SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menjelang musim pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024 mendatang, banyak Calon Legislatif (Caleg) bahkan sampai mendatangi sejumlah tempat ritual dan keramat di Kabupaten Blitar demi memenangkan pemilu kali ini.
Suhendro Winarso, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar mengatakan, saat mendatangi tempat keramat tersebut, mereka pada umumnya melakukan doa maupun kegiatan spiritual dengan harapan bisa meraih sukses di kontestasi Pileg 2024 mendatang.
“Saya kira hampir semua tempat ya, Blitar itu memang kabupaten yang memiliki candi terbanyak di Jawa Timur, tapi kalau data validnya kami tidak mantau, tapi dengar-dengar beberapa orang sudah datang,” jelasnya, Minggu (03/09/2023).
Diketahui, diantara salah satu tempat yang baru saja didatangi oleh Caleg jelang Pileg 2024 tersebut adalah Telaga Rambut Monte. Dari informasi yang beredar beberapa waktu lalu ada sejumlah Caleg yang datang di telaga yang berada di Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar tersebut.
Di lokasi keramat itu, Caleg melakukan ritual mandi di sumber mata air. Kegiatan penyucian diri di Telaga Rambut Monte ini sebetulnya sudah umum dilakukan oleh tokoh politik maupun umat Hindu Bali yang setiap tahun pasti datang ke sana.
Selain menyucikan diri di lokasi keramat ini juga terdapat sebuah candi yang biasa digunakan untuk peribadatan. Biasanya warga atau umat Hindu yang telah selesai melakukan penyucian diri akan langsung melanjutkan peribadatan dan memanjatkan doa.
“Ya memang biasa digunakan untuk menyucikan diri seperti umat Hindu Bali yang setiap tahun datang ke sana, tapi tokoh politik kita tahu kan tujuannya apa bisa saja Cuma buat wisata gitu, dan andaikan benar itu sah-sah saja ken kepercayaan setiap orang juga dijamin oleh Negara kan,” ungkapnya.
Tak hanya di tempat itu saja, banyak Caleg juga turut berdatangan ke Candi Penataran. Tempat wisata bersejarah tersebut merupakan peninggalan kerajaan Majapahit ini, dipercaya oleh sejumlah orang termasuk para Caleg sebagai lokasi yang cocok untuk melakukan meditasi dan memanjatkan doa.
Meski begitu, dinas terkait tidak memiliki data yang valid terkait jumlah Caleg yang berkunjung ke Candi Penataran. Pasalnya dalam data pengunjung tidak ada keterangan status pekerjaan, yang ada hanyalah nama.
“Kalau bicara soal itu pasti banyak tempat, dan boleh-boleh saja, itu hak setiap warga Negara,” tutup Suhendro. blt-01/dsy
Editor : Desy Ayu