Sambangi Pasar Soponyono, BHS Soroti Harga Kebutuhan Pokok di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS) memberikan masukan kepada pemerintah untuk menstablikan harga beras yang dikeluhkan pedagang jelang natal dan tahun baru 2024.

 

Masukan ini diutarakan BHS ketika mengunjungi pasar Soponyono Rungkut Surabaya dan dia disambati pedagang pasar bahwa harga beras naik termasuk beberapa komoditas lainnya seperti bawang merah dan cabai. 

 

"Harga komoditas di pasar Soponyono tersebut relatif tergolong tinggi, beras di harga 14 ribu sampai 15 ribu/kg, cabe 100 ribu/kg, ayam 35 ribu/kg dan ikan pun agak lebih mahal dari wilayah lain di Surabaya. Ini perlu dicari penyebab dari kemahalan tersebut, sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat dengan harga yang terjangkau," ucap BHS. Rabu (6/12/2023).

 

BHS menduga kenaikan harga beras karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan harganya juga mahal, sehingga dia mendorong kementerian pertanian menyiapkan pupuk yang dibutuhkan petani.

 

Terkait mahalnya pupuk, pria yang juga pengusaha transportasi laut itu pun memberi ide bahwa gas menjadi 70 persen biaya bahan yang digunakan pabrik pupuk harusnya dimurahkan.

 

"Ini harusnya harga gas yang diberikan kepada pabrik pupuk di Indonesia harus murah tapi ternyata masih 7 USD/ MMBTU (Million Britis Thermal Unit), jadi sedangkan di Cina harga gas itu hanya 3 USD/MMBTU, sedangkan 70 persen biaya pembuatan pupuk itu adalah gas bahan bakunya," terang caleg DPR RI dari dapil Surabaya-Sidoarjo tersebut.

 

Dengan memurahkan gas tersebut, maka dijelaskan BHS akan berdampak pada harga pupuk yang stabil. Jika diperlukan, pemerintah harusnya mensubsidi pupuk seperti Malaysia.

 

"Ini harus dilakukan segera sehingga pertanian akan melimpah," tegasnya.

 

Disamping menyoroti harga gas yang menjadi bahan pembuatan pupuk, BHS juga menyoroti sistem irigasi di persawahan Indonesia masih ada yang berantakan, sehingga harus diperbaiki untuk memperbaiki jumlah panen beras.

 

"Ini yang perlu diatur bagaimana air itu nyampai ke lahan pertanian, ini yang paling penting karena lahan kita untuk pertanian masih ada 70 Juta hektar, yang dipakai pertanian hanya 10 Juta hektar. 10 Juta hektar pun produktivitasnya 1 tahun yang paling banyak setahun hanya sekali bukan dua kali, bukan tiga kali. Harusnya kalau di luar negeri selalu satu tahun tiga kali, bahkan di Thailand empat kali setahun," terangnya.

 

Sedangkan untuk menekan harga bawang merah yang naik Rp. 5000 dari Rp.30.000 menjadi Rp. 35.000 perkilogram, BHS memberi saran agar distributor tidak mencari untung besar karena biaya pengiriman bawang merah impor hanya 6 persen.

 

"Harusnya 6persen idealnya, tapi kalau tidak ideal Indonesia sekitar 20 persen. Lah 20 persen (biaya kirim) dari ini tidak boleh jadi dua kali lipat dari harga di daerah asalnya," sebutnya.

 

BHS pun menyoroti kondisi pasar Soponyono yang menjadi pusat perekonomian yang mengakomodir ratusan pedagang menjual hasil pertanian dan nelayan yang ada di wilayah sekitar Rungkut.

 

Pasalnya pasar yang dikelola yayasan Tholabuddin ini harus ada perhatian dari Pemerintah Kota terutama dari sisi infrastruktur penerangan, infrastruktur jalan, kondisi lapak, fasilitas air dan fasilitas penyimpanan barang untuk jangka lama, sehingga bahan makanan akan tetap berkualitas seperti yang di pasar di Malaysia.

 

"Untuk infrastruktur pemadam juga sangat penting, tetapi di Pasar Soponyono tersebut sangat cukup yaitu ada 22 pemadam yang tersimpan di kantor pasar tersebut. Lokasi dari bahan makanan juga sudah teralokasi sendiri sendiri mulai dari buah, sayur, sembako, ikan dan lain lain yang tertata sangat bagus," ujarnya.

 

"Saya hanya mengkritisi masalah penerangan dan memberikan satu solusi untuk menambah beberapa penerangan di pasar tersebut sehingga nyaman untuk masyarakat berbelanja di malam dan pagi hari . Sirkulasi udara masih kurang baik, perlu adanya kipas angin untuk membantu sirkulasi udara agar konsumen merasa nyaman berbelanja di pasar tersebut," sambungnya. 

 

Karena kurangnya sirkulasi udara itulah, BHS menerima keluhan pedagang yang mengalami penurunan drastis jumlah pembeli di pasar tersebut. 

 

"Perlunya mendorong ibu-ibu dari berbagai segmen untuk mau berbelanja di pasar, pada saat pasar itu terkesan nyaman dan barang barang berkualitas. Dan saya juga mendorong pasar - pasar di Surabaya harus mendapatkan status sertifikat SNI," pungkasnya. Byb

Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Permudah Pembayaran PKB di 5 Unit UPTB hingga Kecamatan Surabaya

Pemkot Permudah Pembayaran PKB di 5 Unit UPTB hingga Kecamatan Surabaya

Minggu, 23 Agu 2026 12:42 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperluas kemudahan layanan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), Pemerintah Kota (Pemkot)…

Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan

Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan

Minggu, 23 Agu 2026 11:37 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menyusul adanya temuan tim saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kafe dan rumah makan di Pamekasan, Pemerintah Kabupaten…

Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah

Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah

Minggu, 23 Agu 2026 11:20 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Guna memperluas layanan transportasi gratis dan membuka rute baru bagi pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung,…

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menindaklanjuti informasi yang diterima melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan aksi bullying terhadap pelajar di wilayah…

Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Minggu, 23 Agu 2026 10:58 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinilai mampu menggerakkan ekonomi rakyat di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, berkomitmen mendukung ajang…

Lewat Inovasi Digital Berbasis AI, Pemkot Surabaya Terus Perkuat Iklim Investasi

Lewat Inovasi Digital Berbasis AI, Pemkot Surabaya Terus Perkuat Iklim Investasi

Minggu, 23 Agu 2026 10:41 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memperkuat iklim investasi di kota setempat sekaligus mempermudah para pelaku usaha, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…