Ditangkap Massa Lewat Pintu Belakang, ASN di Sumenep Diduga Mabuk Janda Anak Kembar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seorang ASN di Kabupaten Sumenep saat digerebek massa masuk kerumah Janda lewat pintu belakang. SP/ Ainur Rahman
Seorang ASN di Kabupaten Sumenep saat digerebek massa masuk kerumah Janda lewat pintu belakang. SP/ Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Diduga kuat terjadinya perselingkuhan, seorang oknum berstatus ASN di Kab. Sumenep, ditangkap warga pada saat keluar dari pintu belakang rumah janda Kamis (07/12/2023) kemarin.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan diketahui salah satu warga, masuk dari pintu belakang rumah janda beranak kembar. Sontak pada saat keluar lewat pintu belakang beberapa warga langsung menggerebek pelaku, dan memintanya untuk lewat pintu depan.

Peristiwa memalukan itu, menjadi cacian warga sekitar, karena tak disangka, ternyata pelaku adalah oknum ASN di lingkungan pemerintahan kabupaten Sumenep

Melihat kejadian tersebut, pelaku dan korban diarak massa menuju kediaman kepala Desa  untuk dilakukan mediasi, dan keputusan bersama dengan disaksikan aparat desa dan kepolisian.

Menurut informasi yang dihimpun media dari seorang yang dapat dipercaya, mengatakan, bahwa, Kepala Desa tengah melakukan mediasi antara pelaku dan korban, bahkan pelaku diminta untuk tidak menemui korban selama ada pernikahan secara sah.

Namun, infonya, kata kepala Desa, jika pelaku masih memaksa ketemuan dengan korban dan diketahui oleh warga, maka sepenuhnya saya serahkan kepada warga untuk bertindak. 

Bahkan, pada saat di introgasi pelaku mengaku sudah lama tidak melakukan hubungan intim dengan istrinya dikarenakan istrinya mengidap penyakit kanker dan tidak bisa diajak kencan. 

"Pada saat dilakukan mediasi di kediaman Pak Kades, bahwa terjadinya pemicu perselingkuhan tersebut, disebabkan istri pelaku sudah tidak bisa diajak kencan dikarenakan sedang mengidap penyakit kanker," jelasnya, Jumat (08/12/2023).

“Apapun alasannya, sangat tidak masuk akal, lelaki bejat tak bermoral itu sangat tidak pantas untuk dicontoh, belum lagi dia memiliki jabatan penting sebagai ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sumenep,” Ungkapnya

Warga yang ikut menyaksikan peristiwa yang memalukan itu mengaku geram kepada pelaku dan korban, bahkan hendak ingin melakukan amuk massa, hanya karena menghargai Kepala Desa setempat, sehingga dilakukan dengan cara kekeluargaan.

Pada keputusan akhir, Kepala Desa meminta agar pelaku disarankan untuk menikahi korban secara sah dengan tanpa harus masuk lewat pintu belakang.

Namun, Kata pak Kades,” jika masih memaksa, pelaku, ketahuan masuk ke rumah korban dengan tanpa adanya pernikahan secara resmi, maka saya serahkan kepada warga untuk menyelesaikannya,” pungkasnya. Ar

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…