Sumur Warga di Ngawi Mengering, Rela Jalan Kaki 20 Kilometer Demi Air Bersih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga di Ngawi rela naik turun bukit dan hutan demi mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. SP/ NGW
Warga di Ngawi rela naik turun bukit dan hutan demi mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sumur warga di Dusun Krawong Desa Cantel Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi mengalami kekeringan sehingga membuat pasokan air bersih menjadi langka dan minim. Sebanyak 200 jiwa di dusun tersebut harus berjalan ke hutan untuk mendapatkan air bersih keperluan konsumsi.

Sumber air itu ditempuh dengan jalan kaki dengan jarak 2 kilometer dari rumah. Sehari mereka bisa bolak balik sampai lima kali. Total perjalanan yang mereka tempuh mencapai 20 km.

Sesampainya disana, warga pun harus mengantri dengan yang lain. Air yang mereka ambil pun hanya secukupnya agar sumber air tak langsung habis. 

Menurut salah satu warga setempat, Supriyati, jaringan pipa yang sudah dipasang di area itu tak lantas membuat mereka mendapatkan air bersih cukup saat kemarau melanda. 

“Sehari bisa lima kali bolak-balik. Sudah ada bantuan sumur dan pipa, tapi tidak berfungsi. Jalan kaki ke hutan, sekali jalan 2 kilometer,” jelasnya, Kamis (24/08/2023).

Sama halnya dengan Sukirah, warga setempat juga yang mengaku mereka dijanjikan mendapatkan air bersih dari sumur dalam dan jaringan pipa. Namun, hingga kini tak berfungsi.

“Dulu dijanjikan air bersih tapi hingga kini airnya tidak pernah keluar warga ya gini harus mencari air hingga ke hutan untuk memasak,” katanya.

Diketahui, saat ini Desa Cantel menjadi salah satu desa yang mendapatkan dropping air dari BPBD Ngawi. 

Yudha Herlambang, Petugas BPBD Ngawi mengatakan droping air juga dilakukan di sebanyak 7 desa lain di empat kecamatan di Ngawi. “Yakni Kecamatan Pitu, Bringin, Karanganyar, dan Kasreman,” katanya. ngw-01/dsy

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…