Analisis Politik

Anies-Cak Imin, Bisa Oposisi Formalitas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M. Khadaffi
Raditya M. Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - PKB dan Partai NasDem resmi mendeklarasikan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai pasangan capres-cawapres 2024. PKB memohon doa agar koalisi pendukung Anies ini menjadi kekuatan nasionalis-religius.

"Mohon doanya dari segenap rakyat Indonesia, koalisi ini menjadi kekuatan nasionalis-religius dan merangkul semua kekuatan," kata Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Sabtu (2/9/2023).

Daniel Johan memastikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) akan menjadi yang terdepan dalam melindungi bangsa dan rakyat Indonesia. Koalisi ini, kata dia, juga akan berkomitmen terhadap Pancasila dan persaudaraan sejati.

"Kekuatan kebangsaan dari koalisi AMIN (Anies-Cak Imin) ini akan akan terus berdiri tegak, dan semoga koalisi Amin ini akan menjembatani dan memberi pilihan bagi segenap silent majority yang selama ini diam, termasuk bagi kaum muda di mana masa depan Indonesia ada di tangan dan peran aktif mereka," ucapnya.

PKB merupakan partai koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Disinggung soal narasi perubahan yang dibawa Anies dan NasDem-PKS, PKB tak ambil pusing.

"Perubahan yang tidak merusak apa yang telah baik," tegas Daniel Johan.

Capres - cawapres usungan Surya Paluh, gabungan oposisi - Pro Pemerintah. Ini warna baru dalam pilpres 2024.

Sejauh ini saya belum menyerap narasi Cak Imin menyuarakan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang janji melindungi bangsa dan rakyat Indonesia. Dan terdepan.

Warna koalisinya gado-gado. Kayak makanan khas berisi sayur-sayuran irisan telur dan tahu, serta ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Ada tambahan bumbu kacang yang telah dihaluskan dan diaduk merata.

Gado gado ini cerminan Anies mewakili oposisi. Cak Imin, dari parpol pro pemerintah. Akulturisasinya bisa jadi oposisi formalitas.

Opsinya bisa jadi oposisi lombok tetek (istilah orang kampung saya, menamai petasan tidak berbunyi keras). Bahasa saat saya masih kecil, pistol dompis atau Doblis Dompis.

Pistol jenis ini nama aslinya Caps Gun. Jenisnya ada beberapa variasi. Ada yang dari bahan pistolnya atau merconnya. Untuk merconnya atau peluru, setau saya dulu ada dua macam yaitu Roll caps bahan kertas (biasa disebut obat) dan Disk caps bahan plastik. Pistol mainan ini bisa ngeluarin suara ledakan atau maksudnya kaya suara tembakan begitu dengan menggunakan Roll atau disk caps. Cara mainnya ya pura-pura kaya tembak-tembakan gitu tanpa ada yang terluka.

 

***

 

Saya belum bisa membaca siapa diantara Anies-Cak Imin yang dominan memberi warna oposisi.

Dalam rekam jejak digital, Anies sudah menunjukan sosok yang berlawanan dengan Jokowi. Makanya ada politisi NasDem menyebut Anies antitesis Jokowi. Sedang Cak Imin, masih belum menunjukan sosok oposan pemerintahan Jokowi. Dalam 3-5 hari ini masih tampak kayak orang klewas klewes.

Hal pasti, Anies produk perpecahan Koalisi Perubahan untuk Persatuan Partai Nasional Demokrat, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera. Cak Imin, mbelot dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju.

Ada yang menarik hari Kamis (31/8) lalu. Pagi harinya Surya Paloh panggil mendadak Anies di Tower NasDem. Sore harinya, Surya Paloh temui Presiden Joko Widodo, di Istana. Bos NasDem anggap pertemuan antar teman.

Tapi, Jokowi, mulai buka suara terkait duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pilpres 2024.

Jokowi, anggap perpecahan Koalisi Perubahan ini urusan partai, bukan urusan presiden.

Tapi, esok sorenya (1/9) SBY sebut ada kegaduhan politik.SBY terang terangan peristiwa ini ada mastermindnya.

Siapa? Untuk sopan santunnya, sebagai mantan presiden, SBY tahu dalang mbalelonya Anies, tapi tidak etis dibuka ke publik. Ayah AHY, mesti pikirkan pembuktian bila menyebut figurnya.

Sebaliknya, saya yang dibekali Allah Swt, akal sehat seorang wartawan.

Akal sehat saya bilang, dalang kegaduhan Surya Paloh, bukan SBY.

Ini saya kaitkan alat bukti berupa petunjuk. Ini terkait tempus delicti.

Dalam bahasa hukum, tempus delicti itu waktu terjadinya suatu tindak pidana. Surya Paloh panggil Anies Kamis pagi dan Surya Paloh, temui Jokowi, di Istana, sore harinya.

