Kernet Bus Sugeng Rahayu Meninggal Dunia, Korban Kecelakaan Maut Bus di Ngawi Jadi 4 Orang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Ngawi - Korban meninggal atas kecelakaan maut antara Bus Eka dan Bus Sugeng Rahayu, bertambah. Ini setelah kernet Bus Sugeng Rahayu, Minggu (3/9/2023) dinihari WIB, menghembuskan nafasnya usai dirawat di ICU Rumah Sakit Widodo Ngawi.

Adalah, Pariyanto, Kernet Bus Sugeng Rahayu, warga Lamongan, yang sempat dirawat karena menjadi korban luka kecelakaan maut dengan Bus Eka di Ngawi meninggal dunia. Dengan demikian, korban meninggal dalam kecelakaan ini menjadi empat orang.

Pria asal Lamongan itu menghembuskan nafas terakhir tadi pagi sekitar pukul 02.30 WIB. Pariyanto sempat dirawat.

"Betul kernet Bus Sugeng Rahayu yang dirawat pagi tadi meninggal dunia sekitar pukul 02.30 WIB," ujar Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, Minggu (3/9/2023).

Korban, kata Argowiyono meninggal saat perawatan di ICU Rumah Sakit Widodo Ngawi. Korban mengalami luka di kepala akibat benturan keras saat adu banteng Bus yang ditempati. "Luka di kepala dan sempat tidak sadar," papar Argowiyono.

Argowiyono mengatakan bahwa jenazah korban telah diambil oleh keluarga untuk dimakamkan. "Jenazah telah diambil oleh keluarga " tandas Argowiyono.

Diketahui, kecelakaan maut antara Bus Sugeng Rahayu bernopol W 7572 UY vs Bus Eka Cepat S 7551 US terjadi di Jalan Raya Ngawi-Maospati Km 9-10, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

AKBP Argowiyono mengatakan peristiwa itu terjadi saat bus Sugeng Rahayu nopol W 7572 UY yang dikemudikan oleh AS bergerak dari arah selatan ke utara. Sedangkan dari arah berlawanan melaju bus Eka S 7551 US dikemudikan oleh CP.

Sesampainya di Jalan Raya Ngawi-Maospati Km 9-10 Tambakromo, di jalur bus Sugeng Rahayu, tiba-tiba melintas seorang pejalan kaki berinisial AS. Sopir pun kaget dan membanting setir ke arah kanan, ke jalur bus Eka.

"Searah di depannya berjalan pejalan kaki AS. Menurut keterangan saksi yang ada di TKP dan kondektur bus Eka, sopir bus Sugeng Rahayu bermaksud menghindari pejalan kaki yang ada di depannya sehingga mengambil haluan ke arah kanan, ke jalur bus Eka," kata Argo

"Karena diduga kurang memperhatikan arus lalin yang ada serta kurang hati-hati dalam menjaga jarak atau sudah dekat, sehingga terjadi tabrak depan kanan bus Sugeng Rahayu, bagian depan kanan bus Eka dan pejalan kaki tersebut," katanya.

Adu banteng dua bus itu pun tak terhindarkan. Akibat kejadian itu tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Dan satu orang tambahan, Minggu (3/9/2023) usai dirawat di rumah sakit, meninggal dunia. Sedangkan, untuk luka-luka, rinciannya dua orang luka berat dan 14 orang luka ringan.

Korban meninggal dunia di lokasi diantaranya sopir Bus Sugeng Rahayu Agus Susanto (28) warga Kecamatan Wlingi, Blitar. Kemudian sopir Bus Eka Catur Prasetyo (40), warga Boyolali dan seorang pejalan kaki Atiksujiati (57), warga Tambakromo, Geneng, Kabupaten Ngawi. ng-1/rmc

Berita Terbaru

Akhirnya! Pelaku Pengirim Pil Doble L ke Lapas di Ancam Hukuman 12 Tahun Penjara.

Akhirnya! Pelaku Pengirim Pil Doble L ke Lapas di Ancam Hukuman 12 Tahun Penjara.

Jumat, 26 Jun 2026 16:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Akhirnya DR 20 seorang wanita warga Kec.Sananwetan Kota Blitar di jerat pasal 435 yo Pasal 436 ayat ke (2) tentang UU Nomer 17 tahun …

Program BARUNA, PLN Pulihkan Terumbu Karang Bali Guna Alam Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Program BARUNA, PLN Pulihkan Terumbu Karang Bali Guna Alam Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Jumat, 26 Jun 2026 14:34 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:34 WIB

SurabayaPagi, Karangasem – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian l…

Akses Operasi Bibir Sumbing Diperluas, 20 Balita Jalani Tindakan di Surabaya

Akses Operasi Bibir Sumbing Diperluas, 20 Balita Jalani Tindakan di Surabaya

Jumat, 26 Jun 2026 14:29 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Akses layanan kesehatan bagi anak dengan kelainan bawaan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, terutama bagi keluarga dengan k…

Strategi Insentif Perbankan: Danamon Genjot Dana Murah Lewat DHB 5.0

Strategi Insentif Perbankan: Danamon Genjot Dana Murah Lewat DHB 5.0

Jumat, 26 Jun 2026 13:28 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 13:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengumumkan pemenang undian tabungan periode kedua sekaligus grand prize dalam program Danamon Hadiah B…

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…