Nasib Indonesia di Tengah Virus Nipah

Warga India Lockdown dan Kenakan Masker Lagi: Gejala Virus Nipah 'Ngantuk Pusing'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga India memblokir jalan usai diterapkannya lockdown di wilayah terpapar virus Nipah. SP/ IND
Warga India memblokir jalan usai diterapkannya lockdown di wilayah terpapar virus Nipah. SP/ IND

i

SURABAYAPAGI.com, India - Masyarakat di India khususnya di Distrik Kozhikode, negara bagian Kerala menerapkan upaya lockdown usai terserang wabah virus Nipah untuk mengantisipasi penyebaran virus, Kamis (21/09/2023).

Sementara itu, dari kasus tersebut dilaporkan jika gejala virus Nipah ini cukup mematikan. Sebab dilaporkan lima orang telah tertular virus ini, dan dua di antaranya meninggal dunia.

Akibatnya sebanyak 76 orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi saat ini sedang diawasi secara ketat untuk mengetahui tanda-tanda gejala virus nipah hingga membuat wilayah tersebut lockdown.

Sebagai informasi, virus nipah sendiri merupakan virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae yang ditularkan dari kelelawar. Wabah virus nipah ini memang paling sering dilaporkan tak hanya terjadi di Malaysia, namun juga Bangladesh, India, Singapura, dan Filipina.

Penyebaran virus Nipah terjadi melalui dua jalur utama, yaitu melalui makanan terkontaminasi dan kontak langsung antar manusia.

Gejala Terbaru Virus Nipah

Adapun gejala virus nipah menunjukkan hal yang bervariasi. Di mana dampak utamanya adalah ensefalitis (pembengkakan otak). Gejala-gejala virus nipah disebutkan, pasien akan mengalami demam dan mengeluh sakit kepala hebat, dan banyak yang mengalami disorientasi, mengantuk, dan kebingungan. Beberapa pasien juga mengalami infeksi dada.

Sejauh ini tidak ada obat khusus untuk mengobati virus nipah, sehingga perawatan medis hanya bersifat “suportif”, yaitu mengobati gejala individu dan menjaga kenyamanan pasien hingga diharapkan sembuh.

Walau penggunaan obat dianggap punya potensi setelah dilakukan dalam sejumlah penelitian, akan tetapi belum diketahui efeknya bagi manusia. Hal ini terlihat dalam sebuah uji coba kecil terhadap sebuah obat yang bernama ribavirin, dan disebut bisa meminimalisir kematian, akan tetapi dirasa masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait obat tersebut.

Sejauh ini Pemerintah India sudah membeli antibodi monoklonal dari Australia untuk menangani kasus wabah virus nipah saat ini. Tidak ada vaksin untuk melawan virus Nipah meskipun vaksin mRNA untuk melawan virus tersebut sedang diuji pada manusia.

Diketahui saat ini, tercatat bahwa inang utama virus nipah adalah kelelawar buah, khususnya rubah terbang India. Virus Nipah sebelumnya telah terdeteksi pada kelelawar di Kerala.

Hingga kini, warga di India memasang tanda bertuliskan "Zona penahanan Nipah" di barikade, yang dipasang untuk memblokir jalan setelah pihak berwenang menyatakan daerah tersebut sebagai zona penahanan, untuk mencegah penyebaran virus Nipah di desa Ayanchery di distrik Kozhikode, Kerala.

Sementara pada Rabu (13/09/2023), sudah ada sebanyak 706 warga, termasuk 153 di antaranya petugas kesehatan India telah menjalani tes untuk mengetahui kemungkinan penularan virus.

Diketahui, wabah kali ini merupakan yang keempat kalinya di Kerala sejak 2018. Nipah adalah virus zoonosis, yang artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjabarkan, virus ini menyebabkan infeksi pernafasan parah dan menyerang otak. ind-01/dsy

Berita Terbaru

Dakwaan KPK Bongkar Dugaan Pengaturan Proyek oleh Maidi

Dakwaan KPK Bongkar Dugaan Pengaturan Proyek oleh Maidi

Minggu, 14 Jun 2026 15:35 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 15:35 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Fakta baru kembali terungkap dalam sidang perdana kasus korupsi kota Madiun, Kamis (11/6/2026). Dalam dakwaannya JPU menyebut Maidi …

MA Batalkan Vonis Bebas PN Gresik, PPAT Resa Andrianto Divonis Penjara

MA Batalkan Vonis Bebas PN Gresik, PPAT Resa Andrianto Divonis Penjara

Minggu, 14 Jun 2026 14:16 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Perkara yang sempat menyita perhatian publik di Gresik akhirnya mencapai babak akhir. Mahkamah Agung (MA) RI membatalkan putusan b…

Petani di Jember Merugi Gagal Panen, Puluhan Hektare Jagung dan Padi Ludes Diserang Tikus

Petani di Jember Merugi Gagal Panen, Puluhan Hektare Jagung dan Padi Ludes Diserang Tikus

Minggu, 14 Jun 2026 14:12 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Dalam beberapa pekan terakhir, para petani jagung dan padi di wilayah Jember, Jawa Timur mulai merugi lantaran gagal panen akibat…

Gandeng BRI dan Polytron, PLN Group Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Timur

Gandeng BRI dan Polytron, PLN Group Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Timur

Minggu, 14 Jun 2026 14:08 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam upaya mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan, PLN Group Jawa Timur menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) d…

Menuju MBG Berkualitas, DPRD Gresik Dorong Standarisasi Dapur dan Perlindungan Tenaga Kerja

Menuju MBG Berkualitas, DPRD Gresik Dorong Standarisasi Dapur dan Perlindungan Tenaga Kerja

Minggu, 14 Jun 2026 14:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen pemerintah dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat dukungan dan pengawalan serius dari DPRD K…

Gelar Apel Pasukan dan Peralatan, PLN UID Jatim Perkuat Sinergi Mitra Dengan

Gelar Apel Pasukan dan Peralatan, PLN UID Jatim Perkuat Sinergi Mitra Dengan

Minggu, 14 Jun 2026 14:02 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar Apel Gelar Peralatan dan Personel Kontrak Harga Satuan Jasa (KHS) K…