PT Sier Pengembang Pier Rembang Caplok Lahan Petani, Warga: Rusak Berantakan, Rata Dengan Tanah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAHI.com, Pasuruan - Puluhan petani Desa Curah Dukuh Kecamatan Kraton Pasuruan, Jawa Timur meradang pasalnya lahan kering pertaniannya dicaplok oleh PT Sier (Surabaya Industri Estate Rungkut) yang juga pengembang kawasan Pasuruan Industri Estate Rembang (Pier) yang selama ini menjadi mata pencaharian dan penghidupan masyarakat petani desa tersebut.

Warga menuding, tanpa pemberitahuan lebih dahulu tiba tiba buldozer meratakan lahan pertanian mereka.

"Rusak berantakan rata dengan tanah semua tanaman kayu dan pertanian kami di doser oleh proyek PT Sier/Pier," keluh Napiah Petani Curah dukuh dengan geram, Jumat (03/11/2023).

Dugaan kuat pencaplokan itu ditandai dengan para petani Curah Dukuh tidak merasa menjual atau menghibahkan tanah mereka kepada siapapun termasuk kepada pengelolah Pier Rembang.

"Kami masih sah memegang surat tanah berbentuk petok atau Letter C seluas 19,700 M2 yang terdaftar di buku kretek (C)Pemdes Curah Dukuh, Nomor 335 Persil 101 atas nama P Markani Marimin," tandas Napiah yang mengaku sebagai ahli warisnya.

"Ini bentuk perampasan dan kesewenang-wenang dari pengembang Pier , dimana kami juga punya surat keterangan dan pernyataan dari desa tahun 2011, bahwa kami tidak pernah menjual atau menggadaikan tanah kami kepihak manapun," ujarnya.

Puluhan petani mayoritas laki laki dan perempuan sempat bersitegang dengan pengawal proyek perataan tanah.

"Ini masih sah tanah kami, saya bakar buldozer maupun truck pengangkut tanah bila berani meneruskan proyek di lahan kami" ujar Muslimin (samaran red)," warga setempat.

Mereka meminta kepada pengembang PIer untuk menghentikan proyek tersebut sebelum ada pembayaran ganti rugi tanaman atau jual beli yang sah dari PT Sier pengembang kawasan industri PIer Rembang Pasuruan.

Kasus ini semakin panas, pasalnya pihak kontraktor pengurukan lahan ini datang bersama beberapa manajemen PT Sier/Pier menemui petani yang berjaga mencegah aktifitas proyek di tanah mereka.

Awalnya kontraktor yang bicara dengan para petani. Dengan penuh harap kepada para petani agar mereka meninggalkan lahan dan meminta proyeknya bisa dilanjutkan karena terancam kerugian besar bila proyeknya terhenti karena sudah mendapat surat perintah kerja dari PT Sier. "Tidak perduli, bayar dulu tanah ini atau tidak ada aktifitas di tanah ini," tandas Napiah dengan tegas.

Tanpa bisa bicara banyak dan tidak pula bisa menunjukan surat secuilpun terkait alas hak tentang kepemilikan tanah tersebut rombongan pengelolah kawasan Pier pergi dan proyekpun hingga kini terhenti.

Sementara itu kuasa hukum petani warga Curah Dukuh. Umar Said SH Mengatakan pihaknya selaku lowyer akan memperjuangkan kepentingan warga petani yang tanahnya dicaplok oleh PT Sier.

"Kita pelajari secara hukum atas kesewenangan perusahaan BUMN ini terhadap para petani" ujarnya.

Lebih lanjut juga disebutkan, ia masih menghimpun data alas hak atas bukti kepemilikan tanah masyarakat dan berapa hektar luasnya lahan yang 'disodong' diratakan buldozer oleh kontraktor Pier.

"Kita hentikan Sementara proyek ini, Minggu depan kita lanjutkan komunikasi dengan pihak pihak terkait, bila bukti kuat ada kepemilikan pada petani tentu ada pidananya pada pelaku pengerusakan dan pencaplokan lahan ini," tandasnya. Hdk/Hik

Berita Terbaru

Demokrat Bojonegoro Panaskan Mesin Politik, Sukur Priyanto Bidik Kemenangan Pemilu

Demokrat Bojonegoro Panaskan Mesin Politik, Sukur Priyanto Bidik Kemenangan Pemilu

Senin, 19 Okt 2026 14:37 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politik di Kabupaten Bojonegoro. Melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Ketua DPC Partai…

Kasus ISPA Jatim Capai 212 Ribu, Fraksi PDI Perjuangan Desak Pengendalian Polusi Diperketat

Kasus ISPA Jatim Capai 212 Ribu, Fraksi PDI Perjuangan Desak Pengendalian Polusi Diperketat

Senin, 19 Okt 2026 14:25 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Pemerintah daerah didesak m…

Dukung Mobilitas Pelajar, Sidoarjo Rampungkan Pengadaan 5 Bus Sekolah Gratis

Dukung Mobilitas Pelajar, Sidoarjo Rampungkan Pengadaan 5 Bus Sekolah Gratis

Senin, 19 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna mendukung mobilitas pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menuntaskan…

Kebut Pembenahan Infrastruktur Lingkungan, Pemkot Madiun Petakan Seluruh Saluran

Kebut Pembenahan Infrastruktur Lingkungan, Pemkot Madiun Petakan Seluruh Saluran

Senin, 19 Okt 2026 14:17 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti persoalan infrastruktur dan kebutuhan sosial masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus mengebut pembenahan…

Obesitas Dominasi CKG di Ponorogo, Dinkes Catat 44 Ribu Warga Terdeteksi

Obesitas Dominasi CKG di Ponorogo, Dinkes Catat 44 Ribu Warga Terdeteksi

Senin, 19 Okt 2026 14:03 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hingga pertengahan Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat obesitas menjadi temuan kesehatan terbanyak dalam…

Harga Gula Pasir di Ponorogo Melejit Tembus Rp19 Ribu per Kilogram

Harga Gula Pasir di Ponorogo Melejit Tembus Rp19 Ribu per Kilogram

Senin, 19 Okt 2026 13:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Di tengah sejumlah harga bahan pokok (bapok), harga gula pasir di Pasar Legi, Ponorogo mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp17…