Gapoktancam Pasongsongan, Klarifikasi Pemberitaan Terkait Gapoktandes di Panaongan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Gapoktancam Pasongsongan, Abd. Adzim, Ketua LSM Super, Achmad Zaini dan BPP Kec. Pasongsongan , Bahtiar, saat gelar Materi di Desa Batuan Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Ketua Gapoktancam Pasongsongan, Abd. Adzim, Ketua LSM Super, Achmad Zaini dan BPP Kec. Pasongsongan , Bahtiar, saat gelar Materi di Desa Batuan Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Simpang siur terkait pemberitaan, Gapoktandes tidak dilibatkan dalam pembuatan kelompok tani baru di desa Panaongan Kec. Pasongsongan, ditanggapi serius oleh Gapoktancam Pasongsongan kab. Sumenep.

Koordinator penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Pasongsongan, Bahtiar, dan Gapoktancam Pasongsongan, Abd. Adzim, dan ketua LSM Super, Zaini pada saat gelar materi di kediaman korluh pertanian Kec. Pasongsongan, di Desa Batuan kab. Sumenep.

Kepada Media ini, Adzim sapaan akrabnya, mengatakan, kedatangannya untuk meluruskan pemberitaan yang sempat viral, terkait pembuatan kelompok baru di desa panaongan yang tidak melibatkan Gapoktandes.

Menurut, Adzim, Sebelum dibuatnya kelompok baru, yang bersangkutan disuruh untuk menemui Gapoktandes untuk berpamitan, kalau mau mendirikan kelompok tani baru di desa panaongan, hanya mungkin laporannya secara lisan, jadi tidak tertulis. Tegasnya

" Kalau dibilang tidak berpamitan itu salah, kita memakai adat ketimuran, jadi sopan santun itu dipakai, makanya saya wanti-wanti sebelumnya kepada ketua kelompok yang baru, karena bilang sudah berpamitan, jadi disuruh proses ke kantor BPP untuk kemudian dilanjutkan ke Dinas"

Sebab, kata Adzim, di kecamatan Pasongsongan terdiri dari sepuluh Desa, diantaranya, Desa Panaongan, Padandangan, Pasongsongan, Lebeng Barat, Lebeng Timur, Campaka, Prancak, Rajun, Montorna, dan Soddara. Dan mayoritas petani.

Sebagai petani, kata dia, erat kaitannya dengan bantuan pupuk bersubsidi, nah untuk mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi harus terdaftar dalam satu kelompok, kalau tidak terdaftar maka tidak akan mendapatkan bantuan pupuk. Jelasnya

" Untuk mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi,  harus terdaftar dalam satu kelompok, karena disesuaikan dengan RDKK luas lahan yang ada dalam satu kelompok, jadi jika tak terdaftar dalam satu kelompok, kasihan "

Makanya, sambung dia, terkait kesalahpahaman ini, nanti saya akan luruskan untuk menemui Gapoktandes, karena secara struktur organisasi itu masih menjadi binaan saya. Jelasnya

" Nanti akan saya klarifikasi kepada Gapoktandes di bawah, terkait simpang siurnya pemberitaan yang bikin meresahkan sebagian kelompok di kec. Pasongsongan"

Sehingga dengan kejadian ini tidak muncul polemik dan kesalahpahaman diantara para kelompok, kita tetap bersinergi dari bawah ke atas.

" Jadi, Poktan, dan Gapoktandes, Gapoktancam terus bersinergi dengan BPP kec. Pasongsongan, untuk mewujudkan petani unggul"

Ketua LSM Super, Ahmad Zaini, mengaku hanya sebatas menerima informasi yang kemudian digelar untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut.

Namun, jika dibuktikan informasi itu tidak sesuai dengan faktanya, perlu adanya pengkajian ulang, sebab, kita tidak mau mencari siapa yang benar atau siapa yang salah, kita memiliki tujuan kemanusiaan untuk mensejahterakan masyarakat petani di Kab. Sumenep. Pungkasnya

Sementara Koordinator di Balai penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pasongsongan Kab. Sumenep, Bahtiar  mengaku, akan memaksimalkan kerja dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di Kab. Sumenep, terutama di Kec. Pasongsongan.

" Jadi, saya berterima kasih, atas kerja yang Solid, kelompok Tani, Gapoktandes dan Gapoktancam, yang menjadi kepanjangan tangan BPP untuk terus bersinergi dengan Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Kab. Sumenep"

Dengan kerja yang solid dan tanggap terhadap permasalahan dibawah,  kata dia, menjadi bagian dari upaya dan langkah Bupati Kab. Sumenep,  dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat dalam hal ini petani. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …

BC Mulai Incar Gerai Perhiasan Mewah 'Spanyolan' 

BC Mulai Incar Gerai Perhiasan Mewah 'Spanyolan' 

Minggu, 22 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta serta Direktorat Jenderal Pajak Kantor…