OJK: Gaya Hidup Anak Muda Utang Pinjol untuk Konsumtif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberkan gaya hidup anak muda sekarang. Mereka lakukan pinjaman di pinjol untuk konsumtif. Jumlahny sudah mencapai lebih dari 50%.

"Ini changing behavior (perubahan perilaku). Yang pinjam di Pinjol buat tujuan konsumtif lebih dari 50%, coba lihat, kalau seusia saya lihat Coldplay di YouTube saya sudah happy karena lebih jelas, tapi kalau kalian-kalian (anak muda) penginnya nonton langsung di Senayan, karena nggak punya uang jadinya Paylater atau ke pinjol yang penting bisa nonton," ucap Deputi Komisioner Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen (OJK) Sarjito, di The Ballroom Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023). Ia sekaligus Ketua Satgas Praktik Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI).

 

Bukan untuk Hutang Produktif

Sarjito menyayangkan bahwa fenomena ini terjadi karena juga bisa digunakan untuk hutang produktif alias modal berusaha. Menurutnya, bertumbuh suburnya pinjol, legal maupun ilegal, tidak disebabkan soal rendahnya literasi keuangan masyarakat, tapi juga faktor senang memaksakan diri atau tidak biso rumongso dalam bahasa Jawa.

"Tumbuh subur bukan persoalan literasi saja, saya nggak berani menyimpulkan. Karena faktanya, dia tahu tidak bisa bayar tapi bisa pinjam, itu artinya tidak tahu diri atau rumongso. Apakah itu bagian dari literasi?," jelas dia.

Oleh sebab itu, ia mendorong agar semua pihak berupaya untuk mendorong agar perubahan perilaku terjadi di anak muda. Khususnya, soal tanggung jawab untuk membayar kewajiban hutang yang dipinjam lewat aplikasi pinjol.

"Makanya ini bagian yang harus kita dorong bersama, bukan OJK sendiri untuk merubah karakter anak-anak muda muda yang senang pinjam tidak mau bayar, Saya mau memeriksa lagi yang tingkat pengembalian balik 90 hari itu bayar sendiri atau orang tuanya, akan kita cek semua, dan sudah saya perintahkan," tegasnya.

 

Usia 19 sampai 34 Tahun

Berdasarkan data dari OJK angka kredit macet pinjol, per-Juli 2023, OJK mencatat kelompok usia 19 sampai 34 tahun menjadi penyumbang terbesar kasus kredit macet pinjol. Kelompok usia yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja tersebut mempunyai jumlah nilai gagal bayar utang sebesar Rp 782 miliar atau setara 40,24%.

Data OJK juga menunjukkan sepanjang semester I tahun 2023, kelompok usia 19 sampai 34 tahun berkontribusi besar menjadi penyumbang nilai kredit macet secara konsisten. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui…

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur pertanian…

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Fasilitas pertanian modern berupa greenhouse budidaya melon di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini…

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mendapat keluhan dari seorang warga kurang mampu terkait denda listrik…

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan…

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi memastikan ketersediaan beras di…