Dilaporkan KDRT, Suami Dianiaya dan Disekap Preman Suruhan Mantan Istri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban saat menjalani perawatan usai disekap dan dianiaya beberapa preman yang diduga diotaki sang mantan istri. SP/Ariandi
Korban saat menjalani perawatan usai disekap dan dianiaya beberapa preman yang diduga diotaki sang mantan istri. SP/Ariandi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang pria dikeroyok, diculik, dan disekap belasan preman di samping Mapolrestabes Surabaya, Jalan Veteran. Kejadian itu dialami Yusra Michael (46), warga Perumahan Dian Istana, Wiyung.

Akibat peristiwa tersebut, korban dirawat di Rumah Sakit PHC Perak setelah menderita luka lebam di sekujur tubuhnya. 

Yusra pun akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya ke Satreskrim Mapolrestabes Surabaya dengan LP/B/1083/X/2023/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim, Kamis (5/10). Kini di tangani anggota Unit Resmob. 

"Saya dikeroyok, diculik, disekap oleh 15 preman di samping Polrestabes Surabaya. Bahkan saya selama dalam perjalanan di dalam mobil ditutupi matanya lalu dipukuli," kata Yusra, pada Minggu (15/10/2023)Malam, kepada Surabaya Pagi

Pria berkulit putih itu mengungkapkan, dalang dari kejadian ini diduga diotaki oleh mantan istrinya inisial YL. "Sewaktu dikeroyok, saya melihat mantan istri saya di TKP di antara preman-preman itu. Dan dia ikut memukul saya," ungkap Yusra.

Yusra menjelaskan, peristiwa yang dialaminya bermula ke Mapolrestabes Surabaya untuk mengecek laporan perkembangan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pada Selasa (3/10) sekitar pukul 20.30.

Saat berada di depan Gedung Anindita Satreskrim Polrestabes Surabaya, tiba-tiba didatangi oleh 3-4 preman sambil membentaknya. Kemudian mereka mengarahkan keluar mapolres. 

"Karena tidak tahu permasalahannya apa dan merasa tidak bersalah, saya pun menuruti permintaan para preman itu keluar," ujarnya.

Sampai di samping mapolres, kaya Yusra, sudah menunggu belasan preman. Kemudian dikeroyok, dipukuli, ditendang, bahkan dikepruk kursi plastik milik penjual bakso yang biasa mangkal di TKP.

"Saya tidak berdaya dan minta ampun agar tidak dipukuli karena punya anak. Tapi preman-preman itu terus memukuli saya," jelasnya.

Tak lama kemudian, kata Yusra, muncul sosok wanita yang dikenalnya di depan kedua matanya, dia adalah YL. Dia baru sadar maksud dan tujuan pengeroyokan para preman kepadanya. "YL dan preman itu ingin saya mencabut laporan KDRT," tuturnya.

Namun, Yusra tidak menggubris permintaan cabut laporan. Karena bapak dua anak itu ingin mantan istrinya tersebut bertanggungjawab atas perbuatannya. "Di sini (Indonesia) adalah negara hukum, berani berbuat harus berani bertanggungjawab," imbuhnya.

Mendengar jawaban dari Yusra, membuat YL dan belasan preman kalap lalu kembali mengeroyoknya. Saat pengeroyokan terjadi, sempat ada polisi yang mengetahui kejadian itu dan menanyakan ada apa.

"Namun preman itu menjawab tidak ada apa-apa, cuma bercanda. Padahal saya sedang dipukuli di situ (samping Polrestabes Surabaya)," paparnya. 

Karena takut ketahuan, akhirnya preman-preman tersebut membawa Yusra ke dalam mobil lalu membawanya ke suatu tempat. 

"Para preman naik lima mobil membawa saya melewati tol Dupak. Selama dalam perjalanan kepala saya ditutupi lalu terus dipukuli jadi tidak tahu mau dibawa ke mana," bebernya.

Hingga akhirnya sampai di sebuah rumah yang diketahui di daerah Gunungsari. Ternyata, di rumah itu juga ada beberapa preman lagi yang sudah menunggu. Yusra menduga penculikan dan pengeroyokan ini sudah direncanakan. 

