SURABAYAPAGI.COM, New Delhi - Tujuh desa di India ditetapkan sebagai zona kontaminasi. Pemerintah Kota Kerala, India menutup seluruh sekolah dan kawasan perkantoran karena wabah virus Nipah yang langka dan mematikan.
Virus Nipah dikenal mematikan dan merusak otak. Adapun virus ini sendiri dapat menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh kelelawar, babi, atau orang yang terinfeksi.
Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 di Malaysia dan Singapura. Adapun di Kerala kasus Nipah ini merupakan kasus keempat sejak 2018.
Virus ini banyak ditemukan terutama di India dan Bangladesh. Sebanyak 20 orang meninggal pada 2018.
Wabah ini menjadi perhatian global karena tingkat kematian yang tinggi dan potensi penularan antar manusia.
Melansir dari Reuters, Rabu (13/9/2023), Sudah ada dua korban tewas yang tercatat akibat virus ini di Kerala, India. nd-01/Acl
Editor :
Redaksi
Berita Terbaru
Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB
Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB
SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mulai menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%.
Dalam keterangan resmi BI disebutkan, bank…
Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB
Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB
SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Akibat berbagai persoalan, salah satunya terkait monopoli pasokan bahan pangan mengakibatkan sebanyak belasan Satuan Pelayanan…
Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB
Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB
SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Selama 2 bulan terakhir, peternak ayam petelur di Kabupaten Probolinggo mengaku resah akibat anjloknya harga telur ayam hingga…
Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB
Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB
SURABAYAPAG.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan peningkatan rasio penjualan produk manufaktur dari komposisi.…
Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB
Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB
SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh rumah layak huni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,…
Rabu, 10 Jun 2026 11:27 WIB
Rabu, 10 Jun 2026 11:27 WIB
SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Guna membantu meringankan biaya produksi bagi para petani khususnya komoditas tembakau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa…