"Kalaupun memang misalnya overclaim, tentu merugikan konsumen sih. Apalagi kalau tulisanya SPF PA+++ yang seharusnya melindungi kulit kita ternyata nggak," ujar dr Devi. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Maraknya Kasus ISPA berfluktuasi, Dinkes Lumajang Perkuat Surveilans

Maraknya Kasus ISPA berfluktuasi, Dinkes Lumajang Perkuat Surveilans

Rabu, 23 Sep 2026 10:45 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti maraknya jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Lumajang berfluktuasi yakni mengalami perubahan…

Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

Rabu, 23 Sep 2026 10:27 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna membantu keluarga penderita kusta usai menjalani pengobatan sebagai bagian dari pendampingan, Pemerintah Kabupaten…

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi banjir rob di pesisir kota itu pada 20-30 September 2026 akibat fenomena…

Jukir Tak Ber-KTA Ditertibkan, Digitalisasi Parkir di Surabaya Capai 1.541 Titik

Jukir Tak Ber-KTA Ditertibkan, Digitalisasi Parkir di Surabaya Capai 1.541 Titik

Rabu, 23 Sep 2026 10:08 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di…

Mercedes-AMG Sebanyak 30 unit Ludes di Seluruh Dunia

Mercedes-AMG Sebanyak 30 unit Ludes di Seluruh Dunia

Rabu, 23 Sep 2026 09:09 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mercedes-AMG CLE 646 Spezialanfertigung. Mercedes-AMG hanya dibuat sebanyak 30 unit di seluruh dunia. Namun sebelum debut dunianya pada…

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Moeldoko Kritik Pemerintah

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Moeldoko Kritik Pemerintah

Rabu, 23 Sep 2026 09:07 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengkritik Pemerintah soal insentif kendaraan listrik yang…