Apa materi bahasan Paloh dengan Jokowi, sore itu. Baik Paloh maupun Jokowi, sama-

sama masih tutup mulut. Catatan saya, saat itu Paloh sendirian. Jokowi, sebagai tuan rumah didampingi, Pratikno, Menteri Sekretaris Negara .

 

***

 

Catatan jurnalistik saya menyimpan, 4-5 tahun lalu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, menyebut dirinya tak mau menjadi oposisi pemerintah. Sebab, menurutnya, tidak mudah untuk menjadi oposisi.

"Memang terus terang, saya juga enggak akan memilih jadi oposisi, agak gawat," kata Cak Imin dalam acara peluncuran Kanal Pemilu Terpercaya CNN Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

Cak Imin menyebut fenomena polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat bukan dampak pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Ia menilai fenomena itu adalah eskpresi dari para oposisi yang tidak memiliki tempat di dalam pemerintahan.

Cak Imin pun melihat oposisi masih dianggap tidak memiliki tempat di pemerintahan. Makanya mereka berkecenderungan lakukan kritik yang keras di mana-mana.

Itu mindsite Cak Imin, saat itu. Saya tak mendeteksi perubahan Cak Imin sekarang. Terutama pasca deklarasi di Hotel Mojopahit Surabaya, Sabtu lalu.

Jokowi, percaya Anies-Cak Imin bukan oposisi yang akan bicara amat vulgar kayak AHY. Apalagi tensi hubungan Surya Paloh Jokowi, kembali menurun. Surya Paloh sudah terbuka hubungannya dengan Jokowi, pertemanan. Feeling saya, duet Cak Imin - Anies, besar kemungkinan oposisi formalitas. Ini bila keduanya dipilih rakyat. Saya percaya, sebagai sesama politisi, Jokowi dan Surya Paloh, sadar, oposisi dan kritik itu penting. Untuk apa? Agar siapa pun yang jadi presiden tahun 2024, waspada untuk mengatasi keadaan agar menjadi lebih baik lagi di masyarakat.

Saya, pikir, capres oposisi - cawapres pro Pemerintah, adalah warna Baru Pilpres 2024. Surya Paloh, bilang tidak ada kampret dan cebong. Jokowi juga bisa bilang silakan kritik pemerintahan. Asal jangan gagalkan IKN. ([email protected])

Berita Terbaru

Mitigasi Bencana Banjir, Pemkab Situbondo Gercep Kampanyekan Bersih Sampah ke Sekolah

Mitigasi Bencana Banjir, Pemkab Situbondo Gercep Kampanyekan Bersih Sampah ke Sekolah

Selasa, 13 Jan 2026 10:57 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya mitigasi bencana banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, bergerak cepat (Gercep) mengampanyekan bersih…

Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Atap Rumah Warga di Tulungagung Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Atap Rumah Warga di Tulungagung Rusak

Selasa, 13 Jan 2026 10:38 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 10:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Diterjang angin puting beliung pada Senin (12/01/2026) kemarin, sebanyak 41 rumah warga di Kabupaten Tulungagung, dilaporkan…

Pemkab Probolinggo Komitmen Tekan Angka Stunting Lewat Gerakan ‘Jiwitan Si Manis’

Pemkab Probolinggo Komitmen Tekan Angka Stunting Lewat Gerakan ‘Jiwitan Si Manis’

Selasa, 13 Jan 2026 10:30 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 10:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo membentuk kolaborasi antara pemerintah…

Dishub Kota Malang Targetkan Rp15 Miliar Retribusi Parkir TJU Tahun 2026

Dishub Kota Malang Targetkan Rp15 Miliar Retribusi Parkir TJU Tahun 2026

Selasa, 13 Jan 2026 10:21 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 10:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menargetkan pendapatan dari Retribusi Parkir Tepi Jalan…

Pemkab Ponorogo Catat Alokasi DD Merosot 60 Persen Jadi Rp89,48 Miliar

Pemkab Ponorogo Catat Alokasi DD Merosot 60 Persen Jadi Rp89,48 Miliar

Selasa, 13 Jan 2026 10:01 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 10:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti putusan ari pemerintah pusat melalui kebijakan fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Pemerintah Kabupaten…

Antisipasi Potensi Luapan Banjir, Pemkab Situbondo Masifkan Normalisasi Sungai

Antisipasi Potensi Luapan Banjir, Pemkab Situbondo Masifkan Normalisasi Sungai

Selasa, 13 Jan 2026 09:51 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 09:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka mengantisipasi banjir luapan sungai khususnya di wilayah yang kerap menjadi potensi langganan banjir di Situbondo,…