"Saya tahunya dibawa di daerah Gunungsari setelah mengirim sharelock ke nomor HP adik saya. Saya lihat titik lokasinya di Gunungsari, rumah yang dijadikan tempat penyekapan di pinggir jalan," jelas Yusra.

Selama disekap, Yusra mengaku terus dipukuli, preman itu ada yang memukuli menggunakan selang, potongan besi, bahkan dikepruk helm di kepalanya sampai habis lima buah. "Tidak hanya itu, saya juga sempat dipaksa memakai ekstasi, tapi saya tolak. Malah saya kembali dihajar preman-preman itu," katanya.

Yusra akhirnya baru bisa keluar dari cengkeraman para preman setelah dijemput oleh adiknya. Adiknya melacak lokasi penyekapan berdasarkan sharelock di pesan whatsapp yang dikirimkannya dalam perjalanan. 

"Pada Rabu (4/10) pagi, saya baru dilepas oleh preman itu. Namun lebih dulu tanda tangan surat kesepakatan yang isinya mantan istri boleh menjenguk anaknya. Anak saya anak dia juga. Selama ini saya tidak melarang ibu menjenguk anak," tandasnya.

Setelah diperbolehkan pergi, Yusra lalu diantar oleh adiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kini masih menjalani perawatan untuk pemulihan kondisinya. Dan melapor ke Polrestabes Surabaya. "Polisi sudah datang ke rumah sakit melihat keadaan saya," pungkas Yusra. 

Yusra mengaku sudah menikah sudah 10 tahun yang lalu. Dari hasil pernikahan itu, dikaruniai 2 anak yang masih kecil. 

Namun pada tahun 2021, dia bercerai dengan YL. Penyebabnya, Yusra sering dipukuli.  Kekerasan dalam rumah tangga itu, akhirnya Yusra memutuskan untuk menceraikannya. 

Tidak hanya itu, Yusra juga melaporkannya ke Mapolsek Sawahan. Karena lama tidak ada perkembangan, akhirnya kasusnya dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. 

"Jadi saya melaporkan istri saya kasus KDRT ke Polsek Sawahan pada tahun 2021. Karena penanganannya lama akhirnya akhirnya dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya, saya datang mengecek," jelas Yusra.

Yusra mengungkapkan, karena kasusnya berlanjut ke Polrestabes Surabaya, kabar ini sampai ke telinga mantan istrinya untuk mencabut laporan. "Tapi saya tidak mau. Berani berbuat juga berani tanggungjawab," tuturnya.

Karena Yusra tidak mau mencabut laporan, sehingga membuat YL marah. Lalu mengajak preman-preman untuk menghajarnya disamping Polrestabes Surabaya. Ari

Berita Terbaru

Peringati Hari Listrik Nasional, PLN UIT JBM Gelar Aksi Sosial dan Perkuat Kepedulian Masyarakat

Peringati Hari Listrik Nasional, PLN UIT JBM Gelar Aksi Sosial dan Perkuat Kepedulian Masyarakat

Kamis, 29 Okt 2026 21:40 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang jatuh pada 27 Oktober 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian T…

SIG Kaji Buyback Saham, Tegaskan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

SIG Kaji Buyback Saham, Tegaskan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

Kamis, 29 Okt 2026 20:15 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuka opsi melakukan pembelian kembali atau buyback saham di tengah dinamika pasar modal d…

Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

Kamis, 29 Okt 2026 16:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tingginya akses layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai, terutama di kalangan pelajar. Kondisi ini menjadi t…

Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Pemkot Targetkan Selesai November

Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Pemkot Targetkan Selesai November

Kamis, 29 Okt 2026 16:45 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penyelesaian pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir…

Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal

Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal

Kamis, 29 Okt 2026 15:27 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun memperkuat pengawasan peredaran rokok ilegal melalui peningkatan kemampuan petugas d…

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Kapasitas Pompa Sekardangan

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Kapasitas Pompa Sekardangan

Kamis, 29 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meningkatkan kapasitas pompa Sekardangan dari 50 menjadi 250 liter…